Tips Mengelola Perkebunan Sawit

Walaupun menurut keterangan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, volume ekspor sawit Indonesia terus meningkat hingga sekitar 5% pada periode januari-april 2019. Namun, hal itu tidak serta merta mendongkrak harga CPO dan produk olahannya.

Lalu, kenapa harga sawit susah mengalami penaikan? Ini dia alasannya.

1. Produksi sawit yang sangat tinggi

Total produksi minyak sawit Indonesia mencapai 41,98 juta ton pada tahun 2017 dan 47,43 juta ton pada tahun 2018. Krnaikan produksi yang tinggi sayangnya tidak dibarengi dengan jumlah permintaan yang ‘segitu-segitu’ saja.

Baca Juga : 7 Masalah Perkebunan Sawit di Indonesia

Akibatnya, stok minyak sawit kemudian menggunung dan sesuai dengan hukum pasar, pasokan yang melimpah membuat harga terus mengalami tekanan.

Ciri-Ciri Morfologi Kelapa Sawit dan Perkembangbiakannya

2. Peningkatan Pajak Impor Sawit India

India merupakan importir minyak sawit terbesar didunia, sehingga setiap kebijakan ekonomi yang berkaitan dengan sawit akan langsung mempengaruhi keseimbangan harga pasar.

Peningkatan pajak impor sawit mengakibatkan serapan pasokan minyak sawit berkurang, alhasil harga sawit berimbas mengalami penurunan.

3. Perang Dagang Amerika Serikat (AS) – China

Perang dagang antara dua raksasa ekonomi dunia juga berdampak besar pada pergerakan harga minyak sawit. Sebagai informasi, China memberlakukan pajak sebesar 10% pada import kedelai, dimana AS merupakan asal kedelai impor nomor 2 di dunia.

Baca Juga : Jenis-Jenis Kelapa Sawit yang Perlu Diketahui

Sebagai akibatnya, permintaan kedelai dari China menurun, Stok kedelai AS meningkat, Harga kedelai menurun maka harga minyak sawit pun ikut terkena imbasnya.

Tercatat bahwa Harga Minyak Sawit (Crude Palm Oil/CPU) kontrak pengiriman Juli terjun bebas hingga 2,32% ke level MYR 1.981/ton, padahal harga CPO. sudah anjlok hingga 1,07% akhir pekan lalu. Hingga tahun berjalan, harga CPO telah terkoreksi 6,46%.

4. Ancaman Pelarangan Sawit di Uni Eropa

Uni Eropa mengeluarkan rancangan peraturan yang mengkategorikan minyak sawit sebagai produk yang ‘tidak berkelanjutan dengan alasan ekspansi kebun sawit menyebabkan deforestasi.

Penggunaan minyak sawit yang menurun drastis dari eropa mengakibatkan permintaan menurun dan harga minyak sawit juga menurun.

Nah itu dia penyebab mengapa harga sawit susah naik sobat PTD. Bagaimana menurut Kamu?

Dikutip dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.