Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai keuntungan korporasi petani terhadap petani.

Korporasi Petani

Apa Itu Korporasi Petani

pixabay.com

Baca Juga : Beberapa Keuntungan Menjadi Petani Sukses

Istilah “korporasi” menjadi isu ketika pada pertengahan tahun 2017.

Presiden Joko Widodo tiba-tiba memperkenalkan konsep “korporasi petani” sebagai sebuah bentuk manajemen baru dalam pengelolaan agribisnis terutama padi.

Hal ini semakin menguat ketika dibahas dalam Rapat Terbatas (Ratas) yang khusus membahas bagaimana “Mengkorporasikan Petani”.

Yang diikuti oleh antara lain Menteri Pertanian, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional.

Serta Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas.

Selain itu hadir pula sejumlah Menteri Kabinet Kerja lainnya ditambah beberapa gubernur serta pimpinan PT Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) Pangan Terhubung Sukabumi.

Presiden Joko Widodo menjadikan konsep koperasi petani secara modern.

Yang dimotori oleh PT Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) Pangan Terhubung di Sukabumi sebagai percontohan.

Presiden mengapresiasi pendirian koperasi itu karena konsep korporasi petani dilakukan secara menyeluruh dari mulai pengolahan sampai penjualannya.

Termasuk pengemasan yang modern dan menarik, sehingga bisa masuk langsung ke industri retail.

Korporasi petani merupakan kelembagaan ekonomi petani berbadan hukum berbentuk koperasi.

Maupun Badan Usaha Milik Petani (BUMP) berupa PT atau Usaha Dagang (UD).

Dengan sebagian besar kepemilikan modal dimiliki oleh petani sehingga mereka mempunyai posisi tawar atas produk yang dihasilkan.

Keuntungan Korporasi Petani

pixabay.com

Baca Juga : Kisah Petani Sukses Yang Berdampak Positif Untuk Sektor Pertanian

Bentuk korporasi petani tersebut, bisa Koperasi maupun Badan Usaha Milik Petani (BUMP) berbentuk PT maupun Usaha Dagang (UD).

Dalam korporasi petani tersebut juga bisa membuka diversifikasi, pengolahan bahkan perluasan pasar dari komoditas tersebut.

Keuntungan pertama dalam konsep ini adalah petani tidak akan menjual gabah lagi, melainkan beras sehingga dapat meningkatkan nilai tambah untuk petani.

Keuntungan kedua, kepemilikan saham petani sebesar 49 persen, sedangkan 51 persen dipegang BUMN untuk melindungi petani.

Namun, koperasi petani dapat memiliki saham seutuhnya jika bisnis sudah berjalan secara mandiri.

keuntungan selanjutnya adalah produksi pertanian bisa diasuransikan jika terkena kekeringan atau serangan hama.

Keuntungan keempat yang dipaparkan adalah korporasi petani akan dilengkapi dengan alat mesin pertanian (alsintan) untuk lahan yang digarap seluas 4.000 hektare.

Keuntungan terakhir adalah petani bisa mengakses bank untuk permodalan karena petani tersebut sudah terdaftar dalam korporasi.

Selain dari keuntungan tersebut, dengan tergabungnya petani kecil dalam satu korporasi, transfer teknologi dan pendampingan menjadi mudah.


Itulah informasi mengenai keuntungan korporasi petani bagi petani. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!.

Baca Juga : Manfaat Teh Genmaicha Bagi Tubuh Jika Di Konsumsi

Sumber : Liputan6.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.