Belajar dari Kiyoto Saito, Sang Petani Muda Jepang yang Modis

Menjadi petani merupakan pekerjaan yang mulia. Namun, jika melihat dunia yang sekarang ini, petani seolah-olah menjadi profesi yang tidak prestisius. Persepsi salah inilah yang menjadikan kaum muda kian malas untuk terjun dalam mengolah lahan Indonesia yang sebetulnya begitu luas dan subur.

Jika Anda berpikir demikian, maka Anda bisa belajar banyak dari Kiyoto Saito, sang petani Jepang yang kerap diberi julukan petani modis.

Jika petani identik dengan kaos oblong dan celana kumal, alas kaki seadanya, topi caping, dan membawa cangkul, maka Anda akan heran dengan petani yang satu ini. Kiyoto Saito justru mengolah lahannya dengan memakai setelan jas yang lengkap, dasi, dan bahkan sepatu pantofel.

Mungkin jika Anda bertemu dengan Kiyoto di jalan, maka Anda tak akan menyangka jika dirinya akan berangkat ke sawah untuk mengurus lahannya padahal dirinya terlihat seperti pekerja kantoran.

Di balik hal ini, sebenarnya Kiyoto memiliki misi, yakni mengubah persepsi masyarakat tentang petani yang sering identik dengan kotor dan tidak berpenghasilan besar. Ia ingin memberi kesan bahwa menjadi petani juga bisa keren dan menyenangkan seperti pekerjaan lain.

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dipelajari dari Kiyoto Saito, petani Jepang yang modis:

Pakaian bukan melulu tentang level pekerjaan

Banyak yang kerap kali berpikir jika bekerja dengan menggunakan pakaian rapi, maka pekerjaan itu terlihat bagus dan prestisius. Sebaliknya, pekerjaan yang tidak menggunakan pakaian rapi merupakan pekerjaan yang tidak keren.

Saat menjadi petani, Anda bisa menentukan kostum yang ingin dipakai. Inilah salah satu keunggulannya. Seperti Saito yang bisa memakai setelan jas. Saito mendobrak pemikiran masyarakat dimana sebenarnya sebuah pekerjaan itu tidak melulu mulia dengan pakaian yang bagus. Saito mengajarkan bahwa segala pekerjaan, asal dikerjakan dengan sepenuh hati, sesungguhnya akan berhasil baik.

Baca: Ini Dia Masalah Menahun Pertanian di Indonesia

Petani itu tidak melulu kuno

Kiyoto Saito
Sumber: tribunnews.com

Menjadi petani mungkin cenderung kuno dan selalu dilakukan oleh orang tua. Namun, Saito membuktikan jika anak muda juga bisa menjadi petani keren. Petani merupakan profesi yang memberikan pengaruh besar pada kehidupan suatu bangsa, apalagi Indonesia dengan tanahnya yang subur.

Siapa yang akan mengolah lahan luas nan subur itu jika bukan petani? Siapa yang akan jadi petani? Tentu para anak muda yang seharusnya ikut membangun bangsa melalui dunia pertanian yang maju.

Baca: Tak Perlu Malu Jadi Petani Muda

Prestisius atau tidak, pekerjaan adalah tentang persepsi

Mulia atau tidaknya sebuah pekerjaan adalah tentang persepsi masing-masing pribadi. Saito yang memakai setelan jas rapi ingin menunjukkan bahwa menjadi petani pun bisa jadi pekerjaan yang prestisius.

Gaya Saito memang tidak umum. Namun, dengan hal ini, ia ingin membebaskan diri dari pikiran masyarakat yang seolah kerap mengikat. Saito melakukan hal ini juga karena ia menghargai diri sendiri. Ia tidak merasa minder pada orang lain karena menjadi petani tidak akan menurunkan betapa mulia pekerjaannya. Dirinya amat bangga dengan profesinya.


Terlepas dari peran petani dalam kehidupan yang amat besar, sebenarnya pekerjaan adalah tentang apa yang Anda cintai.

Dengan menjadi petani, bukan hanya mendapatkan penghasilan, tetapi Saito juga menunjukkan bahwa dirinya bisa bermanfaat untuk sekitarnya dengan cara mengolah tanah supaya bisa menghasilkan produk pertanian.

Keren bukan?

Baca: Cerita Dosen Sekaligus Petani Kopi

Sumber gambar utama: malangtoday.net

Penulis: Lia Widyaningrum


Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.