Langkah-Langkah Membudidayakan Ikan Salmon

Ikan salmon merupakan jenis ikan yang memiliki beragam manfaat bila dikonsumsi. Hal itulah yang membuat orang tidak ragu untuk membudidayakannya. Berikut ini adalah merupakan tips-tips dalam membudidayakan ikan salmon.

Memilih induk ikan salmon yang dikawinkan

Keadaan ikan salmon menjadi lelah ketika sampai di hulu sungai, yaitu tempat pertama kali saat telurnya ditetaskan. Pada saat itu, mereka akan membuat lubang sekitar 25 – 30 cm dengan menggunakan ekornya sebagai sarang. Di lubang tersebutlah, ikan salmon betina akan mengeluarkan telur sebanyak 3000 – 8000 butir dan kemudian akan dibuahi oleh sperma ikan salmon jantan.

Setelah selesai melakukan pembuahan, maka ikan salmon jantan dan juga betina akan menutup kembali sarang mereka dengan kerikil. Lalu, kedua ikan salmon tersebut akan tinggal bersama selama beberapa hari di sekitar sarang tersebut sampai mati karena kehabisan energi.

Upaya dalam menghasilkan kualitas yang lebih maksimal dari membudidayakan ikan salmon adalah memilih induk yang berkualitas. Induk yang berkualitas akan menghasilkan sekitar 5 ribu telur dengan baik. Caranya, telur tersebut dibuahi lalu diinkubasi dalam wadah khusus.

Menyiapkan wadah kolam khusus

Kolam ikan salmon harus memenuhi kebutuhan air ikan. Buatlah desain yang menarik. Berikan air tawar dan juga air laut karena kehidupan ikan salmon berpindah ketika menetas, di air tawar dan akan hidup di air laut.

Dalam wadah khusus tersebut, berilah air tawar supaya ikan salmon lebih nyaman, karena keadaan suhu wadah dengan suhu air harus bisa dikendalikan agar dapat menyesuaikan kehidupan di habitatnya. Ketika benih ikan salmon sudah menetas, maka Anda harus memindahkannya ke wadah khusus untuk pertumbuhannya. Salmon bayi harus dibesarkan di hatchery hingga 18 bulan.

Baca juga: Cara Membudidayakan Ikan Koi di Kolam Terpal

Budidaya Ikan Salmon

Memberi pakan ikan salmon

Siklus kehidupan ikan salmon dimulai dari perairan tawar atau sungai. Pada saat itu, telur yang dihasilkan oleh ikan salmon tersebut menetas, yakni biasanya sekitar bulan November. Pada tahap itu, tingkat kematian ikan salmon sangat besar. Jumlah dari semua total telur yang dibuahi kurang lebih setengahnya berhasil menetas. Ikan salmon yang baru menetas tersebut diberi nama “Alevin”.

Alevin akan hidup di antara tumpukan kerikil, tepatnya di dasar sungai dengan memakan plankton. Sekitar bulan Mei atau Juni, persediaan makanan akan habis, maka Alevin akan keluar dari kerikil dasar sungai.

Kemudian, ikan salmon akan tumbuh dan berkembang, awalnya dinamakan “Fry” kemudian menjadi “Smolt” dan akan bergerak ke muara sungai, lalu pergi menuju lautan lepas. Selama di laut, ikan salmon memakan udang, kepiting, dan ikan-ikan kecil.

Adapun pakan terbaik untuk anak ikan salmon adalah kutu air yang memiliki khasiat untuk mempercepat pertumbuhan ikan karena memiliki lemak yang sedikit. Bukan hanya itu, setelah dewasa, Anda bisa memberi makan kuning telur dengan cara mengukus kuning telur hingga matang.

Baca juga: Mari Mengenal Teknik BUDIKDAMBER (Budidaya Ikan di Dalam Ember)

Pindahkan ke air asin

Ketika usia ikan salmon sudah mulai memasuki proses dewasa, maka akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut harus dihadapi dengan cara beradaptasi yang lebih kuat, dengan lingkungan sebenarnya yaitu hidup di air asin atau air laut. Proses ini dikenal dengan sebutan smoltify atau proses perubahan alami fisiologis.

Masa perubahan fisiologis pada ikan salmon akan berakhir ketika sudah memasuki ukuran yang memiliki kisaran panjang 10 sampai dengan 12 cm. Bobot ikan salmon akan mulai mencapai 100 gram, maka pindahkanlah dari wadahnya ke lokasi jaring di perairan air asin atau laut.

Selanjutnya, peliharalah di jaring apung selama 18 bulan hingga ikan salmon berubah menjadi salmon smolt dewasa yang memiliki bobot hingga 4.5 kg/ekor. Pada usia tersebut, ikan salmon mulai dijual dan layak untuk dipanen.

Perjuangan dan reproduksi dari kehidupan ikan salmon sungguh menarik. Sejak menetas, sudah yatim piatu dan harus mampu melakukan perjalanan dengan resiko yang sangat besar. Selain itu, berkorban demi kelangsungan populasi di masa yang akan datang. Sebab itulah, ketika membudidayakan ikan salmon, tempatnya harus sama seperti tempat hidupnya yang asli.


Itulah langkah-langkah dalam membudidayakan ikan salmon. Apakah Sobat PTD berencana untuk beternak ikan salmon? Jangan lupa komen-komen di bawah ya.

Klik & Baca: Cara Membuat Alat Pemberi Pakan Ikan Otomatis SGDB

Penulis: Epin Supini

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.