Luluk Nur Hamidah: Petani Milenial Harus Melek Teknologi

Petani muda diharapkan mampu memaksimalkan potensi lahan pertanian di Kabupaten Sragen. Langkah tersebut didukung penuh oleh Anggota DPR RI Luluk Nur Hamidah. Petani milenial harus terbuka terkait berbagai informasi yang mendukung perkembangan pertanian.

Luluk menyampaikan pihaknya terus meningkatkan kapasitas. Terutama terkait inovasi, agrobisnis dan kelembagaan serta membangun jejaring.

”Salah satu yang harus dimiliki petani milenial adalah kecepatan informasi pada hal yang mendukung agribisnis. Mulai membaca teknologi terbaru hingga memperhatikan pasar,” ujarnya Senin (4/10).

Dalam kegiatan bimbingan teknis peningkatan kapasitas pertanian dan penyuluh tersebut, petani muda harus berpikiran terbuka. Selain itu pembeda antara petani muda dan petani tua adalah inovasi.

”Petani muda tidak harus meninggalkan cara lama, tapi berinovasi untuk lebih produktif dan menyesuaikan perubahan iklim,” bebernya.

Dia menambahkan, petani milenial harus bisa berkolaborasi. Karena dengan berkolaborasi sebagai salah satu syarat untuk semakin maju. Kompetisi memang perlu, namun dengan bekerjasama dan berbagi informasi dengan jejaring baru. Sehingga informasi dan pengetahuan harus bisa diakses oleh semua pihak.

”Petani milenial ini jadi tumpuan kita untuk kesejahteraan kita ke depan,” tuturnya.

Direktur Inovasi Gerbang Tani, Yossi Suparyo dalam kegiatan tersebut menyampaikan, selama ini petani melakukan usaha sendiri dengan resource yang terbatas. Dengan luasan lahan dan biaya yang terbatas juga. Lantas perlu dibangun dengan kelembagaan bisa meningkatan daya kompetitif petani.

”Jika dilakukan bersama-sama lebih besar. Selain itu soal finansial juga lebih mudah karena ada payung kelembagaan. Kemudian model kemitraan dengan perusahaan besar lebih mudah dilakukan. Lalu dukungan pemerintah jadi lebih menarik,” tandasnya.

Pemilik sayuran organik Merbabu Shofyan Hadi Cahyono menuturkan dengan bimtek kali ini diharapkan pengetahuan petani meningkat. Utamanya untuk kapasitas bisnis dan pemasaran. Sehingga pasar berkembang dan sejahtera.

”Tentunya juga harus menggandeng petani dari daerah masing-masing,” ujarnya. (din/adi/dam)

Sumber : radarsolo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.