Mentan: Informasi Publik adalah Senjata Utama pada Sektor Pertanian

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, data dan informasi publik merupakan senjata utama pada sektor pertanian, sehingga tidak boleh dipermainkan menjadi sebuah kebijakan yang menyesatkan.

“Sebab, informasi publik merupakan langkah awal dari lahirnya sebuah data penting sebelum pengambilan kebijakan. Maka dari itu, informasi publik dapat dikatan sebagai senjata utama sektor pertanian,” terang SYL melalui keterangan resminya, Selasa (12/10/2021).

Saat ini, katanya, informasi publik sangat penting karena membuat semua pihak mampu membangun hal-hal baru dan melahirkan konsepsi serta program yang berbasiskan pada data.

“Yang lebih penting, informasi publik mampu melahirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan SYL saat memberi sambutan dalam acara Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2021, di Jakarta, Senin, (11/10/2021).

Syahrul menjelaskan, informasi yang terpublikasi akan melahirkan transparansi. Kemudian, informasi yang terbuka tersebut akan melahirkan akuntabilitas publik.

“Sudah cocok tidak antara data dan harapan dan kebutuhan publik? Kami bilang data kami bagus, tapi publik bilang tidak. Itu kan repot. Maka transparansi membangun akuntabilitas publik,” katanya. Oleh karenanya, dia menekankan pentingnya layanan dan akses data serta keterbukaan informasi publik dalam menjalankan roda pembangunan pertanian masa depan, dengan misi maju, mandiri, dan modern. Sebagai informasi, pada 2020 Kementerian Pertanian (Kementan) memperoleh 24 penghargaan tingkat kementerian dari lembaga negara dan institusi nasional. Semua penghargaan ini diraih Kementan melalui pijakan data dan informasi publik. “Secarik penghargaan ini membuktikan bahwa itulah hasil kerja keras kita. Ini lebih mahal dari uang, dan inilah yang dibutuhkan,” tuturnya.

SYL menyebutkan, transparansi dan akuntabilitas dalam membangun tim yang kuat menjadi bagian yang harus terus dilakukan. “Yang paling mahal dalam melakukan tugas dan mencapai prestasi tugas adalah bukan dari uang yang tersedia dan prasarana yang ada, tapi dari semangat dan kemauan,” katanya. Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri menjelaskan, terdapat beberapa kriteria dalam melakukan penilaian yang dilakukan tim juri profesional. Mereka adalah kategori informatif yang memiliki nilai 90-100, kategori menuju informatif dengan nilai 80-90, dan kategori kurang informatif dengan nilai 60. Kegiatan pemeringkatan tahun ini dilaksanakan berdasarkan monitoring dan evaluasi terhadap 175 Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Unit Kerja/Unit Pelaksana Teknis( UK/UPT) serta 234 UK/UPT di lingkup Kementan.

Penilaian tersebut juga dilakukan secara langsung oleh tim juri melalui laman portal PPID yang diisi PPID pelaksana yang ada di lingkup kerja Kementan. Tim juri dalam penilaian ini diketuai Wakil Ketua Komisioner KIP Hendra J Kede dan anggota, antara lain peneliti senior Pusat Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro, Tenaga Ahli Komisi Informasi Pusat Tia Tirtasari, tenaga ahli Agus Wijaanto, dan Akademisi Universitas Indonesia M Yasin. Pada Anugerah KIP 2021 Kementan tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menduduki peringkat sebagai Unit Kerja Eselon I terinformatif. Unit Kerja Eselon II terinformatif diraih Pusat Veteriner Farma dan Balai Embrio Ternak Cipelang sebagai Unit Kerja Eselon III terinformatif.

Untuk Kategori khusus Inovasi Pelayanan Informasi Publik Terbaik diraih Badan Karantina Pertanian. Penerima penghargaan sebagai Eselon I dengan Sarana dan Prasarana Informasi Publik Terbaik, yaitu Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura. Kemudian, penghargaan eselon I dengan Komitmen Pimpinan Terbaik diraih Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Sementara itu, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian meraih dua kategori khusus, yaitu Unit Kerja Eselon I dengan Penderasan Informasi Terbaik dan Pelayanan Informasi Publik Teresponsif. Kategori Unit Kerja Eselon II dengan Komitmen Pimpinan Terbaik diraih Pusat Veteriner Farma, sedangkan Balai Embrio Ternak Cipelang diganjar sebagai Unit Kerja Eselon III dengan Komitmen Pimpinan Terbaik .

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Mentan: Informasi Publik adalah Senjata Utama pada Sektor Pertanian”, Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/10/12/093959026/mentan-informasi-publik-adalah-senjata-utama-pada-sektor-pertanian?page=all.

Sumber : kompas.com
Penulis : Inang Jalaludin Shofihara
Editor : Amalia Purnama Sari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.