Maggot BSF - GU(palembang.blog)

Siapa bilang sampah hanya menjadi masalah masyarakat perkotaan? Di pedesaan, sampah juga mulai sering mendatangkan musibah. Namun, terutama di pedesaan, kehadiran maggot BSF, telah mengubah sampah menjadi berkah.

Di Banyumas, Jawa Tengah salah satunya. Masyarakat di salah satu dusun di Kecamatan Cilongok bisa meraup uang hingga 500 ribu rupiah per hari dari hasil menjual telur Lalat BSF.

Itu belum termasuk penjualan maggot hidup untuk pakan ternak atau pupa, atau maggot yang sudah menjadi kepompong yang siap berubah menjadi Maggot BSF.

Untuk budidaya maggot tersebut, warga cukup memberinya sampah organik rumah tangga. Padahal selama ini, sampah organik rumah tangga mereka dibuang percuma.

Di daerah tersebut, ada ratusan warga yang budidaya maggot. Kini, para pembudidaya terbebas dari bau sampah organik, sekaligus dapat uang dari penjualan maggotnya.

Belum lama ini, media internasional melaporkan sebuah perusahaan produsen pakan ternak di Kanada, tengah mengembangkan budidaya maggot dengan nilai investasi sebesar 30 juta dolar Amerika atau lebih dari 420 miliar rupiah lebih.

Alasan utama untuk mengembangkan pakan dari serangga ini adalah kenyataan bahwa bahan baku pakan yang kian terbatas dan mahal.

Baca Juga: Pelatihan Budidaya Maggot Oleh Biomagg

Fakta Tentang Sampah

Data-data terbaru menyebutkan, setiap hari Jakarta menghasilkan sekitar 7.500 ton sampah. Gundukan sebanyak itu besarnya hampir menyerupai candi terbesar di negeri ini, Borobudur.

Bagaimana dengan daerah anda? Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan timbunan sampah nasional per tahun mencapai 64 juta ton.

Maggot BSF_Lalat BSF

Sampah organik selama ini hanya dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kompos, namun penyerapannya belum maksimal. Oleh karena itu, sisanya terbuang dan menumpuk percuma di tempat pembuangan sampah TPS dan menjadi sumber penyebaran penyakit.

Rata-rata dari jumlah sampah yang ada, sekitar 30 persen di antaranya adalah sampah organik.

Dengan adanya budidaya lalat BSF ini, maka sampah organik ini semakin dibutuhkan keberadaannya, alias berpotensi tidak lagi terbuang percuma dan hanya menjadi pencemar bau lingkungan.

Maggot, Belatung Kaya Protein dan Sehat

Lalu, apa itu maggot? Hewan bernama latin Hermetia Illucens ini adalah larva atau belatung dari Lalat Tentara Hitam atau Black Soldier Fly (BSF). Makanan utama makhluk ini adalah sampah organik, seperti limbah sayur, makanan sisa rumah tangga dan bangkai ikan atau sampah organik lainnya.

Kemampuannya memakan sampah organik dalam jumlah besar, tentu sangat menguntungkan bagi penyerapan sampah organik. Sebagai gambaran, 1 kg maggot akan menghabiskan 1 kg sampah organik dalam sehari.

Baca Juga: Cara Mengendalikan Hama Lalat Buah pada Tanaman Cabai

Jadi kebayang dong, kalau dalam sehari di setiap kampung menghasilkan sampah organik sebanyak 500 kg, maka untuk menghilangkannya cukup dengan piara maggot sebanyak 500 kg juga.

Secara ilmiah, lalat BSF yang punya siklus 45 hari ini aman bagi manusia. Maggotnya sendiri kaya protein yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan ternak Anda.

Maggot menjadi pakan alternatif yang sangat menjanjikan karena kandungan proteinnya lebih dari 40%, lebih tinggi dari kandungan protein di pakan pabrikan.

Manfaat Lain dari Budidaya Maggot BSF

Selain potensi ekonomi dari penjualan telur dan pupa, kemampuan maggot BSF dalam melahap sampah juga bisa mengurangi dampak buruk sampah organik yang tidak terkelola dengan baik.

Maggot BSF_Lalat BSF 1

Kotoran lalat BSF menjadi pupuk yang menyuburkan tanaman petani. Biasa disebut kasgot atau bekas maggot. Maggotnya sendiri, menjadi sumber protein pakan ternak dan ikan. Kemampuannya memakan sampah organik dengan rakus, sangat efektif untuk mengurangi keberadaan sampah organik.

Kini, semakin banyak masyarakat dan pemda di banyak daerah yang mengembangkan budidaya maggot BSF karena sederet manfaat positif yang menguntungkan. Kapan Anda akan ikutan?

Terus ikuti artikel-artikel terbaru di paktanidigital.com. Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Cara Mengendalikan Hama Lalat Buah yang Ramah Lingkungan

Penulis: Fuad Bakhtiar

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Referensi:

  • https://megapolitan.kompas.com/read/2019/06/13/13491691/tumpukan-7500-ton-sampah-per-hari-di-jakarta-hampir-setara-besar-candi
  • https://www.budidayamaggotbsf.com/revolusi-pertanian-kanada-fasilitas-budidaya-black-soldier-fly-senilai-30-juta/
  • https://ekonomi.bisnis.com/read/20190221/99/891611/timbulan-sampah-nasional-capai-64-juta-ton-per-tahun
  • https://www.mongabay.co.id/2019/04/17/lalat-tentara-hitam-sebagai-satu-solusi-penanganan-sampah-seperti-apa/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.