Mahasiswa UNDIP Membuat Sistem Pengairan Otomatis dengan Sensor Kelembaban

Mahasiswa Universitas Diponegoro menemukan inovasi baru berupa sistem pengairan otomatis yang dilengkapi dengan sensor kelembaban. Inovasi ini diciptakan oleh tim yang terdiri dari Daniel Dwi Putra (S1 Teknik Mesin), Felicia Melinda S. (S1 Teknik Lingkungan), dan Valentina Samaya S. (S1 Teknik Elektro). Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan pengairan pertanian Indonesia.

Seperti yang kita ketahui, sekitar 65% lahan pertanian di Indonesia masih menggunakan sistem irigasi yang tergantung dengan musim. Penggunaan irigasi konvensional tentu sangat merugikan jika terjadi pemanasan global yang mengakibatkan musim tak menentu.

Suhu yang ekstrem memicu kecepatan penguapan air pada tanah, sementara kecepatan penyerapan air oleh tumbuhan tidak meningkat. Kondisi ini tentu membuat tumbuhan tidak dapat memenuhi kebutuhan air yang cukup untuk melakukan fotosintesis.

Oleh karena itu, SALPOTIS (Sistem Alat Pengairan Pertanian Otomatis) dengan sensor kelembaban tanah diharapkan dapat mengatasi permasalahan irigasi pertanian di Indonesia.

Baca juga: Sistem Irigasi Kabut, Inovasi Baru di Bidang Pertanian

Bagaimana Cara Kerja SALPOTIS?

Rangkaian SALPOTIS
Rangkaian SALPOTIS

SALPOTIS dapat menjaga kadar air dalam tanah dengan cara mendeteksi tingkat kelembaban dari lahan pertanian. Apabila level kelembaban telah menyentuh titik terendah yang ditetapkan, maka sistem ini akan secara otomatis melakukan penyiraman pada daerah yang kering tersebut. Dengan demikian, petani pun tidak perlu capek-capek lagi terjun ke sawah untuk memeriksa kelembaban tanah dan melakukan pengairan.

Sistem irigasi buatan mahasiswa Diponegoro ini sudah dikerjakan selama 2 bulan. Untuk pengembangan lebih lanjut, teknologi ini akan menggunakan solar cell supaya dapat beroperasi di lahan yang susah mendapatkan sumber listrik.

Beberapa tahap sudah dilakukan pada sistem pengairan otomatis SALPOTIS ini seperti simulasi CFD untuk menguji aliran air, penciptaan prototype, dan penyusunan artikel ilmiah.

Tim yang dibimbing langsung oleh Bapak Arya Rezagama, ST, MT akan melakukan pengujian pada beberapa lahan pertanian yang sudah disurvei sebelumnya. Bahkan, kegiatan ini juga didukung oleh Pemerintah melalui pendanaan Program Kreativitias Mahasiswa Karsa Cipta dari Kemenristekdikti.

Klik & Baca: Mengenal Sistem Irigasi Otomatis Tanpa Kabel (Wireless Sensor Network)

Sumber: lpmnuansa.undip.ac.id

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.