5 Daerah Percontohan Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi

Dalam usaha mendorong pertanian yang lebih modern, Kementerian Pertanian memiliki upaya untuk mengimplementasinya lewat program mekanisasi pertanian. Program ini pun dapat diimplementasikan lewat bantuan alat mesin pertanian kepada petani.

Namun untuk memaksimalkan pemanfaatan bantuan tersebut, petani tidak dibiarkan sendiri. Adapun usulan dari Kementan adalah membangun korporasi berbasis mekanisasi. Saat ini sudah ada lima daerah yang menjadi daerah percontohan uji coba Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi (PKBM).

Namun dalam kasus nyatanya, saat ini pemberian bantuan alsistan kepada petani masih jauh dari kata maksimal. Hal ini disampaikan oleh Suprapti selaku Ketua Tim Kerjasama Kementerian Pertanian dan Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia. Sehingga diperlukan pendampingan serta pengawasan agar manfaat lebih terasa dan maksimal.

“Hasil audit BPK dan Itjen Kementan tingkat pemanfaatan alsintan bantuan pemerintah memang belum optimal,” kata Suprapti, Minggu (1/12).

Pembangunan Daerah Percontohan Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi Menjadi Solusi

Untuk menjawab hal itu, lanjut Suprapti, sejak tahun 2018 lalu, Kementan bersama Perteta membuat program percontohan PKBM. Bentuk percontohan salah satunya adalah membangun warehouse (gudang) alsintan.

“Perteta membantu membuat desain warehouse dan pegawalannya selama tiga tahun,” ujarnya.

Anggaran pembangunan warehouse tersebut sudah dialokasikan dalam APBN TA 2019 Kementerian Pertanian. Ada lima kabupaten yang menjadi lokasi percontohan yakni Tuban (Jawa Timur), Sukoharjo (Jawa Tengah), Ogan Komiring Ilir/OKI (Sumatera Selatan), Konawe Selatan (Sulawesi Selatan) dan Barito Kuala/Batola (Kalimantan Selatan).

Pemeliharaan dan penyimpanan alsistan tersebut diletakkan dalam sebuah warehouse. Tidak hanya tempat penyimpanana, warehouse ini juga memiliki bengkel sebagai tempat perbaikan atau sarana pengisian bahan bakar minyak (BBM) juga. Selain itu fasilitas lain seperti tempat cuci alsistan ataupun kios pupuk dan benih juga akan disediakan di warehouse ini.

Siapa yang Mengelola Warehouse Ini?

Untuk pengelolaan warehouse ini sendiri akan dilakukan oleh Unit Pelayanan Jasa Alsistan (UPJA). Dan pelayanan UPJA akan dilakukan disetiap daerah dengan cabang yang berbeda pula.

Di Tuban, PKBM akan dikelola UPJA Tani Karya Mandiri yang berlokasi di Kecamatan Rengel. Di Sukoharjo dikelola UPJA Bagyo Mulyo yang berada di Desa Dalangan. Sementara di OKI dikelola KUB Lempuing Jaya Berkarya di Kecamatan Lempuing Jaya. Di Batola oleh UPJA Selidah di Kecamatan Jejangkit, dan di Konawe Selatan dikelola UPJA Mendidoha.

Dalam kepeminjaman akan alsistan, pihak UPJA harus memastikan bahwa alsistan dalam kondisi siap pakai.

“Bahkan alsintan tersebut sudah bersih dan terisi penuh BBM, karena di warehouse tersedia fasilitas pencucian alsintan dan pengisian BBM,” tuturnya.

Harapannya layanan warehouse PKBM dapat diakses lewat penggunaan aplikasi UPJA Smart Mobile yang dibuat Balai Besar Mekanisasi Pertanian (BB Mektan).

Mampu Mengurangi Degenerasi Petani Muda

Sarwo Edhy selaku Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan mengatakan program ini dilakukan untuk mengurangi regenerasi petani muda. Banyak dari genereasi muda yang tak mau turun kesawah serta upah buruh tani juga masih rendah.

“Oleh karena itu, keberadaan Alsintan yang modern bakal mampu menarik petani muda. Tak hanya menarik minat saja, Alsintan yang modern juga mampu menekan biaya produksi,” ujarnya.

Sarwo Edhy menjelaskan, hingga saat ini sudah lebih dari 400 ribu unit alsintan yang didistribusikan pemerintah. Jumlah ini bahkan meningkat 500 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

“Bantuan alsintan ini terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Modernisasi dilakukan sebagai persiapan menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0,” kata Sarwo Edhy.

Selain itu alsistan sekarang juga sedang disiapkan untuk memasuki era digitalisasi. Sebagai contohnya adalah traktor yang dapat dikendalikan dengan remote control dan drone penebar pupuk.

“Di Jawa, sudah banyak petani yang mengoperasikan alsintan dengan remote control. Tidak harus turun ke sawah, millenial cukup gunakan gawai,” ungkap Sarwo Edhy.

Disadur dari Liputan 6


Nah itu dia sedikit ulasan artikel pertanian tentang 5 Daerah Percontohan Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi. Bagaimana menurut kamu sobat PTD?

Baca Juga : Anjurkan Petani Menggunakan Alat Pertanian Modern, Mentan : Biar Efektif dan Efisien!

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.