Melihat Kiprah Koperasi Pertanian Dalam Menyejahterakan Petani Indonesia

Apa yang ada di benak pikiran kita saat mendengar atau membaca perihal koperasi pertanian? Mungkin dalam benak kita, koperasi adalah organsasi yang beranggotakan orang-orang yang berprofesi sebagai petani secara umum. Selain itu, dalam koperasi juga dijual beragam macam kebutuhan untuk para petani dalam melakukan akivitasnya sehari-hari. Misalnya, pupuk, peralatan tani, dan lain sebagainya. Sungguh koperasi merupakan suatu wadah atau tempat untuk para petani dalam menyalurkan ide dan inspirasinya yang berkaitan dengan dunia pertanian di Indonesia.

Semua yang ditulis di atas itu benar dan erat kaitannya dengan koperasi pertanian. Dalam koperasi pertanian sendiri ternyata diperuntukkan khusus untuk petani. Oleh karena itu, biasanya pengurus serta anggota koperasinya adalah para petani. Namun kendati demikian, koperasi tidak menutup kemungkinan ada orang-orang yang bukan berprofesi sebagai petani masuk ke dalam keanggotaannya. Asalkan mereka mau mematuhi peraturan dan tata tertib yang sudah ditetapkan oleh koperasi, silakan saja bergabung.

Lalu, bagaimana cara koperasi pertanian menyejahterakan para petani?

Secara umum, koperasi didirikan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia terkhusus bagi masyarakat kurang mampu. Lebih spesifiknya, koperasi didirikan untuk menyejahterakan taraf hidup para anggotanya yang biasanya didominasi oleh kelas menengah ke bawah. Begitu juga sebuah koperasi pertanian yang dibangun untuk menyejahterakan semua anggotanya yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Lalu, bagaimana cara koperasi dalam mensejahterakan anggotanya?

Tentu saja sebuah koperasi harus mempunyai program kerja yang disusun secara detail. Setiap program kerja harus didukung oleh sumber daya yang ada di koperasi yang bersangkutan, dalam hal ini adalah petani itu sendiri. Sebagai contoh, program kerja simpan pinjam khusus untuk para petani. Koperasi menyediakan fasilitas tabungan untuk menyimpan penghasilan uang milik petani. Selain itu, ada juga fasilitas pinjaman untuk para petani dengan aturan main yang fleksibel. Misalnya, kredit pengembalian pinjaman tanpa anggunan, bunga ringan, dan lain sebagainya.

Baca juga  3 Alasan Petani Untuk Bergabung Ke Koperasi Pertanian

Selain program kerja yang sangat membantu para petani, koperasi juga akan memberikan Sisa Hasil Usaha (SHU) tiap tahunnya kepada semua anggotanya tanpa perkecualian. Tentu saja SHU tersebut dalam wujud uang tunai dengan nominal yang bervariasi. Uang tersbut bisa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga petani. Atau mungkin, dijadikan modal usaha lain atau sampingan untuk petani.

koperasi tani

Petani Sejahtera Merupakan Wujud Masyarakat Indonesia Sejahtera

Indonesia merupakan negara agraris hingga sekarang yang tidak dapat disanggah lagi. Disebut negara agraris karena begitu banyaknyalahan pertanian yang tersebar di pelosok Tanah Air. Semua lahan tersebut dimiliki dan digarap oleh petani-petani Indonesia. Namun seiring perubahan dan perkembangan zaman ke era industrialisasi, sedikit demi sedikit lahan pertanian mulai beralih fungsi menjadi pabrik, perumahan, jalan tol, dan bangunan-bangunan fisik buatan manusia lainnya.

Kondisi seperti itu semakin diperparah dengan image profesi sebagai petani yang kurang menjanjikan di masa depan. Maka dari itu, anak-anak muda enggan menggeluti profesi tersebut. Jangan heran jika cita-cita swasembada beras di Indonesia dirasakan terlalu berlebihan karena hingga sekarang negera ini masih saja mengimpor beras dari negara lain. Lalu, bagaimana dengan kaum tani di Indonesia dengan kondisi semacam itu?

Khususnya para petani tanaman padi mungkin hanya bisa pasrah. Pasalnya, kesejahteraan mereka berkaitan dengan hasil panennya yang melimpah serta dihargai cukup tinggi di pasaran. Sementara di lapangan, bukan tidak mungkin saat petani-petani sedang panen raya, beras-beras impor dari negara Vietnam atau yang lainnya mulai berdatangan dan melabuh di dermaga.

Ironis dan begitu memprihatinkan nasib kaum tani di Indonesia jika memang kondisi tersebut benar-benar terjadi dan pemerintah seperti menutup mata dan telinga saja. Beruntung ada koperasi pertanian yang masih eksis ditengah-tengah masyarakat. Koperasi yang dibentuk bertujuan untuk membantu sekaligus mensejahterakan petani di Indonesia.

Dengan berdirinya koperasi tersebut, beban hidup petani khususnya petani kecil bisa dikurangi karena program-program kerjanya yang sangat membantu. Oleh karena itu, sudah seharusnya koperasi khusus petani terus dipertahankan. Bukan hanya itu, keberadaannya juga perlu didukung terutama oleh pemerintah dengan memberikan bantuan modal atau yang sejenisnya.

Penulis : Arifin Totok


Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.