Mengenal Mawar Holland dan Cara Budidayanya

Mawar merupakan salah satu bunga yang paling populer dibandingkan jenis bunga yang lain. Selain kelopaknya yang indah, bunga mawar juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Salah satu varietas mawar yang memiliki estetika tinggi dan banyak peminatnya adalah mawar holland.  Mawar holland adalah jenis mawar tunggal yang memiliki kelopak yang lebih besar, tebal dan lebat. Bahkan setelah panen, mawar holland dapat bertahan selama 15 hari sehingga mawar holland cocok dijadikan bunga potong. 

Sumber gambar: https://kvitochka.kiev.ua/

Dalam budidayanya, agar tumbuh maksimal, idealnya mawar holland ditanam di ketinggian 900 mdpl. Jika kurang dari ketinggian tersebut, kuncup bunganya akan kecil kelembaban yang dianjurkan adalah sekitar 75% dengan suhu 15-22℃. Dalam budidayanya, berikut adalah beberapa tahapannya:

Penyemaian 

Umumnya mawar hibrida ditanam dari bibit, yang diimpor dan dalam bentuk stek berakar. Terdapat 3 jenis stek sesuai umurnya: stek mata tidur, stek berusia 6 bulan, stek berusia lebih dari 6 bulan. 

Membuat Bedengan

Setelah pengolahan dan penggemburan tanah, buatlah bedengan-bedengan untuk memudahkan proses penanaman dan perawatan. Lebar bedengan sekitar 1 meter dengan tinggi 12-25 cm. Panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan, sementara jarak antar bedengan sekitar 30-50 cm.

Biasanya, tiap satu bedengan ditanami 7-8 tanaman, agar tanaman tumbuh teratur batasi kanan dan kiri bedengan dengan tali yang direntangkan dari masing-masing ujung.

Penyiraman

Mawar adalah salah satu tanaman yang memerlukan banyak air namun tidak bisa berlebihan. Setiap hati, mawar perlu disiram secukupnya. Jika areanya luas, penyiraman dilakukan dengan sistem drip atau tetes sekalian dengan pemupukan. Gunakanlah naungan untuk menghindari musim hujan yang berlebihan. 

Sumber gambar: Pinterest

Pemupukan

Menanam mawar dari stek bibit stek berakar membutuhkan waktu 4-5 bulan sampai bunganya bisa dipetik. Selama masa produktif 3-5 tahun, tanaman akan terus menghasilkan bunga. 

Selama masa tanam tersebut dibutuhkan perawatan yang maksimal termasuk dalam hal pemupukan. Pemupukannya tidak perlu terlalu sering, cukup larutkan NPK ke dalam air dan siram ke media tanam tanaman dua minggu sekali.

Baca Juga: Ikuti 5 Langkah Ini Untuk Budidaya Semangka

Pemangkasan

Untuk memproduksi bunga potong, tanaman perlu dipangkas setahun sekali. Tujuan pemangkasan ini adalah untuk menumbuhkan tunas-tunas baru serta membuang bagian tanaman yang diperlukan. Untuk tujuan ini, lakukan pemangkasan total batang atau cabang sekitar 15-30 cm dari permukaan tanah. Sekitar delapan minggu sejak pemangkasan, pemetikan bunga sudah bisa dilakukan kembali.

Perundukan dan Pencegahan Hama dan Penyakit

Biasanya kebutuhan bunga tinggi, namun kondisi tanaman tidak memungkinkan, misalkan batang sudah tua serta bunganya kecil dan tidak produktif. Untuk mengatasinya, bisa dilakukan perundukan atau biasa lebih dikenal dengan bending. Tujuan perundukan ini adalah untuk mempercepat pertumbuhan.

Mengenai pencegahan hama dan penyakit, cukup semprotkan dengan pestisida yang sesuai.

Panen

Panen sebelum bunganya mekar jika ditujukan untuk komersial. Dengan begini, bunga akan mekar sedikit demi sedikit saat sudah di tangan konsumen. Potong tangkai bunga sesuai dengan panjang tangkainya dan kelompokkan berdasarkan panjang tangkai, warna, dan jenisnya.

Nah, sekian artikel mengenai mawar holland dan tahapan budidayanya, semoga artikel ini bermanfaat. 

 

Baca Juga: Budidaya Pohon Matoa Hanya dengan 5 Langkah Saja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.