Budidaya Semangka dari Biji

Apakah Sobat PTD tertarik untuk mencoba budidaya semangka?

Saat cuaca panas, semangka menjadi salah satu buah yang menjadi incaran banyak orang karena kandungan airnya yang baik.

Semangka termasuk ke dalam suku ketimun yaitu Cucurbitae. Semangka merupakan tanaman merambat yang berasal dari daerah subtropis dan tropis Afrika Selatan.

Sentra produksi semangka di Indonesia antara lain terletak di Malang dan Banyuwangi (Jawa Timur), Magelang (Jawa Tengah), Kulon Progo (DIY), serta Karawang dan Indramayu (Jawa Barat).

Selain kandungan airnya yang banyak sehingga cocok untuk menghidrasi tubuh, semangka juga mengandung vitamin A, vitamin C, kalsium, dan zat besi. Selain dimanfaatkan buahnya untuk dikonsumsi sebagai buah segar atau jus, biji semangka juga dapat diolah menjadi makanan ringan kuaci.

Manfaat yang dapat diperoleh dari mengonsumsi buah semangka antara lain sebagai antioksidan, anti penuaan dini, mengurangi resiko stroke dan hipertensi, mencegah sariawan, meremajakan kulit, dan membantu melembabkan kulit.

Karena banyaknya manfaat buah semangka ini, jika Anda tertarik untuk budidaya semangka dari biji, berikut ini adalah langkah-langkah yang harus Anda perhatikan :

Syarat Tumbuh Tanaman Semangka

Hal pertama yang harus Anda perhatikan sebelum membudidayakan semangka adalah syarat tumbuhnya. Berikut adalah syarat tumbuh tanaman semangka:

  1. Tanaman semangka dapat tumbuh di ketinggian 0-1000 mdpl.
  2. Semangka dapat tumbuh dengan baik didaerah dengan kelembaban rendah.
  3. Suhu yang cocok untuk tanaman semangka yaitu dibawah 25℃ pada siang hari. Curah hujannya antara 40-50 mm per bulan.
  4. Semangka sebaiknya ditanam di tanah gembur dengan unsur hara yang tinggi dengan pH 6-6,5.
  5. Usahakan tidak ada gulma pada tanaman semangka.

Baca Juga: 4 Syarat Tumbuh Jagung Agar Tumbuh Optimal

Semangka
Foto: hellosehat.com

Langkah-Langkah Budidaya Semangka

Setelah mengetahui syarat-syarat tumbuh tanaman semangka, berikut ini adalah langkah-langkah budidayanya.

Persiapan Bibit

Bibit yang harusnya Anda pilih tentunya adalah bibit yang terbaik, yaitu bibit hibrida impor yang terdapat dua jenis yaitu bibit triploid dan haploid.

Untuk jenis triploid, harus direnggangkan terlebih dahulu karena kulit bijinya yang keras. Sementara untuk jenis haploid, tidak perlu direnggangkan karena cangkang bijinya tidak keras.

Berikut ini adalah langkah untuk menyiapkan bibit atau benih semangka:

  1. Lakukan perendaman bibit setelah pemilihan bibit.
  2. Setelah direnggangkan, rendam bibit dalam campuran air hangat, ZPT, bakterisida,dan fungisida agar cepat tumbuh.
  3. Rendam selama kurang lebih 30 menit kemudian tiriskan dan keringkan.
  4. Setelah itu,bibit semangka dapat disemai atau

Teknik Penanaman

Berikut ini adalah teknik penanaman bibit semangka :

  1. Setelah bibit siap, semai bibit di lahan yang telah disiapkan. Ada baiknya Anda menambahkan pupuk organik.
  2. Jika Anda menanam bibit dalam polybag, tanaman dapat dipindahkan ke lahan setelah berusia 30 HST.
  3. Untuk menanam bibitnya, buat lubang sedalam 8-10 cm di media tanam, kemudian siram lubang tanam sebelum ditanami.

Baca Juga: 5 Teknik Bertanam di Lahan Sempit

Pemeliharaan Tanaman Semangka

Buah Semangka
Foto: usahakeras.com

Agar tumbuh dengan baik, tanaman semangka membutuhkan perawatan optimal.

  1. Untuk penyiraman,lakukan secara rutin pada pagi dan sore hari, terlebih pada musim kemarau. Kelembaban tanah juga harus dijaga.
  2. Pastikan lahan budidaya bebas gulma.
  3. Lakukan penjarangan jika tanaman terlalu lebat dengan memotong daun dan batang yang tidak dibutuhkan lagi.
  4. Untuk pemupukan, sebaiknya gunakan pupuk kandang atau pupuk organik. Pengaplikasiannya yaitu dengan disebarkan sekitar 10 cm dari lubang tanam.Sebaiknya, jangan memupuk saat musim hujan karena pupuk akan terbuang terbawa hujan.
  5. Untuk hama dan penyakit yang biasa menyerang semangka antara lain:
  • Ulat tanah yang biasa merusak akar dan tunas baru. Hama ini dapat dikendalikan dengan menggunakan pestisida dengan dosis yang sesuai.
  • Thripsadalah hama yang menyerang daun, bunga, dan buah, yang menyebabkan bunga mati dan berguguran. Hama ini dapat dikendalikan dengan insektisida.
  • Layu fusarium adalah jamur yang menyebabkan layu pada semangka yang dapat dikendalikan dengan fungisida.

Pemanenan

Waktu pemanenan semangka tergantung cuaca pada setiap daerah. Ciri-ciri semangka yang siap panen antara lain:

  1. Terdapat perubahan warna pada buah.
  2. Daun dan batang mulai mengering dan layu.
  3. Berat buah semangka dirasa cukup.
  4. Lakukan pemanenan di pagi hari.
  5. Untuk melakukan pemanenan, potong tangkai dengan pisau atau gunting dan sisakan sekitar 3-5 cm tangkai dari batang buah.
  6. Setelah selesai pemanenan, letakkan buah semangka di tempat yang sejuk dan jangan ditumpuk.

Demikianlah artikel tentang budidaya semangka. Nah, apakah Sobat PTD tertarik untuk menanam semangka?

Semoga artikel pertanian ini bermanfaat untuk semua orang.

Baca Juga: Ingin Budidaya Bawang Merah di dalam Pot? Ikuti 5 Langkah Ini

Penulis: Nevy Widya Pangestika
Mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Udayana

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.