4 Syarat Tumbuh Jagung Agar Tumbuh Optimal

Tanaman jagung dikenal memiliki kemampuan beradaptasi yang cukup luas, mudah dibudidayakan, dan dapat tumbuh di lahan yang kering ataupun subur. Kemudahan inilah yang membuat masyarakat gemar bertani jagung.

Selain itu, pangsa pasar yang ditawarkan juga cukup besar, sebab kebutuhan jagung, baik dalam maupun luar negeri, terus meningkat. Ditambah pula dengan harga jual yang cukup prospektif, serta ada urgensi peningkatan produktivitas jagung nasional yang diserukan oleh Kementerian Pertanian.

Nah, apabila Anda juga ingin memulai budidaya tanaman jagung, pada artikel pertanian ini, akan dibahas beberapa syarat tumbuh jagung agar nantinya tanaman jagung yang dihasilkan bermutu tinggi.

Apa saja syarat-syarat tumbuh tanaman jagung? Silahkan simak di bawah ini ya.

Media Tanam (Kondisi Tanah)

Tanaman jagung dapat tumbuh di segala kondisi tanah, mulai dari marjinal hingga subur. Namun, untuk hasil produksi yang lebih baik, tanaman jagung akan optimal jika dibudidayakan di tanah yang subur, kaya humus, gembur, dan mengandung kapur.

Tanaman jagung membutuhkan air yang harus selalu tersedia namun tidak terlalu menggenang. Air ini dosisnya bisa lebih banyak apabila jagung dalam kondisi perkecambahan dan pembentukan tongkol.

Selain kondisi tadi, tanaman jagung juga membutuhkan tingkat keasaman tanah (pH tanah) sebesar 5,5 sampai 7,5. Hal ini berkaitan dengan ketersediaan unsur hara yang cukup untuk pertumbuhan tanaman jagung. Selain itu, jenis tanah yang dibutuhkan antara lain tanah berpasir, grumosol, latosol, dan andosol.

Baca juga: Apa Saja Ciri-Ciri Tanah Subur yang Baik?

 

Ketinggian Tempat

Tanaman jagung mampu tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-1800 mdpl. Untuk hasil yang optimal, tanaman jagung bisa dibudidayakan pada ketinggian maksimal 600 mdpl. Perihal ketinggian, selalu pastikan bahwa air tersedia dengan baik dan optimal. Kedalaman air tanah berada pada 50 sampai 200 cm.

Tanaman Jagung

Sebagai tambahan, apabila tanah mengandung garam, sebaiknya tidak melebih angka 7% karena dapat menghambat pertumbuhan jagung. Lalu, kemiringan lahan sebagai tempat budidaya jagung diusahakan maksimal 8%. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya erosi tanah.

Suhu Optimal

Tanaman jagung dapat tumbuh dengan baik pada lingkungan yang memiliki suhu antara 21 sampai 30 derajat celcius. Untuk daerah Indonesia sendiri, suhunya sudah sesuai karena iklim tropis memang sangat cocok untuk membudidayakan jagung. Daerah yang paling bagus sejauh ini adalah Jawa Timur dengan suhu 25-27 derajat celcius.

Suhu sejauh ini tidak menjadi masalah apabila kita tinggal di Indonesia. Perhatian utama justru pada waktu panen. Sebaiknya, jagung dipanen pada musim kemarau karena tingkat kemasakan biji menjadi lebih optimal dan proses pengeringan menjadi lebih mudah, dibandingkan saat dipanen pada musim penghujan.

Curah Hujan

Curah hujan yang dibutuhkan oleh tanaman jagung berkisar antara 250 sampai 5000 mm. Apabila di luar angka tersebut, hasil produksi jagung akan menurun baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Sebab, kebutuhan air untuk tanaman jagung banyak.

Kebutuhan air yang paling besar berada saat proses pertumbuhan awal, munculnya bunga dan pada proses pembentukan biji. Kebutuhan air ini sebaiknya dipenuhi dengan baik lewat irigasi. Apabila tanaman jagung kekurangan air, penurunan produksi bisa mencapai 30%.


Itulah 4 syarat tumbuh jagung yang perlu kamu ketahui. Nah, sampai di sini, ada yang ingin ditanyakan? Kalau ada, silakan tulis pertanyaannya melalui kolom komentar di bawah ya.

Semoga artikel pertanian ini mampu memberi jawaban terkait bagaimana kondisi tanah, ketinggian tempat, suhu, hingga curah hujan yang cocok untuk tanaman jagung. Penting untuk ketahui semua hal tersebut karena dapat membantu kita merencanakan budidaya jagung yang maksimal sehingga mampu menghasilkan jagung yang bermutu tinggi.

Klik & Baca: Ingin Berhasil Membudidayakan Jagung? Terapkan 5 Hal Ini

Penulis: Ifan Prasya
Mahasiswa D3 Agribisnis UNS 2017

 

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Silahkan klik di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.