teknologi pertanian

Generasi Millenial adalah generasi yang sangat dekat teknologi. Mereka lahir di zaman saat teknologi sedang berkembang pesat. Oleh karena itu, banyak kegiatan Generasi Millenial yang didukung oleh teknologi. Dengan kata lain, mereka hampir tidak mengenal dunia tanpa keberadaan teknologi itu sendiri.

Jika kamu adalah salah satu bagian dari Generasi Millenial, kamu bisa melakukan banyak hal dengan teknologi, lho! Bukan hanya untuk keperluan komunikasi, kamu juga dapat memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan pertanian.

Di Amerika Serikat, banyak petani yang memanfaatkan teknologi canggih untuk mengusir hama yang mengganggu tanaman mereka.

Baca: Petani Digital Tak Lagi Tertinggal

Ya, hama memang menjadi salah satu masalah terbesar dalam dunia pertanian. Bahkan menurut data dari Food Agriculture Organization (FAO) PBB, masih terdapat sekitar 20-40% hasil panen di dunia yang hilang karena hama dan penyakit, meskipun ada sekitar dua juta ton pestisida digunakan setiap tahun.

Jika kita berbicara tentang alat-alat pertanian, hal pertama yang mungkin kamu pikirkan adalah traktor atau mesin-mesin semacam itu. Tapi tahukah kamu bahwa drone—alat yang sering digunakan Generasi Millenial untuk mengabadikan foto dan menjadi hits di Instagram—ternyata juga bisa digunakan untuk membantu kerja petani menjadi lebih efektif dan efisien?

Berikut ulasannya:

Drone yang digunakan adalah drone yang dilengkapi dengan fitur khusus

Drone yang digunakan untuk keperluan agrikultur ini memang sedikit berbeda dengan drone yang sering digunakan Generasi Millenial untuk keperluan fotografi. Drone agrikultur dilengkapi dengan kamera khusus, yaitu kamera multispektral untuk memantau dan memperlihatkan secara detail lahan milik petani.

Kamera ini mirip seperti kamera visible lights. Ia mampu mengumpulkan data mengenai bagian-bagian tersembunyi dari spektrum elektromagnetik yang menunjukkan letak tanaman yang terkena berbagai jenis hama,  misalnya jamur, sebelum jamur tersebut sempat tumbuh lebih besar atau berkembang lebih banyak.

Cara kerja drone agrikultur

Dengan fasilitas kamera multispektral, drone akan memantau lahan pertanian dari udara, lalu menunjukkan tanaman yang terkena hama dan penyakit. Masalah ini dapat ditampilkan dengan baik karena drone agrikultur juga dilengkapi dengan sensor kemampuan digital yang dapat menampilkan gambar lahan pertanian secara detail.

Dengan cara ini, pestisida dapat langsung ditujukan pada tanaman yang memang membutuhkannya, sehingga petani tidak perlu menyiram seluruh bagian lahan. Hal ini tentu saja akan menghemat waktu dan biaya pembelian pestisida. Dengan adanya teknologi semacam ini, satwa liar (yang bukan hama) juga akan hidup lebih aman karena terhindar dari pestisida.

Harganya cukup tinggi, tapi dapat membantu mengurangi pengeluaran jangka panjang dan meningkatkan penjualan hasil pertanian

Drone agrikultur sudah banyak dijual secara online. Di AliExpress, alat ini dijual dengan harga yang bervariasi, mulai dari 1,5 juta hingga 50-an juta Rupiah. Harga tersebut ditentukan oleh bahan body drone, kualitas kamera, dan fasilitas-fasilitas lain yang disediakan.

Meskipun harganya cukup tinggi, sebagai Generasi Millenial kreatif, kamu tidak akan merasa rugi membelinya. Kamu bisa menyewakannya untuk membantu petani-petani lain yang membutuhkan.

Drone agrikultur dapat dipakai untuk lahan yang luas dan jangka waktu yang lama. Selain itu, penggunaan teknologi pertanian yang satu ini juga akan menghemat biaya pembelian pestisida.

Salah satu hal yang paling penting dalam pertanian adalah pasar. Secara umum, pasar menginginkan hasil pertanian yang memiliki kandungan pestisida dan herbisida seminimal mungkin, namun tetap memiliki kualitas yang baik.

Dengan adanya drone agrikultur, penggunaan pestisida dan herbisida tentunya akan semakin berkurang. Hal ini akan meningkatkan kualitas dan penjualan produk hasil pertanian.

AS punya perusahaan penyuplai drone, Indonesia punya Generasi Millenial yang kreatif

Di Amerika Serikat, tepatnya di Colorado, ada perusahaan yang menyuplai drone untuk memetakan tanaman-tanaman yang tidak sehat di ladang petani.

Perusahaan ini bernama Agribotix, sebuah perusahaan yang membuat data analisis mengenai pertanian di daerah Boulder, Colorado, AS. Walaupun hanya ada di AS, Agribotix sudah memproses data yang ditangkap drone dari lahan pertanian di 50 negara (atau lebih).

Meskipun di Indonesia kita belum memiliki perusahaan seperti Agribotix, sebagai Millenial kreatif, kamu harus memikirkan cara untuk meningkatkan pertanian negara kita dengan teknologi terbaru ini.

Kamu mungkin bisa mendirikan komunitas agro di wilayahmu, lalu membeli drone agrikultur untuk disewakan dan digunakan para petani.

Baca: Cara Beriklan di Pak Tani Digital

Penulis: Hutri Cika Berutu 

Reference:

  • nature.com

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini

Comments

  1. Wah… Sangat membantu, kebetulan diwilayah desa saya. Mayoritas petani. Sangat cocok bagi saya. Ingin mencoba membeli dron agrikuktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.