Wisata Pertanian Dewani Tinggalkan Cara Lama Bercocok Tanam

Perkembangan sektor pertanian itu penerapan teknologinya selalu dinamis, dari zaman dulu, era sekarang dan yang akan datang penerapan teknologi akan selalu berkembang. Kalau ingin produktivitas pertanian meningkat, ya harus mampu mengikuti teknologi yang sedang berkembang dan tinggalkan cara lama.

Hal tersebut dikemukakan Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih ketika membuka kawasan Wisata Pertanian Dewani Agrofood, di Masahan Trirenggo Bantul, Sabtu (3/7/2021).

Pembukaan ditandai dengan penandatanganan prasasti, pemotongan pita dan mengawali panen buah jenis sayuran, disaksikan jajaran Forkompimda dan kepala SKPD terkait.

Menurut Bupati Bantul, sektor pertanian merupakan penyumbang ketahanan ekonomi tertinggi kedua setelah sektor industri dan yang ketiga sektor pariwisata.

“Karena itu, guna peningkatan ekonomi di Kabupaten Bantul perlu pengembangan sektor pertanian dengan kerja keras dan menerapkan teknologi yang sedang berkembang, tinggalkan cara-cara lama,” ungkap Bupati Bantul.

Saat ini di Bantul ada sekitar 15.000 hektare lahan pertanian yang tidak sepenuhnya diolah dan dikelola tidak semuanya memanfaatka teknologi baru.

“Itu saja hasilnya bisa menempati urutan kedua dalam menyumbang perekonomian di Bantul setelah sektor industri. Maka kalau dikelola dengan teknologi baru pasti produktivitasnya lebih meningkat,” imbuh Bupati Bantul.

Pengelolaan lahan pertanian di Dewani Agrofood ini ,menurut Abdul Halim, merupakan salah satu percontohan pengelolaan lahan pertanian dengan penerapan teknologi baru. Seperti cara tanam, pemupukan, memilih bibit dan lainnya. Sehingga produktivitasnya lebih tinggi.

Sementara pimpinan Dewani Agrofood, Dyah H Noviani SH menambahkan, Dewani Agrofood selain untuk percontohan cara bercocok tanam modern, juga untuk tempat latihan mengacu pertanian melinial 0.4. Tempat terapi okupasi anak-anak berkebutuhan khusus.

Pelatihan pertanian organik,  outboun bagi siswa, penyediaan bibit unggul dan wisata edukasi.

“Kawasan pertanian seluas 3 hektar ini menjadi kebun inspiratif. Kalau caranya tanam lebih baik hasil yang dipanen juga akan baik,” pungkas Dyah.(Jdm)

 

Sumber : krjogja.com /  Editor: Ary B Prass

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.