Tips Budidaya Terong Agar Cepat Panen

Apakah Anda ingin tertarik dengan budidaya terong? Pak Tani Digital akan membagikan tips-tips supaya terong yang dibudidayakan cepat panen.

Terong (Solanum melongena) merupakan jenis sayuran yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Pada awalnya memang terong merupakan tanaman liar.

Akan tetapi, setelah banyak orang mengetahui khasiatnya, terong kemudian banyak dibudidayakan dan mulai menyebar ke berbagai wilayah seperti Malaysia, Afrika Timur, Afrika Barat dan wilayah Asia lainnya.

Terong sangat baik untuk dikonsumsi karena mengandung berbagai zat gizi, seperti kalsium, Fosfor, Zat Besi, Natrium, Vitamin A, B1, B2, B3, dan C.

Terong juga memiliki banyak sekali manfaat diantaranya: Membantu menurunkan berat badan, sayuran ini memiliki kandungan kalori dan lemak yang rendah. Oleh karena itu, terong dapat menjadi makanan sehat untuk orang-orang yang sedang program diet.

Terong mengandung antioksidan yang tinggi, oleh karena itu terong bermanfaat untuk membantu mengurangi resiko serangan jantung dan penyakit jantung.

Selain untuk kesehatan jantung, terong juga dapat menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit serius seperti stroke, sakit jantung, penurunan fungsi ginjal, penuaan dini, kanker, katarak, dan demensia.

Tips Sukses Budidaya Terong Agar Cepat Panen

Budidaya terong dapat menjadi alternatif pilihan bagi siapa saja yang ingin menjalankan usaha dalam bidang pertanian.

Tanaman terong juga dapat dengan mudah dibudidayakan, serta tumbuh di daerah rendah hingga dataran tinggi. Perawatannya pun tidak rumit, terong dapat tumbuh pada musim kemarau dan penghujan.

Pada kesempatan kali ini, Pak Tani Digital akan memberikan tips agar budidaya terong ini dapat cepat panen, sehingga produktivitas yang didapat tinggi.

Persiapan Pot atau Polybag

Sebagai permulaan, siapkan pot yang berlubang pada bagian bawahnya, atau sebagai alternatif kamu dapat menggunakan polybag. Kemudian pot tersebut dilubangi terlebih dahulu bagian dasarnya karena itu berguna sebagai resapan air, setelah itu Anda bisa memasukkan media tanamnya.

Untuk media tanamnya, gunakan perbandingan tanah dan kompos yaitu 2:1. Diamkan selama sehari atau dua hari barulah bibit terong bisa ditanam.

Jenis tanah yang paling baik untuk budidaya terong adalah tanah lempung berpasir yang subur dan kaya akan bahan organik, memiliki Ph tanah antara 6,8-7,3, berdrainase dan beraerase baik.

Baca Juga: Cara Menanam Terong Gelatik di Pekarangan

budidaya terong ungu

Persiapan Pembibitan

Setelah Anda selesai menyiapkan media pot / polybag, langkah berikut yaitu siapkan tempat penyemaian benih berupa bedengan dengan lebar 1 meter dan tinggi 20 cm.

Sebelum benih disemai, benih yang sudah dikeringkan direndam terlebih dahulu serta diseleksi untuk membuang benih yang tidak baik.

Setelah dikeringkan, peram benih selama 24 jam, benih yang sudah selesai diperam, siap untuk disebarkan.

Pada media tanamnya, buat jarak sekitar 5-10 cm untuk menebarkan benih, lakukan penyiraman pada pagi dan sore hari berturut-turut selama 10-15 hari. Setelah itu, benih baru boleh dipindahkan ke dalam polybag.

Penanaman & Pemeliharaan

Tahap berikutnya adalah penanaman dan pemeliharaan. Pilih bibit terong yang tumbuh subur dan nomal, lalu siram bibit terong sampai benar-benar basah.

Ambil satu bibit untuk ditanam, masukkan ke dalam lubang tanam secara tegak. Siram lubang tanah yang telah ditanami hingga cukup basah (lembap).

Penyiraman harus dilakukan setiap hari pada musim kemarau, sedangkan pada musim penghujan tidak perlu dilakukan penyiraman.

Penanaman terong harus diberikan tongkat atau ajir. Pemasangan ajir sendiri bermanfaat untuk menyangga tanaman agar tidak roboh apakah karena tiupan angin maupun beban berat yang berasal dari buah terong saat tanaman ini berbuah kelak.

Terong

Usahakan dalam budidaya terong, tanaman harus dibersihkan dari gulma, sebab gulma merupakan tanaman pengganggu yang dapat merusak dan mencuri nutrisi yang tanaman terong butuhkan. Hal ini akan menyebabkan produktivitas menurun. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan penyiangan.

Pemupukan dapat dimulai pada saat tanaman terong sudah menginjak umur 15 hari, kemudian 10 hari berikutnya diberikan pupuk lagi sampai umur 45 hari, jenis pupuk yang dapat digunakan adalah pupuk Urea.

Cara pemupukannya adalah dengan membuat larikan disepanjang tanaman lebarnya sekita 5 cm dan dalamnya lebih kurang 7,5 cm. Selanjutnya, pupuk ditaburkan pada larikan kemudian larikan tersebut ditutup kembali.

Panen & Pasca Panen

Umur panen buah terong biasanya setelah 2,5-3 bulan. Selanjutnya panen dapat dilakukan setiap 3-7 hari sekali.

Pemanenan selanjutnya dilakukan dengan memilih buah yang sudah siap dipetik. Dalam satu kali musim tanam, panen dapat dilakukan hingga 24 kali. Pemanenan buah terong dapat dilakukan dengan cara memotong pangkal tangkai buah.


Itulah 4 tips yang bisa Anda praktekkan dalam budidaya terong. Bagaimana, Sobat PTD? Apakah kamu tertarik untuk mencobanya?

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Tips Budidaya Terong Ungu Bagi Pemula

Penulis: Tayah Muti’ah

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.