5 Jenis Singkong Ini Memiliki Keuntungan Melimpah untuk Petani

Apa saja jenis-jenis singkong yang dapat dibudidayakan oleh petani dan mendatangkan keuntungan yang melimpah?

Singkong merupakan makanan yang sangat khas dan lekat dengan Indonesia. Terlebih, selain padi, makanan pokok sumber karbohidrat lainnya adalah singkong sehingga tanaman ini sering dicari oleh masyarakat penjuru nusantara.

Selain itu, singkong juga bisa diolah menjadi bentuk makanan lainnya yang enak, seperti keripik, tape, thiwul, singkong goreng, dan lain sebagainya. Di sisi lain, singkong juga bisa dijadikan sebagai tepung, yang biasa disebut tepung tapioka. Hal itulah yang membuat singkong memiliki beragam manfaat.

Tanaman singkong yang memiliki banyak manfaat, sangat penting bagi petani dalam kehidupan global. Hal ini karena penanaman singkong jauh lebih mudah dibandingkan dengan makanan pokok lainnya, dan permintaan pasar akan singkong tidak pernah habis, bahkan meningkat.

Peluang bisnis budidaya singkong dapat membuat para petani memperoleh keuntungan yang melimpah.

Ada begitu banyak jenis singkong yang biasa dibudidayakan di Indonesia. Setiap singkong memiliki kekhasan tersendiri. Berikut ini merupakan jenis tanaman singkong yang memiliki keuntungan melimpah untuk petani.

Singkong Gajah

Awal mulanya, jenis singkong yang dianggap istimewa ini dibudidayakan di Kalimantan Timur. Pasalnya, singkong gajah ini bisa menghasilkan panen yang melimpah ruah dengan berat hingga 50 kg.

Hal ini tentu saja sangat berbeda dengan tanaman singkong yang biasanya hanya menghasilkan 5-8 kg saja. Singkong ini sangat menguntungkan petani karena dapat memenuhi kebutuhan industri tepung dan juga industri bioetanol.

Singkong Gajah
Foto: kabartani.com

Ciri-ciri tanaman singkong gajah ini yakni batang dan daun muda berwarna ungu kemerahan dengan daun berukuran lebih besar dan lebar daripada tanaman singkong pada umumnya.

Pada saat tanaman sudah memasuki umur 3-4 bulan, maka batang utama akan bercabang tiga.

Baca Juga: Ekspor Hasil Olahan Pertanian, Bakso Hingga Singkong Beku Tembus 2,9 Milyar

Singkong Putih

Singkong ini memiliki beragam manfaat dan bisa diolah menjadi makanan lainnya seperti keripik, singkong rebus, tape, gethuk, dan sebagainya.

Para petani bisa memanen hasil singkong putih ini ketika sudah berumur sekitar 9 bulan. Setiap pohon singkong menghasilkan umbi dengan berat 3 sampai 5 kg saja.

Singkong Manggu

Berbeda dengan singkong gajah, singkong ini berasal dari Jawa Barat dan sangat cocok untuk dijadikan sebagai masakan yang enak.

Masa panen dari singkong manggu yakni sekitar 7 bulan, dan memiliki ukuran lebih kecil daripada singkong gajah. Jika pohon singkong ini ditanam dengan baik, maka akan menghasilkan banyak umbi hingga 10 kg untuk satu pohon singkong manggu.

Singkong Mukibat

Jenis singkong ini diberi nama sesuai dengan nama seseorang yang menemukan varietas singkong ini, yakni Mukibat.

Berat umbi singkong ini hampir sama dengan singkong gajah, yakni hingga 50 kg untuk satu pohon. Para petani bisa memanen singkong mukibat ini ketika berusia 13 bulan.

Singkong Mentega

Singkong Mentega
Foto: bukalapak.com

Jenis tanaman singkong ini diberi nama singkong mentega karena singkong yang dihasilkan berwarna kuning seperti mentega. Singkong ini tidak memiliki ukuran yang terlalu besar, dan dapat dipanen ketika usia pohon singkong mencapai 13 bulan.

Jenis singkong mentega bisa memberi keuntungan yang melimpah untuk para petani, karena beragam manfaat dari olahannya. Singkong ini bisa diolah menjadi tape yang digunakan sebagai oleh-oleh khas bandung. Selain itu, juga bisa diinovasikan untuk membuat cake atau brownies yang enak.


Itulah beberapa jenis pohon singkong yang dibudidayakan di Indonesia dan memiliki keuntungan melimpah untuk para petani. Tetap lakukan perawatan yang baik agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Baca: Panduan Lengkap Budidaya Singkong yang Baik

Penulis: Epin Supini

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.