Budidaya Kencur di Rumah

Kencur (Kaempferia galanga L.) banyak digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai produk, sehingga budidaya kencur sangat menggiurkan. Produk yang menggunakan kencur yaitu seperti jamu, bumbu masakan, campuran minuman, kosmetik, obat-obatan serta campuran rokok pada rokok kretek.

Budidaya kencur bisa dilakukan di rumah sebagai tanaman obat keluarga (toga). Kencur juga dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati batuk, masuk angin, sakit perut dan infeksi bakteri, serta kencur dapat digunakan sebagai penambah nafsu makan.

Kencur selain mudah dibudidayakan di rumah, kencur juga dapat tumbuh hampir pada segala macam tanah dan daerah.

Langkah Budidaya Kencur di Rumah

Berikut 5 langkah budidaya kencur di rumah:

Persiapan bibit kencur

Gunakan bibit kencur (rimpang) dengan umur yang cukup matang dan memiliki calon tunas. Umur ideal rimpang kencur yakni sekitar 10 bulan. Setelah didapat rimpang kencur, kemudian letakkan ditempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Setelah beberapa hari kencur siap ditanam.

Sediakan media tanam

Penanaman kencur di rumah dapat menggunakan beberapa wadah media tanam, seperti polybag, pot atau langsung pada tanah halaman rumah. Penanaman dapat disesuaikan dengan lahan dan lokasi yang ada.

Tanah untuk media tanam dibersihkan dari gulma serta digemburkan, kemudian tambahkan pupuk berupa pupuk kandang/kompos serta abu sekam dan kapur bila diperlukan. Kemudian masukkan tanah ke wadah media tanam atau jika di tanah halaman dapat diberi pagar pembatas agar kencur tidak terinjak.

Baca Juga: Mulai Budidaya Buah Naga dengan 4 Tahap Ini

Tanaman Kencur

Jarak Tanam

Untuk penanaman di dalam polybag, tanam 2-3 rimpang bibit kencur dalam satu polybag. Jika polybag memungkinkan lebih banyak maka lebih baik, tergantung luas permukaan tanah pada polybag.

Penanaman pada lahan halaman dapat dengan penanaman jarak 15 cm antar rimpang kencur.

Pemeliharaan

Pemeliharaan kencur tidak terlalu rumit, namun memerlukan tahapan yang penting. Pemeliharaan berguna untuk menjaga tanaman kencur agar tidak terserang gulma dan penyakit, yang dapat menyebabkan kencur turun produktivitasnya hingga menyebabkan kematian.

1. Penyiangan gulma

Sampai tanaman berumur 6 – 7 bulan, gulma banyak tumbuh di sekitar tanaman kencur. Gulma menyerap nutrisi yang ada di tanah sehingga kencur dapat kekurangan nutrisi dan berujung pada kematian.

2. Penyulaman

Penyulaman dilakukan agar nantinya tanaman kencur panen secara bersamaan, menyeragamkan pemupukan, serta agar tidak bersaing mendapatkan cahaya matahari.

Penyulaman dilakukan dengan memindahkan tanaman yang menumpuk pada tanah yang kosong, atau dengan menanam rimpang yang telah ditumbuhi tunas pada tanaman yang mati.

3. Pembumbunan

Pembumbunan dimaksudkan agar rimpang tanaman kencur selalu tertutup oleh tanah, karena apabila muncul di permukaan tanah, rimpang berwarna hijau tidak bertambah besar, dan kualitas berkurang. Pembumbunan  juga berfungsi agar penyerapan nutrisi oleh akar semakin efisien dan efektif.

Baca Juga: Budidaya Lengkuas di dalam Pot, Terapkan 5 Langkah ini

Panen & Pasca panen

Panen untuk konsumsi dimulai pada umur 6 sampai 10 bulan. Pemanenan dilakukan sesegera mungkin, jika dibiarkan hingga bertahun-tahun akan menyebabkan rimpang tanaman kencur semakin menyusut dan kecil ukurannya

Rimpang Kencur
Rimpang Kencur | Foto: Wikipedia.org

Selain itu, kencur dari pertanaman di atas 1 tahun, kurang baik untuk bibit. Rimpang yang berumur diatas 1 tahun akan lebih kecil ukurannya dari yang berumur 6 sampai 10 bulan, serta akan berdampak pada hasil panen dan banyak anakan.

Bibit yang kecil akan menghasilkan panen yang lebih sedikit dibanding bibit awal yang lebih besar. Setelah bersih rimpang kencur dapat di olah menjadi berbagai produk seperti jamu, obat-obatan serta bumbu masak. Berikut diagram alur penanganan pasca panen kencur.


Itulah langkah-langkah dalam budidaya kencur yang bisa kamu praktekkan di rumah. Nah, apakah Sobat PTD tertarik untuk mencobanya?

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: 4 Tahap Budidaya Cabe Keriting yang Berbuah Lebat

Penulis: Hanif Nalas Wafi
Mahasiswa Peternakan Universitas Andalas Payakumbuh

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Sumber:

  • https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-kencur
  • Otih Rostiana, Rosita SMD, dan Mono Rahardjo. 2005. Standar Prosedur Operasional Budidaya Kencur. Balai penelitian tanaman obat dan aromatic. Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.