Budidaya Buah Naga

Memulai budidaya buah naga merupakan cara hidup sehat masa kini. Rasa manis segar buahnya, beragam produk olahan yang bisa kita nikmati.

Selain dimakan langsung, biasanya ada banyak sekali smoothies, salad, jus, atau bahkan selai yang terbuat dari buah naga.

Selain memang rasa yang tiada dua, buah naga juga menyumbang manfaat untuk kesehatan tubuh. Berdasarkan penelitian, buah naga mampu menjaga kesehatan jantung & ginjal, merawat kecantikan kulit, mengontrol tekanan darah, sampai menurunkan kadar kolesterol berlebih.

Di negara kita, buah naga yang paling umum dijumpai ada 2 jenis yaitu Hylocereus undatus (warna kulit luarnya merah, dagingnya putih) dan Hylocereus polyrhizus (warna kulit luarnya merah, dagingnya juga merah).

Buah naga sangat cocok dibudidayakan pada iklim tropis dengan kemudahan adaptasi cuaca. Kalau ingin hasil yang maksimal, pilih-lah lokasi dataran rendah dengan maksimal ketinggian 350 mdpl. Suhunya sekitar 26-36°C dan kelembabannya 70-90%.

Bagaimana, Anda siap untuk memulai belajar cara budidaya buah naga? Yuk, simak di bawah ini!

Siapkan Bibit yang Unggul

Bibit buah naga yang paling direkomendasikan ialah stek batang. Secara ilmiah, stek batang ini dikenal dengan sebutan cara pembiakan vegetatif. Keunggulannya, lebih mudah dan cepat.

Cara pembiakan ini dimulai dengan memilih tanaman induk yang unggul dan sehat. Setidaknya, pernah berbuah 2-3 kali, menandakan kalau produktivitasnya cukup tinggi. Selain itu, tidak boleh ada hama dan penyakit yang masih menempel.

Setelah berhasil menemukan tanaman induk unggul, tinggal potong saja batang cabangnya kira-kira 30-40 cm. Ujung atas dipotong merata, ujung bawah dipotong runcing, kemudian dikeringanginkan, lalu celupkan ujung batang ke Rootone F (zat pengatur tumbuh) untuk mempercepat pertumbuhan akar.

Bibit Buah Naga

Setelah itu, pindahkan ke polybag yang sudah terisi media tanam. Sekarang, tinggal menunggu persemaian dari bibit buah naga.

Bibit sudah layak dipindahkan ke media tanam yang lebih besar apabila telah berhasil tumbuh (bertambah menjadi 40-50 cm), muncul tunas baru, dan sistem perakarannya kuat.

Baca Juga: Ikuti 4 Tahap Ini untuk Budidaya Apel dari Biji

Pindahkan ke Media Tanam

Apabila bibit tanaman sudah siap, siapkan terlebih dahulu tiang panjatan yang terbuat dari kayu atau bambu. Tingginya sekitar 2 meter, dibuat berbaris dengan jarak 2 meter. Apabila ingin menambah barisan lagi, jarak antarbaris kurang lebih 4 meter.

Sekarang tugas Anda adalah membuat lubang tanam di sekitar tiang panjatan. Per satu tiang panjatan biasanya bisa dibikin 4 lubang tanam.

Pindahkan bibit tanaman ke lubang tanam, jangan lupa ikatkan bibit ke tiang panjatan. Jarak bibit tanaman ke tiang panjatan yaitu sekitar 10 cm.

Penyiapan Tiang Panjatan
Penyiapan Tiang Panjatan

Perawatan Tanaman

Proses yang cukup panjang ada di fase perawatan. Merawat buah naga membutuhkan tenaga ekstra. Ada beberapa perawatan yang harus dilakukan, di antaranya:

1. Pengairan

Untuk pengairannya, bisa dibikinkan parit selebar 20 cm. Alirkan air ke parit lalu bikin bendungan supaya terendam. Diamkan selama 2 jam lalu lepas bendungan.

Penyiraman juga dapat dilakukan langsung menuju ke lubang tanam dengan kapasitas 4-5 liter per tiang panjatan. Intensitas penyiraman pas cuaca panas bisa ditingkatkan, dan dikurangi apabila bibit sudah berbunga dan berbuah.

2. Pemupukan

Pemupukan dilakukan 3-4 bulan sekali. Pupuk yang digunakan ialah pupuk kandang 5-10 kg dan NPK 100 gram per tiang panjatan.

3. Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan pada batang pokok dan cabang. Pilih batang pokok yang paling kuat, potong tunas di bawahnya. Untuk batang cabang juga demikian.

Tujuan dari pemangkasan ialah peremajaan. Hal ini dilakukan agar produktivitas buah naga kembali meningkat.

4. Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama dilakukan agar tanaman tetap terjaga kesehatannya. Jangan sampai terserang hama.

Hama buah naga yang paling umum ialah kutu putih, ditandai dengan lapisan lilin. Cara mengatasinya ialah dengan menyemprotkan insektisida Omite seminggu sekali.

Ada pula hama bekicot, cara mengatasinya adalah cukup bersihkan semua sanitasi, termasuk gulma, karena berpotensi menjadi tempat berkembang biak bekicot.

Untuk pengendalian penyakit, yang sering terjadi ialah busuk pangkal batang. Penyakit ini ditandai dengan batang berubah warna menjadi coklat & lembek (serta ada bercak putih). Cara mengatasinya ialah dengan menyemprotkan fungisida Dithane/Antracol.

Ada pula penyakit yang namanya Fusarium oxysporum Schl, ditandai dengan batangnya yang layu, busuk kering, dan berubah warna menjadi coklat. Cara mengatasinya, pangkas batang yang terserang, perbaiki sanitasi lingkungan dan drainase, pangkas sulur cabang yang tidak teratur, lalu beri fungisida Benlate/Derosal.

Baca Juga: Kanker Batang, Pengancam Panen Buah Naga dan Cara Mengendalikannya

Panen Buah Naga

 

Saatnya Panen

Nah, ini dia saat yang ditunggu-tunggu: pemanenan. Setelah melewati proses perawatan yang panjang, buah naga yang berusia 1-2 tahun telah siap dipanen.

Biasanya, pohon buah naga mampu produktif menghasilkan buah sampai 20 tahun lamanya.

Masa panen buah naga biasanya jatuh pada bulan November hingga April. Untuk kapasitas panennya, biasanya per satu hektar bisa menghasilkan 6-7 ton buah naga.

Itu untuk tahun pertama, ya. Tahun-tahun berikutnya bisa meningkat 2 kali lipat, lho!

Ciri-ciri buah naga yang siap dipanen ialah warnanya mengkilap, jumbai berubah warna dari yang awalnya hijau menjadi kemerahan.

Cara memetiknya adalah dengan menggunakan gunting khusus, dilakukan secara hati-hati supaya tidak merusak batang pokok.

Selanjutnya tinggal disortasi, buah naga mana yang layak dan yang tidak. Biasanya, akan tetap ada buah naga yang cacat, busuk, terkena penyakit, terlalu muda, ataupun terlalu tua.

Bila sudah, tinggal dikemas dan disimpan pada suhu 14-20°C.


Yaps, selesai sudah panduan praktis budidaya buah naga dengan mudah. Bagaimana, cukup jelas bukan? Kalau ada yang ingin ditanyakan, silakan tulis komentar di bawah ya!

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu juga ya!

Baca Juga: Sutarjo, Petani Muda Buah Naga yang Meraih Penghargaan dari Kementan

Penulis: Ifan Prasya

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Referensi:

  • https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-buah-naga
  • http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1369-budidaya-buah-naga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.