Kanker Batang, Pengancam Panen Buah Naga dan Cara Mengendalikannya

Buah naga merupakan salah satu jenis buah yang saat ini banyak digemari oleh masyarakat. Kebanyakan buah naga dikonsumsi secara segar atau hanya sekedar dibuat menjadi jus buah. Buah yang memiliki nama latin Hylocereus sp. ini memiliki banyak manfaat antara lain:

  1. Sebagai penyeimbang kadar gula darah,
  2. Membersihkan darah,
  3. Menguatkan daya kerja otak,
  4. Meningkatkan ketajaman mata,
  5. Mengurangi keluhan panas dalam dan sariawan,
  6. serta banyak manfaat lainnya.

Hal tersebut tak lepas dari kandungan gizi dari buah naga yaitu air, vitamin C, serat, kalsium, zat besi, dan fosfor.

Tanaman buah naga sendiri berasal dari negara Mexico dan baru masuk ke Indonesia pada tahun 2000 yang saat itu diimpor dari Thailand. Tanaman ini dapat dikembangbiakan melalui stek batang dan mulai bisa berbuah setelah mencapai umur 1,5 sampai 2 tahun.

Baca juga: Manfaat Buah Kersen untuk Kesehatan Beserta Cara Mengolahny

Buah Naga

Mengingat jumlah permintaan buah naga yang semakin meningkat, tentu sekarang banyak perkebunan yang membudidayakan tanaman buah naga. Tak jarang ada juga perkebunan yang membuka perkebunan buah naga untuk menjadi agrowisata petik buah. Tentu hal ini menjadi suatu keuntungan tersendiri dari usaha budidaya tanaman buah naga.

Namun, sama seperti budidaya tanaman lain, pembudidayaan tanaman Hylocereus sp atau buah naga juga banyak memiliki kendala. Salah satunya adalah serangan hama dan penyakit. Hama yang paling sering menyerang tanaman buah naga adalah kutu, tungau hingga bekicot.

Tapi, penyakit yang paling mengancam tanaman buah naga bahkan dapat menyebabkan gagal panen adalah adanya penyerangan oleh cendawan dan bakteri yang dapat menyebabkan busuk pada batang. Salah satu cendawan yang sulit dikendalikan dalam budidaya tanaman buah naga adalah serangan cendawan Colletotrichum Gloeosporioide yang dapat menyebabkan bercak pada batang tanaman buah naga.

Baca juga: Cara Mengatasi Penyakit Bulai pada Jagung

Penyakit kanker batang pada tanaman buah naga
Sumber: ruangtani.com

Penyakit yang disebabkan oleh cendawan ini sering disebut juga dengan penyakit kanker batang atau kudis atau karat. Penyakit ini susah dikendalikan karena mudah menular. Umumnya, penyakit kanker batang menyerang pada bagian tunas batang dengan gejala awal berupa bintik putih dan cekung kemudian menyebar hingga ke pangkal batang dan seluruh batang tanaman dengan warna kuning sampai coklat. Lama kelamaan batang yang terserang akan berwarna hitam, keras, kering, dan akhirnya mati.

Salah satu kasus yang pernah terjadi adalah pada tahun 2016 lalu, di sentral buah naga di Jawa Barat dan Jawa Timur, dimana tanaman terserang hingga 50% dan ini menyebabkan petani gagal panen.

Cara Mengendalikan Kanker Batang

Pengendalian kanker batang dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida. Fungisida yang dapat digunakan adalah bubur bordo (BB). Bubur bordo dapat dibuat sendiri oleh para petani dengan langkah-langkah berikut ini:

  1. Mencampurkan tumbukan terusi, kapur, dan air dengan perbandingan 1:1:100,
  2. Diaduk sampai rata kemudian disaring,
  3. Disemprotkan ke seluruh tanaman.

Selain itu, penggunaan bubur bordo juga dapat dikombinasikan dengan minyak sereh wangi atau Cymbopogon nardus dengan konsentrasi 2 ml per liter air (Dra. Jumjunidang M. Si. dan Ir. Irawan Muas M P., dalam Majalah Trubus, 2017).

Baca juga: Cerita Petani Muda Buah Naga

Penulis: Dino Laferda
Mahasiswa Universitas Muria Kudus


Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini.

Solusi Digital Pertanian Indonesia | Mempertemukan petani dan pembeli akhir produk pertanian Indonesia - Sejahteralah Petani Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to Top