Budidaya Bunga Melati Putih

Apakah sobat PTD tahu bahwa bunga melati putih merupakan bunga nasional Indonesia? Terdapat tiga bunga nasional Indonesia, selain melati putih, bunga anggrek bulan dan bunga raflesia arnoldi. Nah, alasan mengapa bunga melati putih dijadikan bunga nasional adalah karena bunga melati putih dianggap mewakili karakter bangsa Indonesia yang sederhana dan memiliki budi pekerti yang elok. Bunga melati putih memiliki wangi yang harum semerbak serta melambangkan ketenangan dan kesederhanaan. Bunga melati putih juga sering digunakan dalam berbagai upacara adat dan kebudayaan di Indonesia.

Sumber gambar: Tukang Taman Surabaya

Nah, jika sobat PTD penasaran seperti apa cara membudidayakan bunga melati putih kita akan membahasnya pada artikel ini. Sebelumnya, kita perlu memahami terlebih dahulu bagaimana syarat tumbuh bunga melati sebagai berikut ini:

  1. Iklim dengan curah hujan intensitas 6-9 hari hujan per bulan serta memiliki iklim 2-3 bulan kering dan 5-6 bulan basah.
  2. Suhu siang hari berkisar antara 28-29℃ dan suhu sekitar 24-30℃ pada malam hari. 
  3. Kelembaban udara 50-80%.
  4. Mendapat cukup sinar matahari.
  5. Mengenai media tanam, tanah yang sesuai adalah podsolik merah kuning, andosol dan latosol. 
  6. Ketinggian tempat yang ideal adalah 100-1600 mdpl.

Baca Juga: Mengenal Mawar Holland dan Cara Budidayanya

Nah setelah mengetahui mengenai syarat tumbuhnya, selanjutnya mari kita bahas mengenai tahapan budidayanya:

Pembibitan

  1. Siapkan tempat untuk penyemaian, bisa  berupa pot atau polybag. Media yang digunakan untuk penyemaian bisa berupa tanah dan pasir. Dan pastikan terdapat lubang di bagian bawah wadah penyemaian.
  2. Isi wadah dengan media tanam secukupnya kemudian siram dengan air bersih. Tancapkan bibit melati yang berupa stek. Selanjutnya siram secara rutin 1-2 kali sehari. 
  3. Usahakan mendapatkan sinar matahari pagi, 
  4. Saat bibit sudah berusia sekitar sebulan dan perakarannya lebih kuat, pindahkan bibit ke wadah yang lebih besar dengan media tanam campuran tanah, pasir, dan pupuk organik (1:1:1),
  5. Rawatlah secara intensif dengan penyiraman, pemupukan, dan penggunaan pestisida dosis rendah selama 3 bulan.

Persiapan Lahan

  1. Bajaklah tanah sedalam 30-40 cm, kemudian biarkan kering selama 15 hari. 
  2. Buatlah bedengan selebar 100-200 cm, dengan tinggi 30-40 cm, dan beri jarak bedengan 40-60 cm dan panjangnya menyesuaikan kondisi lahan,
  3. Jika pH tanah terlalu asam, lakukan pengapuran, bisa dengan dolomit. Fungsi pengapuran ini, selain untuk menetralkan pH tanah, namun juga menambah kandungan kalsium dan magnesium.
  4. Gunakan pupuk kandang dengan menaburkan pupuk di permukaan tanah. 

Penanaman

  1. Sebulan sebelum ditanam, bibit diadaptasikan terlebih dahulu. Beri pupuk dasar per tanaman berupa 2 g KCl dan 3 g TSP.
  2. Siram bibit melati dalam polybag dan sebaiknya setiap lubang tanam ditanami satu bibit melati. 
  3. Jarak antar tanam untuk kultur perkebunan umumnya 1 x 1.5 m.

Baca Juga: Langkah Mudah Budidaya Kemiri

Sumber gambar: InfoPublik

Pemeliharaan dan Perawatan

Mengenai pemeliharaan dan perawatan, perlu dilakukan penyulaman bibit yang mati atau yang tidak normal dengan bibit baru. Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan tidak lebih dari satu bulan setelah penanaman. Selain penyulaman, perlu juga dilakukan penyiangan gulma. 

Pembasmian hama dan penyakit dilakukan dengan menggunakan pestisida dan insektisida yang sesuai.

Pemupukan dilakukan tiga bulan sekali dengan pupuk dan dosis sebagai berikut:

  1. Urea dengan dosis 300-700 kg/ha/th.
  2. KCl dengan dosis 100-300 kg/ha/th.
  3. STP dengan dosis 300-500 kg/ha/th.

Melati membutuhkan pasokan air yang memadai selama masa awal pertumbuhannya. Dalam sebulan pertama, siram air dengan continue selama sebulan pertama. Sebaiknya pengairan dilakukan dua kali sehari di pagi dan sore hari.

Pemanenan

Melati mulai berbunga pada usia 7 bulan sampai setahun setelah tanam. Ciri-ciri bunga melati yang siap dipanen adalah kuntum bunganya yang besar, masih dalam bentuk kuncup atau setengah mekar. Bunga melati juga bisa dipanen berkali-kali setelah tanam sampai usia 5-10 tahun. Untuk pemetikan, lakukan di pagi atau sore hari untuk menghindari sinar matahari yang terlalu terik. 

Nah, sobat PTD demikianlah artikel mengenai budidaya melati semoga bermanfaat!

Baca Juga: Ingin Tanam Bunga Melati Belanda Tapi Masih Pemula? Ikuti 5 Tips Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.