Panduan Budidaya Ubi dengan Stek - GU

Apakah Anda tertarik untuk mencoba budidaya ubi, baik itu ubi jalar maupun ubi kayu? Pada artikel pertanian ini, Pak Tani Digital akan membagikan langkah-langkahnya.

Ubi merupakan salah satu jenis tanaman pangan unggul di Indonesia. Banyak macam ubi yang dapat ditemui, bahkan setiap daerah hampir memiliki varietas yang berbeda.

Jenis ubi yang paling populer secara umum yaitu ubi jalar dan ubi kayu. Masing-masing kaya akan manfaat terutama untuk pembuatan bahan baku dan menjadi produk yang banyak disukai oleh konsumen.

Ubi jalar biasanya diolah menjadi keripik dan daun, sementara daun serta batangnya dapat digunakan sebagai bahan makan ternak. Berbeda dengan ubi kayu, biasanya digunakan sebagai pengganti bahan pangan pokok setelah beras dan jagung.

Bagian daunnya sebagai bahan sayuran dan obat-obatan. Kayunya bisa digunakan sebagai pagar kebun dan bahan bakar masak di desa.

Cara perbanyakan yang efektif untuk budidaya ubi ialah dengan cara stek. Umumnya stek batang menjadi pilihan favorit para petani.  Stek batang diperoleh dari hasil panenan tanaman sebelumnya.

Bagian stek yang diambil yaitu bagian tengah batang agar tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Nah, bagaimana cara budidaya ubi secara keseluruhan dari masing-masing jenis ubi jalar dan kayu.

Baca Juga: 5 Jenis Singkong Ini Memiliki Keuntungan Melimpah untuk Petani

Cara Budidaya Ubi Jalar dan Ubi Kayu

Berikut beberapa teknik penanaman dalam budidaya ubi yang dapat dijadikan panduan bagi Anda:

Penanaman Ubi Jalar

Penanaman ubi jalar bertujuan agar mendapatkan produk dengan ukuran yang sesuai dengan pasar, yaitu sekitar 200-300 gram/umbi.

Oleh karena itu, budidaya ubi jalar harus memperhatikan cara budidaya secara baik agar menghasilkan mutu yang baik pula. Berikut kegiatan yang dapat dilakukan dalam penanaman ubi jalar:

1. Pemilihan bibit

Selain stek batang, bibit ubi jalar dapat diperoleh dari stek pucuk sepanjang 20-25 cm. Stek diambil dari tanaman indukan yang sudah berumur lebih dari 2 bulan.

Sebaiknya, penggunaan stek hanya 3-5 generasi saja karena akan menurunkan hasil jika digunakan terus-menerus. Selanjutnya, dapat menggunakan tunas yang berasal dari semaian umbi sebagai bahan tanaman.

Ubi Jalar

2. Penyiapan lahan

Sebelum penanaman ubi jalar tahap yang harus dilakukan ialah penyiapan lahan dengan pembuatan guludan. Hal ini bertujuan agar ubi tidak tergenang oleh air dan memiliki aerasi yang baik.

Tanah diolah hingga gembur dan diberi pupuk kandang. Lahan didiamkan selama 2 minggu baru siap ditanami.

3. Cara tanam

Penanaman bibit stek ubi jalar dilakukan pengurangan jumlah daun untuk menekan penguapan. Stek ditanam agak miring di atas guludan. Jarak antar stek 20-25 cm.

4. Pemupukan

Dalam budidaya ubi, pemupukan merupakan tahap yang urgen. Akan lebih baik jika pupuk yang digunakan untuk tanaman ubi jalar yaitu dengan pupuk organik.

Akan tetapi, jika dari pupuk buatan sebaiknya dosis  menyesuaikan dan pemberiannya harus tepat. Dosis pemupukan ubi jalar berkisar 100 kg urea/ha, 100 kg SP-36/ha dan 100 kg KCl/ha.

5. Pemeliharaan

Pemangkasan sebagian daun perlu dilakukan tiap satu bulan sekali setelah tanaman ubi jalar sudah bermur 2 bulan. Agar pertumbuhannya baik, sebaiknya lahan bebas dari gulma dan persaingan tanaman pengganggu lainnya.

Selain itu, pencegahan dari hama yang sering menyerang Cylas formicarius. Hama penggerek umbi tersebut dapat menyebabkan rasa ubi menjadi pahit.

Pencegahannya ialah dengan cara rotasi tanaman, penyiangan dan perbaikan guludan agar umbi tetap terpendam di dalam tanah.

6. Panen

Pemanenan ubi jalar dilakukan setelah berumur 4 bulan di dataran rendah dan di dataran tinggi, sekitar umur 5-6 bulan. Waktu tersebut tepat saat ubi memiliki kandungan pati yang maksimum.

Panen umbi dengan cara membongkar dan menggali guludan. Setelah itu, umbi bisa dibersihkan dari tanah.

Baca Juga: 5 Langkah Budidaya Selada Hidroponik dengan Mudah

Penanaman Ubi kayu

Ubi kayu merupakan tanaman yang memiliki adaptasi yang sangat baik, sehingga disebut juga sebagai tanaman pioner. Berikut beberapa langkah saat melakukan budidaya tanaman ubi kayu:

1. Pemilihan bibit

Umumnya bibit ubi kayu diperoleh dari stek batang berukuran 20-30 cm. Stek yang terbaik berasal dari bagian tengah batang tanaman yang telah berumur minimal 8 bulan.

Bibit dipotong 450 pada bagian ujungnya sebelum ditanam. Hal ini bertujuan untuk memperluas daerah perakaran dan sebagai tanda bagian yang ditanam.

Ubi Kayu

2. Penyiapan lahan

Pada daerah yang curah hujannya banyak sebaiknya ubi kayu ditanam di atas guludan. Jika tidak pada curah hujan yang tinggi, pengolahan tanah bisa cara diratakan. Pengguludan dapat dilakukan pada saat tanaman umur 2-3 bulan.

3. Cara tanam

Jika untuk diambil umbinya maka penanaman dilakukan secara vertical, dengan jarak tanam 100 cm antar stek. Akan tetapi, jika diambil daunnya maka stek dapat ditanam rapat secara mendatar agar tunas baru muncul dari setiap buku.

4. Pemeliharaan

Penyiangan dilakukan untuk mengurangi persaingan tanaman dengan gulma. Saat kanopi sudah saling menutupi, penyiangan dihentikan. Ubi kayu dapat tumbuh baik pada unsur hara yang rendah.

Akan tetapi, sebaiknya pupuk organik tetap diberikan untuk menjaga kesuburan tanah. Agar umbi dapat tumbuh dengan optimal, sebaiknya pertumbuhan tunas dikurangi. Daun yang mulai rimbun juga dipangkas agar tidak terlalu rimbun.

5. Panen

Ubi kayu di panen pada umur 9-10 bulan untuk konsumsi. Jika digunakan untuk pembuatan tepung tapioka, sebaiknya ubi kayu dipanen pada umur 12 tahun. Umbi yang sudah dipanen dibersihkan dari tanah yang melekat. Setelah panen ubi kayu alangkah baiknya segera diolah atau dikonsumsi.


Itulah cara mudah dalam budidaya ubi dengan stek. Apakah Sobat PTD tertarik untuk mencobanya?

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Panduan Lengkap Budidaya Singkong yang Baik

Penulis: Erna Mutiasari

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Sumber:

  • Purwono & Purnawati, Heni. 20007. Budidaya 8 Jenis Tanaman Unggul. Penebar Swadaya. Jakarta: Hal 139.p

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.