Pemerintah Antisipasi Kekeringan dengan Hujan Buatan

Kekeringan yang melanda sejumlah daerah di penjuru negeri membuat pemerintah mengambil langkah menurunkan hujan buatan. Dengan dilakukannya hujan buatan, kekeringan berlebih dapat diantisipasi. Kekeringan yang melanda sejumlah daerah akan mengancam ketahanan pangan nasional apalagi sudah melanda selama 21 hari tanpa hujan.

Doni Monardo selaku kepala BNPB mengatakan telah banyak daerah yang mengalami kekeringan. Adapun beberapa daerah yang dilanda kekeringan adalah Pulau Jawa, Bali, NTB dan NTT. “Data yang berhasil dikumpulkan BNPB sampai tanggal 15 Juli, desa yang terdampak telah mencapai 1.963 desa, kecamatan 556, kabupaten sejumlah 79,” kata Doni di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Baca Juga : 7 Cara Mengelola Pengairan Sawah Saat Kekeringan

Berbagai Laporan Program Hujan Buatan Untuk Antisipasi Kekeringan

Data yang dikumpulkan tersebut telah diajukan permohonan kepada berbagai kepala daerah untuk melakukan antisipasi kekeringan. Antisipasi kekeringan itu dilakukan dengan menciptakan hujan buatan.

Doni juga mengaku bahwa permohonan juga disampaikan langsung kepada Presiden Jokowi saat ratas menangani dampak kekeringan, mengingat skala kekeringan ini dapat mengancam hasil produksi komoditas pertanian. “Tadi sesuai dengan arahan Bapak Presiden, BNPB untuk menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan bantuan hujan buatan,” kata Doni.

Baca Juga : Majukan Pertanian Lewat Pembangunan Jalan Sawah

Penerapan hujan buatan pun direalisasikan dengan meminta bantuan lembaga terkait. Doni mengaku memerlukan bantuan dari berbagai lembaga seperti BMKG, BPPT hingga TNI.

“Apapun daerah yang mungkin masih bisa dilaksanakan teknologi modifikasi cuaca, ini juga tergantung dari keadaan awan sehingga apabila awannya masih tersedia sangat mungkin hujan buatan masih bisa dilakukan,” jelas dia.

Ia juga mengusulkan kepada Presiden untuk menyediakan bibit pohon sukun dan aren dalam melakukan penyerapan air lebih banyak untuk menambah ketahanan. “Jadi, kalau tiap desa punya sukun yang cukup banyak, sangat mungkin akar sukun itu bisa mengikat air sehingga ketika musim kemarau panjang, sumber air di desa itu masih bisa terjaga, termasuk juga pohon aren,” ungkap dia lagi.

Disadur dari Detik Finance

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Silahkan klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.