ekspor

Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai perjanjian perdagangan bebas pada sektor pertanian

Perdagangan Bebas

Apa Itu Perjanjian Perdagangan Bebas ?

ekspor
pixabay.com

Baca juga: Perkuat Ekspor Dengan Budidaya Vanili

Free Trade Agreement (FTA) atau perjanjian perdagangan bebas menjadi akses untuk meningkatkan nilai ekspor dalam negeri.

FTA membuat perdagangan barang atau jasa antarnegara dapat melewati perbatasan negara lain tanpa hambatan tarif atau nontarif.

Perjanjian ini berlaku ketika saling membuat perjanjian dan dibentuk unntuk memberikan manfaat  kepada anggotanya, antara lain terjadinya trade creation dan trade diversion.

Trade creation adalah terciptanya transaksi dagang antar anggota FTA yang sebelumnya tidak pernah terjadi.

Akibat adanya insentif-insentif karena terbentuknya FTA. Trade diversion terjadi akibat adanya insentif penurunan tariff.

Misalnya Indonesia yang sebelumnya selalu mengimpor gula hanya dari China beralih menjadi mengimpor gula dari Thailand karena menjadi lebih murah dan berhenti mengimpor gula dari China.

Perjanjian  harus diikuti dengan adanya kebijakan dalam mempermudah eksportir dalam proses sertifikasi

Atau pengurusan sertifikat kesehatan karantina sehingga kontribusi sektor pertanian terhadap ekonomi makro semakin menguat.

Tingkatkan Ekspor

ekspor
pixabay.com

Baca juga: Ekspor Produk Rempah Hingga Ke Mancanegara

Berdasarkan data otomasi IQFAST (Indonesia Quarantine Full Automation System) mencatat bahwa terjadi peningkatan ekspor

Komoditas pertanian melalui Karantina Pertanian Surabaya periode Januari – Juli 2020 sebesar 10 persen dibanding periode yang sama pada sebelumnya (YoY).

Salah satu contoh FTA telah memberikan dukungan khususnya untuk peningkatan ekspor komoditas pertanian Jawa Timur.

Sehingga perlu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perjanjian perdagangan bebas dan implikasi perjanjian tersebut bagi kegiatan ekspor antar negara mitra FTA di Surabaya.

Hal ini juga sejalan dengan Program Gerakan Tiga Kali Ekspor Pertanian (GRATIEKS), dimana ekspor guna meningkatkan kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian tetap mendorong ekspor sebagai

Salah satu upaya meningkatkan pendapatan atau nilai tambah baik petani maupun pelaku agribisnis di tengah keterbatasan karena pandemi Covid-19.


Itulah informasi mengenai perjanjiang perdagangan bebas pada produk pertanian. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga : Permintaan Pasar Taiwan Untuk Produk Holtikultura

Sumber: Liputan6.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.