Cengkeh

Barikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai ekspor produk rempah Indonesia

Ekspor Produk Rempah

Potensi Rempah-Rempah

Cengkeh
Pixabay.com

Baca juga: Permintaan Pasar Taiwan Untuk Produk Holtikultura

Potensi ekpsor rempah-rempah hasil Indoneisa akan dipredikasikan masih akan terus meningkat selama pasokan dari petani dapat terjaga kualitasnya sampai ke negara tujuannya.

Ekspor rempah-rempah ini dpaat bersaing di pasar internasional apabila terus mempertahankan kualitasnya.

Sebelum adanya Covid-19, rempah asal Indoensia sudah dikenal dengan berbagai khasiatnya yang dapat meningkatkan imun tubuh.

Hal ini yang menjadikan permintaan akan rempah-rempah terus berdatangan walaupun harga jualnya tinggi.

Ekspor Rempah Ke Mancanegara

Cengkeh
Pixabay.com

Baca juga: Faktor Penurunan Harga Pada Produk Pertanian

Walaupun terdapat hambatan dalam pendistribuasian rempah-rempah ke berbagai negara tetapi pertumbuhan ekspor tetap memgalami peningkatan.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor rempah hasil pertanian di Sulawesi Utara yakni pala biji, cengkeh, kelapa parut, minyak kelapa, santan kelapa dan bunga pala.

Ekspor tersebut mencapai 3.766 ton dengan negara tujuan Jerman, Cina, India, Singapura, Vietnam, Jepang dan Turki.

Selain itu, Mentan melakuakn inspeksi dan penyerahan sertifikat kesehatan karantina pertanian di Komplek Kantor Badan Penelitian Tanaman Palma (BALITPALMA),

Kegiatan ekspor ini telah melewati tindakan karantina pertanian untuk memenuhi persyaratan negara tujuan. Ekspor rempah asal Sulut senilai Rp 62,1 miliar ini telah dipastikan sehat dan aman.

Sekaligus pula memenuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari (SPS Measures) sesuai aturan dari 7 negara tujuan tersebut.

Hambatan yang terjadi biasanya adalah hambatan tarif pada perdagangan global.

Namun telah berganti dengan kebijakan hambatan teknis dalam perdagangan  yang diakibatkan oleh hal-hal teknis seperti kualitas produk, pengepakan, penandaan, dan persyaratan keamanan pangan.

Brantan memiliki peran strategis dalam untuk menjamin kesehatan dan keamanan produk pertanian tanah air untuk mampu bersaig di pasar internasional.

Selain itu, Brantan juga mendorong proses integrasi layanan digital berupa layanan sertifikat digital atau e-Cert ke berbagai negara.

Sertifkat dikirim secara elektronik dahulu, setelah disetujui barang dikirim sehingga pasti diterimanya tidak ada lagi penolakan atau re-ekspor

Maka dari itu, pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari atau SPS Measure pada produk pertanian yang diperdagangkan menjadi sangat penting.


Itulah informasi mengenai ekpsor produk rempah yang telah memasuki pasar internasional. Smeoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Produksi Pertanian Terancam Akibat Pandemi

Sumber: Liputan6.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.