sayuran

Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai ekspor produk holtikultura yang masuk ke pasar Taiwan

Ekspor Produk Holtikultura

Kekayaan Produk Pertanian

sayuran
pixabay.com

Baca juga: Produksi Pertanian Terancam Akibat Pandemi

Salah satu keunggulan pada sektor holtikultura adalah dari sisi penggunaan lahan yang relatif lebih efisien.

Selain itu kebutuhan lahan untuk holtikultura lebih sedikit dibandingkan dengan kebutuhan lahan perkebunanan, bahkan perkarangan rumah bisa dijadikan untuk budidaya tanaman kebun.

Apabila tanaman holtikulturan memiliki potensi besar maka dapat di garap hingga ke mancanegara. Peluang besar pada kebutuhan pasar luar negri pada saat pandemi.

Salah satu tanaman holtikultura yaitu kubis dari petani yang berasal dari Kabupaten Malang, Jawa timur untuk memenuhi kebutuhan pasar Taiwan.

Dengan kekayaan Indonesia berupa potensi sayuran dan buah-buahan yang sesungguhnya diminati oleh pasar internasional.

Sehingga perlu adanya dorongan untuk terus menuju pasar internasional yang memiliki potensi besar.

Hal ini membuktikan bahwa sektor pertanian mampu diakselerasi dan produknya juga diminati oleh pasar mancanegara yang bukan hanya sebagai ketahanan pangan tetapi memiliki nilai ekspor.

Pelepasan komoditas holtikultura ini langsung dilakukan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Pasar Taiwan

sayuran
pixabay.com

Baca juga: Faktor Penurunan Harga Pada Produk Pertanian

Permintaan komoditas hortikultura berupa kubis di pasar Taiwan, kurang lebih mencapai 230 kontainer dalam waktu satu tahun.

Diharapkan, ekspor tersebut bisa terus meningkat untuk kedepannya dapat diarahkan ke pasar Asia. Selain itu, para eksportir ini telah mengekspor produknya hingga ke Malaysia dan Singapura.

Secara keseluruhan, pengiriman komoditas hortikultura ke tiga negara tersebut, tercatat mencapai 29 kontainer tiap minggunya.

Produk yang diekspor tersebut, kurang lebih mencapai 725 ton tiap minggunya, dengan nilai sebesar Rp 3 miliar.

Selain kubis, produk hortikultura yang diekspor oleh Andre antara lain sawi putih, selada romain, selada lettuce, yang kebanyakan dijadikan bahan baku salad.

Produk-produk yang diekspor, mayoritas berasal dari para petani yang ada di wilayah Kabupaten Malang.

Pada pengiriman kali ini, ekspor komoditas pertanian berupa sayuran kubis sebanyak empat kontainer ke Taiwan.

Masing-masing kontainer berisikan 25 ton kubis dengan harga mencapai Rp 40.000 per kilogram. Diharapkan, ekspor komoditas tersebut bisa terus meningkat.


Itulah informasi mengenai ekspor produk holtikultura. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Kebun Cerdas Untuk Mengatasi Kekurangan Air

Sumber: Liputan6.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.