Apriadi si Petani dan Pengangguran

” Menjadi petani? Emangnya menjanjikan ya? Sudah kotor, panas-panasan, penghasilannya tidak banyak lagi “.

Nah itu mungkin sebagian stigma jelek tentang pertanian yang pada umumnya masih melekat di sebagian besar masyarakat. Stigma tersebut terus menerus diturunkan bahkan oleh orang tua petani sendiri kepada anaknya karena dianggap tidak mampu menjamin masa depan.

Namun berbeda dengan bapak yang satu ini, ia membuktikan bahwa ia mampu menginspirasi kita untuk memajukan sektor pertanian. Bapak yang satu ini dikenal sebagai pengangguran loh di bidang pertanian.

Melihat Apriadi, Si Pengangguran Inspirasi Para Petani

Namanya Apriadi, seorang penangguran, atau dikenal sebagai Pengusaha Anggur Pinggiran. Keren sekali bukan? Pak Apriadi ini tidak berasal dari fakultas pertanian loh. Hanya seorang lulusan asal STM.

Ia tinggal di Kota Salatiga yang berprofesi sebagai petani anggur. Di lahan kebun anggur miliknya, ia menjual bibit anggur tersebut sangat beragam dengan harga yang fantastis. Bibit yang paling murah seharga Rp150.000,- hingga jutaan rupiah tergantung jenis bibitnya loh! Ia juga mengaku bahwa penghasilan Pak Apriadi pun cukup menganggumkan. Sekitar Rp 58 juta perbulannya loh!

Motto Saya : Kualitas Diatas Harga

Ia mengatakan bahwa kualitas menjadi pedoman nomor satu dalam menjadi pengangguran (pengusaha anggur pinggiran).

“Anggur yang dijual di pinggiran itu sudah tidak fresh dan banyak diberi pengawet. Pantas harganya murah.”(Minggu, 4/8/2019).

Baca Juga : Bagas Suratman, Mantan Preman yang Kini Menjadi Petani Sukses

Menurut keterangan Pak Apriadi, anggur yang biasa dijual di pinggiran dengan harga Rp. 18.000,00/kg itu sudah tidak fresh dan diberi pengawet. Artinya, semakin bahaya bagi tubuh kita jika terlalu banyak mengkonsumsinya. Lalu di mana kita mendapat anggur yang segar tanpa pengawet?

” untuk mendapat anggur yang fresh dirasa masih susah. tapi di tempat saya, tinggal datang ke kebun, lihat-lihat, timbag, harganya Rp. 70.000 per kg.”

Ia mengaku memang menjual mahal namun lebih mengutamakan kondisi kesegaran anggurnya untuk pembeli.

Apriadi si Petani dan Pengangguran

Melihat Kilas Balik Pak Apriadi

Berawal dari lulusan STM, lalu menanam anggur di pekarangan rumah di Demak. lalu bermodal sosial media, mampu merubah nasib Pak Apriadi.

Namun tidak hanya menjadi petani anggur loh, ia juga menjadi pembuat pupuk organik loh. Salah satu yang membuat mengapa anggurnya segar adalah pupuk organik yang ia gunakan berasal dari buatannya sendiri.

“Cari bidang yang kamu suka dan tekuni, satu saja. Tapi tetep harus tau yang lainnya juga. Contoh nya saya, anggur dan organik, tetapi saya juga tau komoditas lain. yang penting itu cari title dulu.” Ujar Pak Apriadi.

Baca Juga : Sandi Octa Susila, Sang Petani Muda Sejak Kuliah

Ia juga mengaku bahwa semasa sekolahnya dulu, ia juga sering bolos, namun ia justru mengambil kesempatan bahwa melalui pertanianlah ia mendapat hasil yang baik.

Nah itu dia sedikit ulasan mengenai Pak Sapriadi, si Pengangguran. Bagaimana menurut kamu sobat PTD?

Selain itu, Apakah kamu berani jadi petani?


Yuk bagikan cerita ini juga ke sesama ya sobat PTD!

Baca Juga : 4 Tips Membudidayakan Mangga yang Berbuah Manis

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.