asuransi pertanian

Mau tau informasi mengenai asuransi pertanian untuk mencegah gagal panen? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasinya, Simak ulasannya!

Asuransi Pertanian

Mengenal Asuransi Pertanian

Asuransi di bidang pertanian adalah suatu bentuk perlindungan kepada para petani, melalui perjanjian antara petani dan pihak perusahaan asuransi untuk mengikatkan dirid alam pertanggungan risiko usaha tani khususnya tani padi.

Bertujuan untuk mencegah kerugian di sisi petani apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama proses bercocok tanam. Pertanian dinilai menjadi salah satu jenis usaha yang penuh dengan risiko.

Indonesia adalah negara agraris di mana sekitar 28,79% penduduk Indonesia bekerja pada sektor pertanian sebagai pekerjaan utama.

Indonesia juga adalah negara yang kaya akan sumber daya alamnya karena merupakan negara tropis, namun karena beriklim tropis, ini juga yang dapat menimbulkan gagal panen pada sektor pertanian.

Kebanjiran pada musim hujan, kekeringan pada musim kemarau, selain disebabkan pergantian musim, potensi gagal panen juga dapat disebabkan oleh serangan hama, orgasme pengganggu tumbuhan, dan penyakit.

Masyarakat juga bisa terkena imbasnya dari banyaknya lahan pertanian gagal panen yang akan  memicu kenaikan harga hingga kelangkaan barang.

Maka dari itu, pemerintah perlu turun tangan untuk mengurangi risiko gagal panen ini. Pertanian menjadi sektor yang layak mendapat perhatian lebih.

Hal inilah kemudian yang menjadi dasar diterbitkannya Asuransi Pertanian bagi petani untuk melindungi usaha mereka.

Keikutsertaan dalam program Asuransi Pertanian memberikan alternatif skema pendanaan yang akan melindungi pesertanya agar dapat kembali membiayai usaha pertanian di musim berikutnya apabila terjadi kegagalan panen.

Hingga saat ini satu-satunya perusahaan asuransi umum yang ditunjuk menjadi penyelenggara asuransi pertanian oleh Kementerian Pertanian (Kementan) adalah PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

Program AUTP ini dilaksanakan Kementan berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Di dalam Pasal 37, terdapat amanah kepada pemerintah dan pemerintah daerah  untuk melindungi usaha petani dalam bentuk asuransi pertanian.

asuransi pertanian
sikapiuangmu.ojk.go.id

Baca juga: Harapan Pada KUR Pertanian Untuk Lawan Covid-19

Produk Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)

Jasindo memiliki beberapa produk asuransi yang mendapat dukungan dari Pemerintah, dalam hal pertanian produk yang disediakan adalah Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Yang memberikan perlindungan kepada petani dari ancaman risiko gagal panen sebagai akibat risiko banjir, kekeringan, penyakit dan serangan organisme pengganggu tanaman .

Berikut adalah detail produk AUTP:

  1. Premi : Rp180.000,- dengan bantuan pemerintah 80% premi menjadi Rp36.000,- per hektar/ per musim tanam
  2. Pertanggungan : Maksimal harga pertanggungan Rp6.000.000,- per hektar (ha).
  3. Kriteria petani : Petani penggarap atau petani pemilik lahan maksimal 2 hektar per pendaftaran.
  4. Kriteria lahan : Lahan irigasi atau lahan tadah hujan yang dekat dengan sumber air serta berpengairan teknis, semi teknis dan sederhana.
  5. Ganti rugi  berupa :
  • Umur padi sudah melewati 10 hari setelah tanam (HST)
  • Umur padi sudah melewati 30 hari (tabela/gogo rancah)
  • Intensitas kerusakan =75% (lebih dari sama dengan 75%)
  • Luas kerusakan=75% pada tiap petak alami (lebih dari sama dengan 75%)

Dalam AUTP, petani padi hanya perlu membayar premi sebesar Rp36.000,- per ha/ musim tanam, dengan subsidi pemerintah Rp144.000,- per ha/ musim tanam.

Jika mengalami musibah baik itu banjir atau kekeringan dan terkena hama penyakit, bisa mendapat penggantian berupa uang sebesar Rp 6 juta per ha.

Namun perlu diperhatikan bahwa ada pengecualian polis di mana asuransi pertanian tidak menjamin kerusakan fisik dan/ atau kerugian.

Pada tanaman padi yang dipertanggungkan yang secara langsung atau tidak langsung disebabkan oleh atau sebagai akibat dari:

Kebakaran; Pencurian dan atau kehilangan pada saat dan setelah terjadinya peristiwa yang dijamin polis; Kesengajaan Tertanggung, wakil Tertanggung atau pihak lain atas perintah Tertanggung;

Kesengajaan pihak lain dengan sepengetahuan Tertanggung, kecuali dapat dibuktikan bahwa hal tersebut terjadi di luar kendali Tertanggung; Kesalahan atau kelalaian yang disengaja oleh Tertanggung atau wakil Tertanggung;

Kebakaran hutan, semak, alang-alang atau gambut; Ledakan oleh alat jenis bahan peledak; Reaksi nuklir termasuk tetapi tidak terbatas pada radiasi nuklir, ionisasi, fusi, fisi atau pencemaran radio-aktif, tanpa memandang apakah itu terjadi di dalam atau di luar areal lahan penanaman padi yang dipertanggungkan;

Gempa bumi, letusan gunung berapi dan tsunami; Segala bentuk gangguan usaha dan kerugian keuangan sejenisnya.

SIAP Sebagai Solusi

asuransi pertanian
okezone.com

Baca juga: Petani Daftar Asuransi Pertanian Saat Masuki Musim Tanam

Aplikasi SIAP diluncurkan yaitu merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Pertanian (Kementan) dengan Jasindo untuk mempermudah pendaftaran dan pendataan asuransi.

Setelah bergabung dalam sebuah kelompok dan memahami manfaat jaminan kerugian yang didapat dari program, maka petani bisa segera mendaftarkan diri.

Namun, waktu pendaftaran biasanya paling lambat berlangsung 30 hari sebelum musim tanam atau ternak dimulai.

Untuk mendaftarkan diri, petani juga akan mendapat pendampingan khusus dari petugas Unit Pelaksana Teknis Dinas Daerah (UPTD) Kecamatan serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

SIAP hadir sebagai jawaban atas keluhan para Dinas Pertanian di seluruh Indonesia dan beberapa pihak lainnya mengenai penyajian data atau pendaftaran asuransi tani.

Adanya aplikasi SIAP ini tentunya dapat menyempurnakan penyajian data, memudahkan pendaftaran petani, bahkan mengatasi masalah kurangnya tenaga dari Jasindo yang sempat menjadi keluhan di berbagai daerah.

Kini SIAP hadir untuk meningkatkan pelayanan dengan mempermudah sistem, mendukung pertanian 4.0, serta monitoring pelaksanaan AUTP secara real time. Pendaftaran dan klaim AUTP pun dapat lebih praktis dan mudah.

Kondisi kerugian yang dialami petani terkadang dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan pribadi.

Biasanya petani akan langsung pergi ke tengkulak untuk meminjam modal membangun kembali usaha mereka yang gagal, dan ketika musim panen tiba akhirnya hasil panen tersebut akan dijual sangat murah ke tengkulak sebagai bayarannya.

Tentunya kita semua hendak memutus rantai ini agar petani kita dapat hidup dengan sejahtera. Namun sayangnya, belum banyak perusahaan asuransi di Indonesia yang menjual produk asuransi pertanian.

OJK bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN dan perusahaan asuransi BUMN, menginisiasi perusahaan asuransi baik BUMN maupun swasta untuk menyiapkan produk asuransi pertanian bagi masyarakat.


Itulah informasi mengenai asuransi pertanian yang akan mencegah gagal panen. Se,pga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Toko Tani Solusi Untuk Jaga Pasokan Pangan Saat Pandemi

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Sumber:

  • https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/10525

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.