Ditengah Pandemi Sumut Tetap Ekspor Kelapa Parut ke China

Mau tau informasi mengenai ekpsor kelapa parut ke China? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasinya. Simak ulasannya!

Kelapa Parut

Ekspor Kelapa Parut

kelapa parut
kompas.com

Baca juga: Ditengah Covid-19 Tetap Ekspor Produk Olahan Jagung

Sejak awal tahun 2020, dunia dihebohkan dengan datangnya wabah virus corona (Covid-19) yang berasal dari China. Kehadiran Covid-19 yang kini telah menjadi pandemi turut merusak postur perekonomian global.

China yang sebagai negara pertama yang mengalami wabah Covid-19 membuat perekonomiannya sangat berpengaruh di dunia.

Maka hal ini pasti berdampak pada perekonomian negara lain yang menjadi mitra dagangnya, salah satunya Indonesia.

Tetapi Kementerian Pertanian (Kementan) optimistis dapat meningkatkan ekspor hasil perkebunan di tengah turunnya permintaan ekspor ke Tiongkok ditengah pandemi corona.

Kementan akan mencari pasar ekspor baru hingga meningkatkan ekspor ke mitra dagang yang telah ada.

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan mencatat tidak kurang dari 75.4 ton kelapa parut asal Provinsi Sumatera Utara diekspor ke China sejak Januari hingga April 2020.

Kelapa parut yang merupakan produk olahan dari kepala makin digemari di pasar global. Kini, ekspornya tidak lagi berbentuk kelapa bulat, melainkan sudah menjadi kelapa parut atau santan.

Kondisi ekonomi yang melemah akibat wabah COVID-19 tidak menyurutkan permintaan dari negara China terhadap produk turunan subsektor perkebunan ini.

Selain itu, 18.3 ribu ton atau setara nilai ekonomi Rp 397 miliar berhasil menembus pasar India, Vietnam, dan Malaysia pada periode Januari hingga April 2020.

Selain itu, tren sertifikasi ekspor kelapa parut juga meningkat, baik volume juga negara tujuan ekspornya secara nasional.

Sertifikasi Ekspor Ke China

kelapa parut
jurnalmediaindonesia.com

Baca juga: Ekspor Produk Sawit Turun Akibat Adanya Corona

Sertifikasi ekspor kelapa parut asal Sumut ke Cina pada tahun 2019 mencapai 623 ton.

Untuk ekspor dengan tujuan negara lain mencapai 70.923 ton dengan total nilai Rp 2.8 triliun. Ini meningkat sekitar 12% dari perolehan tahun 2018.

Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin, Kementan kini terus memperbaiki iklim investasi dengan deregulasi dan juga penyediaan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendorong tumbuhnya hilirisasi industri produk pertanian.

Seluruh direktorat teknis di lingkup Kementan fokus untuk program peningkatan produksi dan nilai tambah, khususnya bagi komoditas strategis dan yang memiliki potensi dan peluang ekspor.

Selain itu, bekerja sama dengan jajaran pertanian di seluruh Indonesia, pembangunan pertanian berbasis kawasan berorientasi ekspor juga digalakkan.

Barantan yang ditunjuk untuk menggawangi pencapaian target ekspor telah menyiapkan iMACE, aplikasi peta potensi ekspor sebagai alat bantu pengambilan kebijakan.

Pada kondisi sekarang ini, ekspor produk dalam bentuk olahan menjadi pilihan terbaik. Lebih tahan lama, mudah mengemasnya dan bernilai tambah.

Harapannya selain menambah devisa negara, tentunya berdampak bagi kesejahteraan petani kelapa.


Itulah informasi mengenai ekspor kelapa parut ke China ditengah pandemi cororna. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Upaya KKP Ketika Pandemi Ganggu Ekspor Perikanan

Sumber: detikfinance.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.