Startup Sosial Petani Indonesia
Mau tau informasi mengenai upaya untuk ekspor perikanan saat pandemi? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasinya. Simak ulasannya!
Ekspor Perikanan
Permintaan Perikanan Saat Pandemi

Baca juga: Melirik Potensi Budidaya Perikanan di Riau
Diberlakukannya pandemi virus corona membuat dampak terhadap kinerja produksi ekspor perikanan.
Namun KKP tidak tinggal diam untuk mengambil langkah untuk tetap memastikan produksi untuk perikanan tetap aman walaupun permintaan ekspor ke beberapa negara mengalami penurunan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan sejumlah upaya dalam mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 terhadap industri perikanan dan tidak khawatir akan dampak yang terjadi sekarang ini.
Hingga saat ini pihaknya terus memantau dan memastikan, sekaligus melakukan langkah-langkah antisipatif jika ada tren penurunan ke depan.
Permintaan udang dan ikan di beberapa negara sperti Amerika, China, dan beberapa negara Eropa memang sedang mengalami penurunan dan membatasi impor ikan dan udang konsumsi dari Indonesia karena banyak restoran tutup.
Pemerintah akan mempersiapkan strategi seperti Pemerinth membeli langsung (produksi perikanan) namun tetap menjaga ketersediaan coldstorage untuk menampung hasil perikanan.
Hal ini tentunya akan melakukan koordinasi baik di internal maupun eksternal untuk memastikan ketersediaan stok ikan dan aktivitas pembudidaya
Dikarenakan memang ada pengaruh terhadap penurunan permintaan 10-20% namun tidak terlalu signifikan.
Strategi Untuk Pembudidaya

Baca juga: Pengembangan Budidaya Perikanan yang Ramah Lingkungan
Selain itu, Dampak lainnya seperti terganggunya rantai pasok domestik. Beberapa wilayah di Indonesia telah membatasi akses keluar-masuk guna mengurangi penyebaran virus Covid-19.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar logistik penunjang usaha budi daya ikan dan udang tetap bisa tersalurkan.
Sementara itu pemerintah akan terus mendorong produktivitas budi daya, salah satunya udang vaname di beberapa daerah yang telah menyiapkan strategi untuk menggenjot produksi di hulu.
Daerah-daerah di kawasan pantai Selatan Jawa punya potensi besar untuk kita kembangkan menjadi sentral produksi udang. Namun, tentunya harus pertimbangkan daya dukung lingkungannya.
Sebagai informasi, produksi udang cukup tinggi, produktivitas rata rata tambak yang ia kelola mencapai 28 ton per hektare dengan size 20-25 ekor per kg.
PT. Kawan Kita Semua merupakan salah satu pengelola budi daya udang vaname di Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Namun, penurunan harga udang di pasar, namun sejauh ini aktivitas ekspor masih cukup stabil sehingga aktivitas ekspor masih mereka jalankan.
Kondisi pasar yang kurang menentu dan mengharapkan pemerintah hadir untuk dapat menyelesaikan masalah.
Dan ketika pemerintah hadir ditengah-tengah pembudidaya maka akan ada harapan terhadapt pemerintah dapat memastikan pasar
Serta dapat menyerap produksi yang ada di masyarakat bila tidak maka kondisi pembudidaya akan semakin terpuruk
Itulah informasi mengenai strategi KKP untuk keiatan ekspor perikanan saat pandemi. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!
Sumber: Detik.com
Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di .
Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di