Covid-19 Tidak Menghalangi RI Ekspor Beras ke Singapura

Mau tau informasi mengenai ekspor beras ke Singapura ditengah pandemi? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasinya. Simak ulasannya!

Ekspor Beras

Ekspor Beras Ditengah Pandemi Corona

ekspor beras
timesjatim.com

Baca juga: Ditengah Pandemi Sumut Tetap Ekspor Kelapa Parut ke China

Mengingat kebutuhan sehari-hari masyarakat tetap harus terpenuhi khususnya untuk kebutuhan makanan dan saat ini sektor pertanian saat ini menjadi garda terdepan.

Untuk menghadapi dampak terhadap perekonomian ditengah pandemi corona yang belum diketahui kapan akan berakhir.

Sebagai pilar kekuatan saat ini, sektor pertanian memberikan kabar gembira bagi masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid-19 yang masih belum usai.

Memasuki masa panen raya yang diprediksi terjadi pada akhir Maret, Indonesia berhasil mengekspor perdana 20 ton beras Pandan Wangi Cianjur ke Singapura.

Dengan beras kualitas premium yang merupakan salah satu varietas yang digemari di Negara tersebut. Tekstur pulen beras Pandan Wangi Cianjur juga mengeluarkan aroma wangi alami ketika dimasak.

Keunggulan komparatif ini membuat beras Pandan Wangi Indonesia memiliki market tersendiri di Singapura

ekspor beras yang dilakukan merupakan bentuk komitmen perusahaannya terhadap masyarakat Indonesia

Dan juga dalam rangka menyukseskan Program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) yang dicanangkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Dan berharap agar pemerintah meningkatkan produktivitas serta promosi Pandan Wangi Cianjur dibanding beras serupa dari negara pesaing. Ada nilai lebih dari selisih harga yang dibayarkan dibandingkan ketika membeli beras dari negara lain.

Daya Saing Beras di Pasar Internasional

ekspor beras
tagar.id

Baca juga: Upaya KKP Ketika Pandemi Ganggu Ekspor Perikanan

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian.

Gatut Sumbogodjati menyebut bahwa masa panen produksi Gabah Kering Giling (GKG) pada Maret 2020 diperkirakan mencapai 5.6 juta ton atau sekitar 3.19 juta ton beras.

Pada April 2020 yang merupakan puncak panen raya, diperkirakan produksi GKG mencapai 8.83 juta ton atau sekitar 5.03 juta ton beras.

Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menyebut stok beras dinyatakan aman hingga akhir Mei bahkan surplus 7.77 juta ton.

Selain upaya peningkatan ekspor beras, Pemerintah juga meningkatkan daya saing beras umum di pasar internasional, salah satunya dengan menggunakan mekanisasi pertanian.

Untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi. Sehingga perkiraan surplus untuk komoditas padi juga memberikan angin segar bagi eksportir beras.

Memasuki masa panen raya padi, Kementerian Pertanian menginstruksikan kepada Brigade Alsintan yang ada di Dinas Pertanian di Kabupaten/Kota dan Provinsi untuk melayani permintaan panen dari petani.

Dengan penggunaan mekanisasi pertanian pada saat panen padi selain dapat menurunkan biaya produksi, juga dapat memperbaiki kualitas GKG

Yang dihasilkan serta salah satu upaya meminimalkan interaksi pekerja guna menanggulangi penyebaran Covid-19.


Itulah informasi mengenai ekspor beras ke Singapura ditengah pandemi. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Ekspor Produk Sawit Turun Akibat Adanya Corona

Sumber: Detikfinance.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.