Buah Naga Siap Ekspor Perdana ke China, Bagaimana Persiapannya?

Program pemerintah tetap terus berjalan dan berkomitmen dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Sementara kedaulatan pangan hanya dapat diwujudkan melalui ketersediaan bahan pangan yang cukup dari produksi komoditi di negara sendiri.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementan saat ini fokus meningkatkan produksi komoditas pertanian, untuk menunjang ekspor komoditi ke negara lain. Melihat hal tersebut, buah naga adalah salah satu pilihan dari komoditas holtikultura.

Baca Juga : Ingin Mengekspor Produk-Produk Lokal? Ketahui 5 Tips Ini

Direktorat Jenderal Hortikultura bersama Badan Karantina Pertanian dan Badan Ketahanan Pangan mengawal secara intensif penandatanganan protokol buah naga. Hal ini dilakukan dengan harapan ekspor ke negeri tirai bambu tersebut dapat dilakukan guna memenuhi standar protokol yang berlaku.

Program Persiapan Ekspor Kementan

Untuk mendukung program ini, berbagai upaya percepatan dilakukan oleh Kementan. Seperti pembangunan bangsal pasca panen, penyediaan sarana pasca panen, bimbingan teknis GAP dan GHP hingga rehabilitasi bangunan pengepakan oleh Kementan.

Yasid Taufik selaku Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Holtikultura mengatakan “Ditjen Hortikultura segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah melakukan pembinaan pada kebun registrasi, untuk melaksanakan program pengendalian OPT, pengelolaan kebun dan sanitasinya, termasuk penjadwalan dan pencatatan hasil kegiatan monitoring dan pengendalian OPT di kebun registrasi buah naga,” saat memimpin rapat di kantor Direktorat Jenderal Holtikultura di Jakarta.

Baca Juga : Kisah Agus Suprapto yang Sukses Berbisnis Dalam Mengekspor Jeruk

Dalam rapat tersebut, turut pula hadir perwakilan dari Badan Karantina Pertanian, Badan Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, dan Bali serta para eksportir.

Dengan melaksanakan program persiapan ekspor perdana ke China ini, dapat menjadi awal kebangkitan ekonomi terkhusus petani, ujar Yasid.

Ekspor buah naga
Ilustrasi : Siap ekspor perdana buah naga ke China

Kapan Akan Diekspor?

“Ekspor perdana direncanakan dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Hal ini menjadi awal bangkitnya perekonomian masyarakat petani, khususnya bagi para petani buah naga,” ucapnya.

Yasid juga menerangkan bahwa antara petani dan pelaku usaha maupun pihak eksportir perlu menyatukan semangat dan komitmen agar dapat menjaga kontinuitas ketersediaan pasokan buah naga.

“Petani juga harus mampu menjadi eksportir mandiri sehingga harga yang diterima petani bisa lebih tinggi dari yang sekarang”, tambah Yasid.

Hadi Sulistyo selaku Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa sudah ada 24,58 hektar kebun buah naga yang teregistrasi dan 200 hektar lagi sedang dalam proses.

Baca Juga : 4 Tips Dalam Memilih Jasa Pengiriman Hasil Pertanian

“Provinsi Jawa Timur khususnya Kabupaten Banyuwangi siap untuk launching ekspor perdana komoditas buah naga ke China karena potensi Banyuwangi yang sangat besar,” pungkas Hadi.

Dalam penerapannya, persiapan eksportir buah naga akan dilakukan pendampingan dalam penyaiapan sistem penelusuran buah naga, mulai dari kebun hingga dibawa ke rumah pengepakan, ungkap Anto selaku Kepala Bidang Keamanan Pangan Segar Badan Ketahanan Pangan menyampaikan bahwa Badan Ketahanan Pangan (OKKPP/D) bersama Ditjen Hortikultura.

Disamping itu juga akan melakukan verifikasi oleh tim GACC untuk melihat kondisi kebun buah naga di Banyuwangi sebelum dilanjutkan ke launching ekspor ke Cina di halaman kantor Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, ungkap Turhadi Noerachman, Kepala Bidang Karantina Tumbuhan Non Benih Badan Karantina Pertanian.

Dilansir dari Sindonews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.