Tips Mengekspor Produk Lokal

Bagi Anda yang berpandangan luas dan memiliki modal yang cukup banyak untuk menjual produk lokal ke tempat yang jauh, tidak ada salahnya bagi Anda untuk coba mengekspor produk-produk tersebut.

Menyiapkan Perlengkapan

Perlengkapan yang perlu disiapkan untuk mengekspor produk, antara lain katalog barang, spesifikasi produk, serta menghitung biaya ke negara tujuan. Untuk membuat katalog, Anda jangan ragu untuk membayar fotografer handal yang akan memoles tampilan produk Anda dalam katalog. Namun, tetap memperhatikan standar kualitas barang yang akan diekspor.

Pastikan Anda tidak salah menghitung biaya kirim. Untuk ini, Anda perlu berkomunikasi dengan pengusaha yang sudah melakukan bisnis ekspor. Ada beberapa jenis paket transaksi yang dilakukan oleh eksportir yaitu harga barang + pajak + biaya kirim sampai tujuan alamat importir, harga barang + pajak + biaya kirim sampai pelabuhan terdekat daerah importir, harga barang di pelabuhan terdekat daerah eksportir dalam arti biaya pajak + biaya kirim ditanggung oleh importir.

Menetapkan produk dan negara tujuan ekspor

Produk lokal yang tidak akan mati di luar negeri adalah jenis rempah-rempah. Bukan tanpa alasan karena rempah Indonesia memiliki khas rasa sendiri dan berbagai macam jenis yang bisa diminati oleh masyarakat luar negeri. Anda bisa memulai dari jenis yang dekat dengan lingkungan Anda terlebih dahulu.

Mencari negara tujuan ekspor bukan tidak mudah dilakukan namun ada banyak cara yang bisa dilakukan seperti masuk ke dalam komunitas media sosial ekspor dan impor, mencari website luar negeri yang membutuhkan, mengikuti forum bisnis, dan bertanya kepada pengusaha ekspor.

Baca juga: Melihat Daya Saing 4 Komoditas Ekspor Pertanian Indonesia

Ekspor Produk Lokal

Menyiapkan surat produk

Ada beberapa surat yang diminta oleh pihak importir luar negeri, antara lain Introduction Letter, Offer Sheet, Sales Contract. Dalam introduction Letter, Anda perlu menuliskan perusahaan Anda secara singkat mengenai barang yang dijual, minimal order, harga barang, dan berat barang dalam kuantitas tertentu.

Offer sheet adalah isi penawaran Anda kepada importir, deskripsi barang, mutu dan kualitas barang, waktu pengiriman, harga, dan pembayaran. Sedangkan, contract sales berisikan perjanjian pembelian, kontrak pembelian dalam jangka maupun tonase tertentu, dan garansi barang.

Mempersiapkan sampel barang

Perlu kita sadari bahwa bisnis yang dilakukan jarak jauh dalam jumlah besar, tentu importir perlu mengamati barang secara langsung dan detil. Dalam tahap ini, kirimlah sampel melalui ekspedisi pengiriman luar negeri yang ada di daerah Anda. Selain mengirit tenaga, tentunya Anda tidak perlu mengurus berkas dan perizinan ke dinas terkait, namun biaya yang ditanggung lumayan cukup besar.

Jika importir sudah bersedia melakukan pembelian produk kepada Anda, barulah Anda mengurus surat perizinan ke dinas terkait dan mengirim barang ke pelabuhan untuk proses packaging dan pengangkutan. Lakukan transaksi pembayaran melalui bank yang sudah support transaksi luar negeri seperti: Western Union, Nobu Bank, dan lain sebagainya.

Manfaatkan instansi pemerintah dan swasta dalam promosi

Pemasaran merupakan proses yang sangat penting bagi pengusaha. Oleh karena itu, manfaatkan lembaga-lembaga seperti dinas KUKM, Kementerian Perdagangan, IPTC, dan lain-lain. Hubungi lembaga tersebut secara langsung agar dapat mendaftarkan perusahaan Anda untuk diikutkan dalam acara-acara pameran produk luar negeri.


Itulah 5 tips mengekspor produk lokal yang bisa diterapkan jika berencana memasarkan produk-produk Anda ke luar negeri. Dengan menyiapkan segala kelengkapan administrasi maupun peluang pemasaran, proses mengekspor produk akan berjalan dengan lancar.

Baca juga: 4 Langkah Tata Cara Ekspor untuk Pemula

Penulis: Irjaun Naim

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.