bengkuang

Bengkuang adalah tanaman liana tahunan yang panjangnya mencapai 4-5 m dengan akar sekitar 2 m. Tanaman ini memiliki ciri batang membelit dan menjalar dengan rambut halus di bawah, daun majemuk, memiliki tangkai 8,5-16 cm.

Bengkuang menjadi salah satu jenis tanaman umbi akar atau kormus yang bentuknya bulat seperti gangsing yang beratnya mencapai 5 kg. Umbi bengkuang memiliki kulit yang tipis dengan warna kuning pucat serta daging berwarna putih segar dan rasa manis.

panen bengkuang

Sumber: https://medium.com/@LCupdate/cara-budidaya-bengkoang-supaya-hasil-panen-memuaskan-9457b5beb65

Umbi tersebut memiliki kandungan gula, pati, fosfor, kalsium, serta kandungan air sekitar 86-90% yang menjadi efek pendingin. Bengkoang memiliki manfaat yang baik untuk tubuh, terutama bagi seseorang yang ingin diet kalori dan penderita diabetes.

Untuk menghasilkan budidaya tanaman bengkuang yang baik, diperlukan cara panen bengkuang yang tepat dan benar.

Pemanenan Tanaman Bengkuang

Pemanenan bengkuang dapat dilakukan ketika usia tanaman mencapai 4 bulan. Jika Anda menginginkan buah yang berukuran lebih besar, Anda bisa memanen bengkuang ketika usia 5 bulan dengan maksimal usia 8 bulan. Karena usia panen memengaruhi mutu buah menjadi berserat serta kurang renyah.

Secara fisik, tanaman bengkuang yang bisa dipanen yaitu ketika batang dan daun mulai berwarna kecoklatan. Pada umumnya, bengkoang yang ditanam di dataran rendah dapat dipanen ketika berusia 3,5-5 bulan. Sedangkan yang berada di dataran tinggi bisa dipanen ketika tanaman berusia 2-8 bulan.

BACA JUGA: 5 Tahap Budidaya Bengkoang Organik Dengan Mudah

Dalam memanen bengkuang diperlukan teknik atau cara tersendiri, yaitu dengan mencabut batang tanaman ketika lahan kering serta tidak gembur. Anda bisa menggunakan alat seperti cangkul dan lainnya untuk memudahkan pengangkatan buah bengkuang ke atas permukaan tanah.

Kumpulkan semua buah bengkuang yang sudah diangkat ke permukaan, potong bagian pangkal buah serta potong batang tanaman, hanya perlu menyisakan ujung buah sekitar 15 cm. Hal tersebut berfungsi untuk mengikat buah bengkuang ketika akan dipasarkan.

Pasca Panen Tanaman Bengkuang

Setelah tanaman bengkuang berhasil dipanen, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk menghasilkan buah yang berkualitas. Diantaranya sebagai berikut,

  • Cuci buah bengkuang hingga bersih agar terlihat lebih menarik, sehat, segar, mulus, dan terlihat baik.
  • Keringkan buah bengkuang di ruangan yang terbuka dengan cara menghamparkan alas atau tikar, kemudian bersihkan kembali buah dari beberapa batang dan akar yang tersisa menggunakan pisau.
  • Buatlah pengelompokan buah berdasarkan ukuran yang kecil, sedang, dan besar untuk memudahkan serta mempercepat durasi pengikatan buah.
  • Buatlah ikatan buah bengkuang untuk dipasarkan, di mana dalam satu ikat terdiri dari 2 sampai 5 buah bengkuang. Ikatan tersebut juga disesuaikan dengan kecil besarnya ukuran buah. Jika buah berukuran sedang, dalam satu ikatan terdiri dari 3-4 buah.
  • Sebelum dipasarkan, simpan buah bengkuang di tempat yang terbuka dan tidak menggunakan karung yang tertutup. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga kesegaran buah.
  • Simpan umbi bengkuang di tempat yang bersuhu antara 12 derajat Celcius sampai 16 derajat Celcius. Suhu yang terlalu rendah dapat merusak umbi. Penyimpanan yang tepat, membuat bengkuang bertahan sampai 2 bulan.
  • Bila umbi bengkuang akan dikirim ke pabrik, Anda bisa mengemasinya dalam karung atau curah. Namun bila umbi bengkuang dikirim ke pasar, Anda bisa mengemasinya dalam berbagai bentuk, seperti di simpan dalam keranjang maupun diikat.
  • Selain dipasarkan, hasil panen umbi bengkuang dapat diolah menjadi berbagai makanan dengan cara direbus, dikukus, digoreng, maupun dimakan langsung.

Itulah beberapa penjelasan mengenai cara panen bengkuang serta hal yang harus dilakukan setelahnya. Lakukan dengan benar agar hasilnya maksimal. Semoga bermanfaat.

Referensi:

http://vidi-andrean.blogspot.com/2012/06/pascapanen-bengkuang.html?m=1

https://buahsuper.blogspot.com/2011/11/panen-bengkuang.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.