budidaya bengkoang

Mau tau informasi mengenai budidaya bengkoang dengan mudah? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Budidaya Bengkoang Organik

budidaya bengkoang
alamtani.com

Baca juga: 5 Tahapan Budidaya Selada Romaine Organik

Bengkoang merupakan salah satu tanaman merambat yang dimanfaatkan umbinya baik itu dalam bidang pangan, kecantikan, pengobatan dan lain-lain.

Tidak heran, bengkoang memiliki potensi pasar yang besar untuk dikembangkan serta harga yang cukup bersahabat di pasaran.

Tanaman ini mampu tumbuh dengan ketinggian 200-800 meter di atas permukaan laut. Suhu terbaik untuk tumbuh ialah 25oC dengan pH tanah berkisar 4,5-8.

Di Indonesia sendiri, tanaman bengkoang terdiri dari dua varietas yakni variasi genjah yang dipanen 4-5 bulan dan badur dengan usia panen 7-11 bulan.

Tertarik untuk melakukan budidaya bengkoang? Pada artikel kali ini, akan menjelaskan tahapan yang dapat dilakukan dalam memulai budidaya bengkoang secara organik.

Langkah Budidaya Bengkoang Organik

Menyiapkan Benih dan Bibit

Hal pertama yang perlu anda lakukan dalam melakukan budidaya bengkoang ialah menyiapkan benih yang berkualitas sehingga hasil panen bengkoang yang didapatkan juga berkualitas.

Pembenihan bengkoang dapat dilakukan dengan dua acara yakni: pertama, pembibitan bengkoang dilakukan dengan cara memilih tanaman bengkoang yang terlihat sehat, besar dan berkualitas.

\Tanaman tersebut tidak dipangkas bunganya sampai dibiarkan menghasilkan polong sebagai bakalan benih.

Cara kedua, melakukan seleksi pada umbi bengkoang yang telah dipanen. Pilih hasil umbi terbaik dengan ukuran yang besar dan sehat, biarkan pada daerah lembab sampai menghasilkan tunas.

Pindahkan pada media dengan unsur hara dan pupuk, seleksi kembali tunas terbaik yang dihasilkan. Umumnya cara kedua lebih baik dalam menghasilkan benih dan bibit berkualitas.

Menyiapkan Media Tanam

Sebelum membuat media tanam, ada baiknya anda memperhatikan terlebih dahulu musim yang tepat, musim kemarau antara bulan September-November merupakan waktu ideal untuk mengolah tanah.

Buatlah bedengan sesuai dengan kontur tanah namun kami memberikan referensi dengan lebar 80-100 cm, panjang < 10 m dan tinggi 20-30 cm.

Pada setiap bedengan dibuat jarak antar bedengan sehingga bedeng tidak tergenang oleh air, batasi dengan jarak 40 – 50 cm.

Bedengan yang telah terbentuk dibiarkan beberapa lama, tambahan pupuk organik dengan kotoran hewan pada permukaan bedengan dengan dosis 10 kg/m2.

Menanam Bengkoang

Proses menanam bengkoang dapat dilakukan dengan memanfaatkan dua cara yakni dengan menanam biji atau dengan menanam bagian umbinya.

Hal ini bergantung pada kepentingan dalam melakukan budidaya bengkoang, bila tujuan anda ialah komersialisasi kami sangat menyarankan menggunakan biji namun untuk kualitas terbaik dengan menanam bagian umbinya.

Proses penanaman dilakukan setelah bedengan telah basah oleh hujan sehingga diharapkan setelah proses penanaman akan menghasilkan kecambah bengkoang lebih cepat.

Seleksi biji yang akan ditanam dilakukan dengan merendamnya pada larutan air garam, biji terbaik adalah yang tenggelem.Untuk mencegah adanya hama anda bisa merendam biji yang berkualitas dalam larutan insektisida.

Proses penanaman dilakukan dengan membuat lubang pada masing-masing bedengan. Gunakan tugal dengan diameter 5 cm, dengan jarak tanam 15×15 cm dan kedalaman 3-5 cm.

Tutup bagian lubang yang telah ditanami biji bengkoang, idealnya 1 biji 1 lubang untuk mendapatkan hasil yang maksimal. \

Pada umur 7-10 hari maka kecambah dari biji bengkoang akan muncul dengan prediksi pada umur 14 hari dengan ketinggian 5-10 cm.

Apabila dalam rentang tersebut masih ada beberapa biji bengkoang yang belum menghasilkan kecambah segeralah melakukan penyulaman.

budidaya bengkoang
floradanfaunda.com

Baca juga: Bagaimana Budidaya Kacang Tanah Organik? Ini Caranya

Perawatan Bengkoang

Bengkoang termasuk tanaman yang tahan terhadap cuaca panas, walaupun begitu tetap harus menyiraminya pada suhu ekstrim yang berfungsi untuk menjaga kelembaban.

Umur 2 minggu, batang dari pohon bengkoang sudah muncul, beberapa bagian bengkoang yang sudah tidak seragam dapat disulam dengan kacang untuk meningkatkan unsur hara N.

Umur 3 minggu dilakukan pemupukan dengan dosis 20 ton/hektar menggunakan campuran kompos kering, sekam dan kotoran ayam.

Bila beberapa bagian tanaman tidak tumbuh dengan subur dapat ditambahkan pupuk lagi. Bila umur bengkoang 1 bulan maka dilakukan pengguntingan pada pucuk daun.

Umur 2 bulan kemudian dilakukan pengguntingan pucuk dan bunga yang kedua. Fungsi pengguntingan sangat vital karena akan berpengaruh pada pembentukan umbi bengkoang.

Sehingga nutrisi lebih dominan dalam pembentukan umbi tidak lagi disalurkan dalam pembentukan pucuk dan bunga bengkoang.

Pemupukan lanjutan dilakukan pada umur 2-3 bulan dengan catatan kondisi bedengan dalam keadaan basah. Pemupukan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mempercepat dalam pembentukan umbi bengkoang.

Panen Bengkoang

Proses pemanenan bengkoang dapat dilakukan pada umur 4 bulan. Pemanenan dilakukan dengan mencabut pohon bengkoang atau dengan cara menggali umbi tanaman bengkoang.


Itilah informasi mengenai budidaya bengkoang organik. Selamat mencoba dan semoga berhasil ya sobat PTD!

Baca juga: 5 Tips Budidaya Kangkung Darat Organik Bagi Pemula

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Sumber:

  • https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-bengkuang
  • https://www.infoagribisnis.com/2016/08/budidaya-bengkoang/
  • https://alamtani.com/budidaya-bengkoang-organik/

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.