Startup Sosial Petani Indonesia
Mau tau informasi mengenai dampak ekpsor perikanan ditengah wabah covid-19? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasinya. Simak ulasannya!
Ekspor Perikanan
Damak Virus Corona Pada Sektor Perikanan

Virus Corona (COVID-19) tiga bulan terakhir ini menjadi topik permasalahan di dunia internasional sehingga sangat berpengaruh terhadap perekonomian dunia termasuk Indonesia.
Permasalahan tersebut terjadi pada sektor pariwisata yang mengalami penurunan sangat drastis akibat pelarangan penerbangan
Sementara oleh Pemerintah Indonesia dari dan ke Tiongkok serta perdagangan ekspor dan impor Indonesia-China terutama pada komoditas buah-buahan dan hewan.
Tak hanya impor, beberapa produk ekspor Indonesia ke China juga berpotensi melemah. Secara otomatis, Negeri Tirai Bambu tersebut akan mengurangi jumlah permintaannya.
Terlebih lagi secara global banyak pabrik di China yang mengurangi produksi karena penduduk tidak bisa bekerja akibat Virus COVID-19 ini
Merebaknya virus corona jenis baru, Covid-19 di seluruh penjuru dunia memberikan dampak negatif bagi kalangan pengusaha perikanan.
Kinerja ekspor hasil kelautan dan perikanan Sumatra Selatan mulai anjlok karena terdampak wabah virus corona.
Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (SKIPM) Palembang mencatat salah satu produk yang ekspornya merosot drastis adalah udang belalang, yakni hingga 90 persen pada periode Januari-Februari 2020 (year on year).
Data Penurunan Ekspor Perikanan

Baca juga: PT Japfa Ekspor Produk Pertanian dan Perikanan Rp 56 Miliar
Kepala SKIPM Palembang Sugeng Prayogo mengatakan udang belalang hasil tangkapan nelayan Sumsel selama ini dikirim ke Jakarta untuk selanjutnya diekspor ke berbagai negara seperti Tiongkok, Malaysia dan Singapura.
Semenjak merebaknya virus corona, pemesanan udang belalang ke negeri Tirai Bambu tersebut mengalami penurunan drastis.
Pemesanan udang belalang pada Januari 2019 mencapai 363.020 ekor. Sementara di Februari 2019, jumlahnya meningkat menjadi 365.380 ekor.
Kemudian, jumlah tersebut menurun signifikan pada Januari 2020 yang hanya 215.300 ekor. Volume ekspor semakin anjlok pada Februari 2020 menjadi 39.100 ekor.
Selain udang belalang yang turut terimbas serangan corona adalah kepiting. Jumlah kepiting yang diekspor pada Januari-Februari 2019 mencapai 55.532 ekor.
Sementara pada tahun ini, ekspor kepiting hanya sebanyak 15.785 ekor.
Begitupun dengan produk ikan hias. Di mana untuk ikan hias jenis louhan mengalami penurunan pengiriman menjadi 297 ekor pada Januari 2020.
Jumlah tersebut turun cukup besar jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 1.123 ekor. Merebaknya virus corona membuat beberapa penerbangan ke luar negeri.
khususnya ke China banyak yang ditutup. Sementara proses distribusi sebagian produk perikanan diangkut menggunakan pesawat.
Namun demikian, pihaknya optimistis pemesanan produk tersebut akan kembali stabil setelah serangan virus corona berhasil ditanggulangi dan berharap wabah ini cepat selesai dan perkonomian dunia kembali pulih.
Itulah informasi mengenai ekspor di Sumatera Selatan akibat virus corona. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!
Baca juga: Ekspor Pertanian Naik 0,91% di Tengah Wabah Covid-19
Sumber: Bisnis.com
Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di .
Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di