ekonomi

Mau tau informasi mengenai cara menyelamatkan ekonomi saat corona? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal trsebut. Simak ulasannya!

Permelahan Ekonomi Saat Corona

ekonomi
kompasmoney.com

Baca juga: Dampak Ekspor Perikanan Akibat Virus Corona

Pelemahan perekonomian dunia sekarang ini sangat lambat, 186 negra telah terpapar virus corona. Wabah virus corona (Covid-19) semakin merajalela di Indoensia.

Warga yang terinfeksi semakin bertambah setiap harinya. Pengaruh dari virus ini sangat berdampak bagi perekonomian Indoensia.

Yang terkena dampak paling besar adalah perdagangan dan pariwisata. Ekonomi Indonesia bisa sangat jatuh diserang wabah virus corona. Bukan hanya jatuhnya nilai tukar dan pasar saham, ekonomi riil juga terdampak dari pandemi ini.

Namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemerintah sudah mempersiapkan sederet jurus untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia dari corona (covid-19).

Pemerintah terus bekerja keras untuk mengantisipasi hal ini, untuk mengatasi daya beli masyarakat, untuk mengurangi risiko PHK dan mempertahankan produktivitas ekonomi, produktivitas masyarakat di seluruh wilayah tanah air Indonesia

Strategi Menyelamatkan Ekonomi RI

Memangkas Rencana Belanja

Jokowi perintahkan semua menteri, gubernur, bupati, dan wali kota untuk memangkas rencana belanja yang tidak prioritas di APBN maupun di APBD.

Anggaran perjalanan dinas, pertemuan-pertemuan yang tidak perlu dan belanja-belanja lain yang tidak langsung oleh masyarakat harus dipangkas.

Refocusing Kegiatan dan Realokasi Anggaran

Kementerian dan lembaga di pusat, serta juga pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota harus melakukan refocusing kegiatan dan melakukan realokasi anggaran untuk mempercepat penanganan COVID-19.

Baik terkait dengan isu-isu kesehatan maupun yang terkait dengan isu-isu ekonomi.

Ketersediaan Bahan Pokok

Jokowi minta kementerian, lembaga dan juga pemerintah provinsi, kabupaten dan kota agar selain menangani isu kesehatan masyarakat

Juga harus menjamin ketersediaan bahan pokok dan mempertahankan daya beli masyarakat. Utama masyarakat lapisan bawah, para buruh, pekerja harian, petani, nelayan, dan pelaku UMKM.

Program Padat Karya

Jokowi perintahkan agar program padat karya tunai harus diperbanyak, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan untuk pencegahan penularan COVID-19, seperti dalam bekerja harus menjaga jarak yang aman.

Program padat karya tunai di beberapa kementerian seperti Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, Kementerian KKP harus segera dieksekusi.

Dana desa dan program-program pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota juga harus mengutamakan cara-cara padat karya.

ekonomi
suarasurabayacom

Baca juga: Jangan Impor, Corona Peluang Besar Pertanian

Tambahan Pemegang Kartu Sembako

Pemerintah berikan tambahan manfaat terhadap pemegang Kartu Sembako sebesar Rp 50.000 per keluarga menjadi Rp 200.000 selama 6 bulan. Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 4,56 triliun

Implementasi Kartu Pra Kerja

Pemerintah mempercepat implementasi Kartu Pra Kerja. Tujuannya untuk mengantisipasi para pekerja yang terkena PHK, para pekerja harian yang kehilangan penghasilan.

Para pengusaha mikro yang kehilangan pasar dan omset agar dapat meningkatkan kompetensi dan kualitas SDM-nya. Alokasi anggaran yang disediakan di dalam kartu pra kerja ini sebesar Rp 10 triliun.

Pembayaran PPh

Pemerintah akan menalangi pembayaran PPh pasal 21 yang selama ini dibayar sendiri para pekerja. Hal ini dalam rangka memberikan tambahan penghasilan kepada pekerja di industri pengolahan. Alokasi yang diberikan Rp 8,6 triliun

Relaksasi Kredit UMKM OJK

memberikan relaksasi kredit UMKM untuk nilai kredit di bawah Rp 10 miliar dengan tujuan usaha. Nasabah akan dibebaskan pembayaran cicilan dan bunga selama 1 tahun.

Selain itu bank maupun perusahaan pembiayaan dilarang menagih angsuran kredit kendaraan ojek online dan supir taksi selama 1 tahun.

Dua Stimulus

Pemerintah memberikan dua stimulus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang sedang melakukan kredit kepemilikan rumah bersubsidi.

Pemerintah memberikan subsidi selisih bunga selama 10 tahun. Jika bunga di atas 5% maka selisih bunganya akan dibayar pemerintah.

Pemerintah juga memberikan subsidi bantuan uang muka bagi yang mengambil kredit rumah bersubsidi. Anggaran yang disiapkan Rp. 1,5 triliun.


Itulah strategi untuk menyelamatkan ekonomi dari serangan corona. Semoga informasi yang diberikan dapat bermnafaat ya sobat PTD!

Baca juga: Akibat Corona Kopi Jadi Senjata Hadapi Pelemahan Ekonomi

Sumber: Detik.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.