Apa saja faktor penentu keberhasilan dari dilakukannya inseminasi buatan pada ternak sapi?

Teknologi inseminasi buatan merupakan teknologi yang digunakan untuk memudahkan proses perkawinan dengan memasukkan air mani sapi jantan pada sapi betina (resipien).

Pelaksanaan teknologi ini memiliki kelemahan dibandingkan dengan kawin alami pada umumnya karena jumlah semen yang dimasukkan tidak sebanyak kawin alami yang memasukkan jumah sperma hingga miliaran sehingga potensi terjadinya kebuntingan sangatlah tinggi.

Pemanfaatan teknologi inseminasi buatan pada sapi betina kadang kala tidak langsung menunjukkan hasilnya di lapangan sebagaimana yang diharapkan. Oleh karena itu, bagi Anda yang akan menggunakan teknologi ini, wajib ketahui 5 faktor yang menentukan berhasilnya inseminasi buatan hingga terjadi bunting pada sapi betina:

Siklus Birahi

Dasar yang wajib Anda ketahui sebelum melaksanakan teknologi inseminasi buatan ialah siklus birahi pada sapi milik Anda.

Siklus birahi merupakan masa-masa dimana terjadi penerimaan sapi betina untuk dinaiki oleh sapi jantan sehingga bisa dilakukan pemasukkan air mani karena waktu terjadinya ovulasi sel telur berlangsung pada  siklus birahi tersebut.

Berdasarkan teorinya, satu kali siklus birahi berlangsung 18-24 hari, sedangkan rata-rata berlangsungnya di lapangan ialah 21 hari. Lamanya birahi pada sapi adalah sekitar 18 jam (12 – 22 jam) atau sekitar 2-3 hari.

Tetapi, Anda tidak perlu menghitung seperti itu, karena Anda bisa melakukan pengamatan berdasarkan gejala yang terjadi seperti:

  • Vagina sapi betina mengeluarkan lendir yang berwarna jernih yang menempel pada ekor ataupun paha sapi Anda
  • Vulva (bibir vagina) pada sapi Anda kelihatan berwarna merah dan membengkak
  • Kadang terlihat agresif dengan menaiki sapi betina lain dan diam saat dinaiki sapi lain
  • Nafsu makan umumnya berkurang
  • Sering gelisah, rebut dan sering kencing

Baca juga: 5 Tips Ampuh Menggemukkan Sapi dalam 3 Bulan

Waktu Inseminasi Buatan

Waktu pelaksanaan inseminasi buatan menjadi salah satu hal penting yang mempengaruhi terjadinya proses fertilisasi pada sel telur dan sel sperma.

Hal ini penting untuk diketahui oleh pemilik dan inseminator pelaksana karena berdasarkan birahi pada ternak sapi Anda dan prediksi waktu ovulasi sel telur sapi betina.

Teknologi Inseminasi Buatan pada SApi

Oleh karena itu, pelaksanaan inseminasi buatan biasanya dilakukan dengan metode prediksi dengan memperhatikan hal-hal berikut ini:

  • Birahi pada pagi hari sampai jam 10.00

Dapat dilaksanakan inseminasi buatan pada siang atau sore hari namun tingkat keberhasilan lebih banyak didapatkan pada sore hari. Apabila Anda menunggu hingga hari berikutnya (besok) pagi, maka pelaksanaan IB sudah terlambat.

  • Birahi pada siang hari sampai jam 15.00

Inseminasi buatan dapat dilaksanakan pada sore/malam hari ataupun besok pagi sampai jam 08.00, tetapi pada umumnya kebanyakan tingkat keberhasilan akan diperoleh pada malam sampai pagi hari. Bila Anda melaksanakannya pada pagi hari (besok) melewati jam 08.00, maka pelaksanaan IB sudah tergolong terlambat.

  • Birahi sore atau malam hari

Inseminasi buatan dapat dilaksanakan pada malam hari itu juga atau menunggu besok pagi sampai dengan jam 10.00 pagi. Bila pelaksanaannya dilakukan besok hari melewati jam 15.00, pelaksanaan IB tergolong telah terlambat.

Sapi Resipien

Sapi resipien atau sapi donor merupakan sapi betina yang digunakan sebagai indukan sapi sehingga sangatlah penting untuk memilih sapi betina yang produktif.

Seringkali dalam pelaksanaan inseminasi buatan, sudah sempurna dengan teknik yang baik. Tetapi, bila menggunakan sapi betina yang tidak produktif, hal ini berakibat pada terjadinya fertilisasi karena indukan sapi tidak mampu menghasilkan sel telur.

Perhatikan pula jangan sampai terjadi gangguan reproduksi pada sapi betina sebelum melaksanakan teknik ini. Sapi betina yang Anda gunakan sebaiknya memiliki garis keturunan dengan produktivitas yang tinggi. Pemberian ransum yang berkualitas tinggi dan baik pun akan meningkatkan kemampuan reproduksi ternak sapi Anda.

Baca juga: Cara Mengolah Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik

Peternak/Pemilik

Pelaksaaan inseminasi buatan atau IB yang sempurna wajib mengikutkan peternak atau pemilik ternak yang berwawasan dalam pemeliharaan ternak.

Sapi Jawa

Anda sebagai peternak atau pemilik ternak wajib mulai belajar tentang berlangsungnya siklus birahi pada sapi, mulai pada hari pertama sampai hari terakhir. Umumnya, berlangsung selama 21 hari.

Anda bisa menyesuaikan dengan ternak peliharaan Anda. Ada baiknya Anda melakukan pencatatan atau recording untuk manajemen reproduksi yang baik. Bila tanda estrus telah terjadi, segera laporkan pada petugas inseminator atau dinas terkait yang dapat membantu Anda.

Petugas Inseminator

Hal terakhir yang menentukan keberhasilan teknologi inseminasi buatan ialah petugas inseminator yang jasanya digunakan.

Utamakan gunakan jasa inseminator yang telah memiliki sertifikat keterampilan yang biasanya telah dilatih dan dididik oleh jajaan Kementrian Pertanian, Provinsi, Kabupaten/Kota.

Petugas inseminator harus menerapkan sistem yang sesuai dengan SOP, melakukan teknik dan kepercayaan dengan baik dengan tujuan untuk menghasilkan ternak bunting. Dengan catatan, tidak hanya menggugurkan kewajiban sebagai inseminator, tetapi juga menjaga kebersihan saat pelaksanaannya.

Melakukan pencatatan atau recording setelah melaksanakan inseminasi buatan pada sapi, Anda juga wajib melaksanakannya.

Setelah 21 hari kemudian, bila tidak terjadi siklus birahi atau terlihat tanda-tanda estrus, berarti sapi Anda telah bunting. Periksakan dengan petugas PKB. Bila Anda kesulitan menemui inseminator, Anda bisa menggunakan jasa pelayanan oleh Dokter Hewan.


Itulah 5 syarat dan faktor penentu keberhasilan dari teknologi inseminasi buatan pada ternak sapi. Nah, bagaimana menurut kamu, Sobat PTD?

Klik & Baca: 7 Keuntungan Inseminasi Buatan pada Ternak Sapi

Penulis: Suryadi Pappa

Sumber: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. 1999. Inseminasi Buatan Pada Sapi. Kementerian Pertanian Indonesia

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.