Fitobiotik, Pengganti Antibiotik pada Ternak yang Ramah Lingkungan

Penggunaan antibiotik yang selama ini tidak terkontrol menjadi bahan pembicaraan yang cukup hangat di bidang kesehatan manusia. Terhitung, beberapa bakteri telah dikatakan resisten terhadap antibiotik namun persoalan resistensi antibiotik juga dirasakan dalam bidang kesehatan hewan.

Selama ini, pemanfaatan antibiotik sebagai AGP (antibiotic growth promotors) yang pemakaiannya untuk meningkatkan jumlah serapan pakan dan penangkal penyakit secara terus-menerus, menyebabkan antibiotik tidak lagi mempan sebagai obat terapi pada hewan ternak.

Selain itu, praktik jual-beli antibiotik secara bebas di beberapa grosiran Toko Tani masih beredar luas di masyarakat tanpa resep dari Dokter Hewan. Adapun legalitas hukum yang mengatur penggunaan obat hewan baru keluar pada tahun 2017 dengan Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 14 Tahun 2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan dimana obat antibiotik masuk dalam jajaran Obat Keras yang seharusnya dikeluarkan dengan Resep Dokter Hewan sehingga pemakaian antibiotik selama ini dirasakan tidak rasional dan tidak bijak.

Dalam upaya menanggulangi permasalahan tersebut, sebenarnya alam kita telah memberikannya terlebih dahulu dengan menghadirkan obat alami yang berfungsi sebagai pengobatan bakteri. Dengan begitu, penggunaan antibiotik sintetik yang selama ini digunakan pada hewan seyogianya diberikan sebagai opsi terakhir, dengan catatan mendapatkannya melalui resep Dokter Hewan sehingga lebih bijak dan lebih rasional dalam menggunakannya.

Nah, membahas lebih lanjut mengenai obat alami sebagai pengobatan mikroba, para ahli telah mengklasifikasikannya ke dalam satu bidang studi yakni Fitobiotik. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai Fitobiotik.

Apa itu Fitobiotik?

Fitobiotik adalah tanaman yang mengandung senyawa kimia yang bermanfaat bagi tubuh makhluk hidup. Selain itu, fungsinya dapat berperan ganda sebagai feed additive dalam formulasi pakan untuk meningkatkan produktivitas ternak. Konsep pemberian tanaman sebagai bahan penyembuh telah lama ada sejak dulu namun terlupakan karena onset kerja yang lebih lama dibandingkan dengan obat sintetik tetapi memiliki efek samping yang lebih rendah dibandingkan dengan obat sintetik pada umumnya.

Daun Binahong, Salah Satu Fiobiotik Pada Unggas (kradiojember.com)
Daun Binahong, Salah Satu Fiobiotik Pada Unggas (kradiojember.com) | Foto: kradiojember.com

Adapun beberapa contoh fitobiotik yang dapat Anda gunakan sebagai feed additive dalam pakan sebagai pencegahan penyakit pada ternak yaitu temulawak, kunyit, jintan hitam, bawang putih, jahe, dan beberapa tanaman jenis lainnya. Penggunaannya dapat diberikan secara langsung atau dibuat dalam bentuk ekstraksi, dalam bentuk sediaan bubuk yang dicampurkan di dalam pakan ternak, dan pemberian sediaan cairan untuk ditambahkan pada air minum atau dicecokkan ke mulut ternak.

Baca juga: Ingin Mengaplikasikan Pakan Ternak Fermentasi? Ketahui 3 Tips Ini Dulu

Bagaimana Cara Kerjanya dan Manfaatnya?

Fungsi obat fitobiotik mampu bekerja dengan mempengaruhi sistem syaraf, metabolisme serta meningkatkan fungsi dan kekebalan tubuh. Bau dan rasa yang dihasilkan dari tanaman obat akan mempengaruhi fungsi otak dengan menstimulasi kelenjar saliva dan sekresi cairan pencernaan pada lambung, hati, pankreas, dan usus kecil yang berguna dalam mengontrol efektivitas enzim pencernaan. Lingkungan asam akan berpengaruh baik pada bakteri baik dan berefek toksik pada bakteri patogen.

Fungsi lainnya ialah antistress atau immunomodulatory, khususnya pada ternak yang memakan zat anti-nutrisi, mengalami diare atau gangguan pencernaan lainnya sehingga mampu menstimulasi pencernaan rumen pada masa pra-ruminasi dan menghindari gangguan pencernaan karena efek antimicrobial.

Tanaman obat pun mampu meningkatkan kecernaan zat-zat makanan yang berfungsi sebagai probiotik serta meningkatkan metabolisme nitrogen, asam amino, glukosa, dan konversi energi guna meningkatkan bobot badan dan produktivitas ternak.

Selain itu, tanaman obat berguna sebagai pengawet alami pada pakan ternak dengan efek anti-microbial. Yang tidak kalah menarik adalah fungsinya sebagai pembentukan sistem kekebalan tubuh pada ternak dengan menstimulasi sistem saraf pusat, memperbaiki dan mempertahankan permukaan epitel tubuh, meningkatkan fungsi liver dan ginjal, meningkatkan produksi sel darah putih, dan menghambat replikasi virus.

Mekanisme kerja tanaman obat sebagai Fitobiotik
Sumber: Maria Ulfah, 2006

Tanaman sebagai fitobiotik, memiliki senyawa metabolit sekunder yang bermanfaat bagi tubuh ternak, bukan hanya sebagai feed additive, namun juga berfungsi secara biokimia, bioaktivitas, maupun aktivitas kimia lainnya dalam memperlancar fungsi kerja tubuh, utamanya sistem pencernaan. Senyawa tersebut seperti essenstial oils, alkaloid, asam, steroid, tannin, saponin, dan kelompok utama lainnya.

Senyawa Essential oils atau minyak atsiri merupakan salah satu senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri dan antifungi dalam menekan pertumbuhan bakteri patogen dalam tubuh, bakteri gram positif (Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus), bakteri gram negatif (Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa), serta kelompok fungi (Penicillium aurantiogriseumPenicillium expansumPenicillium citrinumPenicillium digitatum, dan Aspergillus niger).

Baca juga: Cara Membuat Alat Pemberi Pakan Ikan Otomatis SGDB

Dimana Bisa Mendapatkannya?

Tentu saja untuk mendapatkannya, alam Indonesia menyediakan semua tanaman tersebut di alam sekitar. Mungkin Anda harus membudidayakannya dengan halaman yang luas dan butuh waktu yang cukup lama sehingga perlu dipanen lagi. Tetapi, jangan khawatir tentang itu karena Anda sudah bisa mulai melirik beberapa produk yang sebenarnya sudah siap digunakan dan telah dikomersialisasikan oleh beberapa produsen di Indonesia namun kemungkinan penyebarannya masih kurang merata.

Beberapa tanaman obat (fitobiotik), khususnya pada peternakan unggas, telah tersebar di beberapa negara maju seperti Belgia, Spanyol, dan negara lain seperti India yang sudah mulai menerapkan sistem ini sebagai feed additive pada pakan ternak.

Unggas Ayam

Di negara Indonesia sendiri, penggunaannya tergolong masih banyak dalam bentuk jamu yang diproduksi secara rumah tangga dan sudah mulai banyak dikembangkan oleh Universitas maupun produsen pabrikan pengobatan serta pelaku importir produk obat hewan di Indonesia.


Adapun peluang ini bisa ditangkap sebagai salah satu industri yang perlu kamu perhatikan sebagai peluang bisnis yang menggiurkan. Tetapi, yang paling penting dari kesemuanya adalah Fitobiotik dapat menjadi solusi untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik pada ternak, membuat industri peternakan menjadi ramah lingkungan, serta tentu saja berkelanjutan guna menyejahterahkan peternak dan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Probiotik, Solusi Peningkatan Kualitas Ikan yang Ramah Lingkungan

Penulis : Suryadi Pappa

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.