budidaya jamur harimau

Apakan kamu tertarik untuk melakukan budidaya jamur harimau? jika ya, yuk jadiin artikel ini sebagai panduan kamu.

Jamur Harimau atau dikenal dengan Jamur Petir mulai menjadi primadona sejak diketahui mempunyai banyak manfaat untuk pengobatan alternatif.

Diketahui dari beberapa sumber, jamur jenis ini dapat menyembuhkan beberapa penyakit kronik yaitu hipertansi, kanker, juga diabetes.

Nah, yang membuat Jamur Harimau menjadi semakin menarik karena harga dan teknik budidayanya juga tidak terlalu sulit. Selain itu, waktu panennya juga relatif singkat.

Beberapa sumber mengatakan Jamur Harimau bisa dipanen dalam jangka waktu 10 hari pada musim kemarau. Tentu saja yang perlu diperhatikan adalah cara dan teknik budidaya yang benar.

Tidak ada syarat khusus, Budidaya Jamur Harimau hampir sama dengan teknik budiddaya jamur lainnya, yang perlu dipersiapkan pertama kali adalah rumah jamur atau dikenal juga dengan kumbung jamur.

Kemudian, mempersiapkan bibit jamur, baglog dan tentu saja komitmen untuk serius, karena Petani millenial sering kali gagal bukan karena tidak bisa, tapi komitmennya untuk terjun ke dunia usaha bidang pertanian kurang.

Cara Budidaya Jamur Harimau

Kalau kamu sudah memutuskan untuk terjun ke Dunia “Penjamuran”, usaha bidang pertanian khusunya Jamur Harimau berikut langkah mudah yang bisa kamu lakukan:

Baca Juga: Ingin Budidaya Jamur Tiram? Ini Panduan Lengkapnya

Persiapan Rumah Jamur/Kumbung Jamur

Langkah awal untuk Budidaya Jamur Harimau adalah kamu harus mempersiapkan Rumah Jamur, tidak perlu pusing  karena kamu tidak harus punya lahan yang luas, tergantung pada jumlah baglog.

Biasanya untuk 1000 baglog membutuhkan ruang kumbung dengan ukuran panjang 4 m, Lebar 6 m dan tinggi sekitar 3-6 m. Kemudian selanjutanya yang perlu diperhatikan bahan bangunan kumbung, kamu dapat meyesuaikannya dengan keuangan yang disanggupi.

Kumbung bisa dibangun dengan bahan beton, nah untuk bajed yang murah, kumbung jamur juga bisa dibangun dari triplex dan bambu. Perlu diperhatikan adalah sirkulasi, suhu dan kelembaban udara dalam kumbung.

Suhu untuk budidaya jamur tergantung jenis jamurnya, untuk jamur mesofilik tumbuh pada suhu 25 – 37 0 C dengan suhu optimumnya sekitar 30 0 C.

Untuk jamur thermopilik tumbuh pada suhu sekitar 40 – 75 0 C, dengan suhu optimum 55 0 C. Untuk kelembaban pada kubung yang dibutuhkan adalah 80 – 90 %.

jamurharimau
ngopi88.com

Persiapan Media Tanam/ Baglog

Setelah kumbung dipersiapkan selanjutnya adalah mempersiapkan media tanam atau biasa disebut baglog. Media tanam untuk jamur Harimau terdiri dari serbuk kayu halus 75 – 80 %, bekatul  halus yang sudah diayak 2 – 5 %, Kapur 1 – 2 % dan biji – bijian 2 – 3 %.

Campurkan bahan hingga sama rata dengan menambahkan air sedikit saja, hingga kelembaban mencapai 80 –  85 % pada tanaman.

Kemudian proses selanjutnya adalah sterilisasi. Secara sederhana proses sterilisasi baglog dapat dilakukan dengan cara merebus baglog.

Baglog ditempatkan pada drum atau wadah tahan api. Proses perebusan berlangsung selama 7 – 8 jam. Usahakan api dalam kondisi stabil supaya proses sterilisasi berjalan optimal.

Mempersiapakan bahan utama yaitu serbuk kayu halus yang sudah diayak(75-80%), bekatul halus yang sudah diayak (2-5%). kapur (1-2%) dan biji bijian (2-3%). Campurkan dan diaduk hingga merata.

Kemudian tambahkan air sampai kelembaban mencapai 80%-85%. Selanjutnya sterilisasi, sangat penting untuk mematikan sumber yang terkontaminasi pada media tanam.

Melakukan sterilisasi sangat sederhana, yaitu dengan merebusnya dengan api yang stabil selama 7-8 jam pada wadah atau juga dapat menggunakan drum.

Hal ini cukup lah efektif apabila dilakukan dengan benar, maka tingkat kontaminasi dapat ditekan 98%. Hal yang dilakukan selanjutnya adalah pemindahan baglog yang sudah dingin ke ruangan yang disediakan sebagai proses media tanam.

Persiapan Bibit Jamur

Proses pembibitan jamur disebut juga proses inokulasi, karena untuk budidaya jamur kita menggunakan inokulum yang berasal dari bagian tertentu jamur.

Untuk jamur harimau inokulum berasal dari akar jamur yang diperbanyak dengan metode kultul jaringan. Tentu saja bagi pemula tidak bisa melakukan perbanyakan sendiri karena metode kultul jaringan hanya dapat dilakukan pada ruang steril dengam standar laboratorium.

Tapi tidak usah galau, bibit jamur harimau sudah tersedia dipasaran bibit  jamur. Nah daerah yang sudah berhasil adalah provinsi banten. Kamu bisa mendapatkan bibit jamur dari sana.

Baca Juga: Budidaya Jamur Merang Tapi Masih Pemula? Ikuti 5 Tahap Ini

Penanaman

Proses Penanaman Jamur Harimau harus dilakukan pada kondisi yang steril, sterilisasi meliputi proses sterilisasi alat, ruangan dan diri sendiri.

Sterilisasi alat tanam dapat dilakukan dengan menyemprotkan alkohol 70% dan kemudian keringkan dengan tisu steril. Sementara ruangan juga harus diberi alat pengatur suhu sehingga suhu dan kelembaban dapat terjaga.

Kemudian jangan memperbolehkan orang sembarangan masuk ke ruangan tanam. Jangan lupa saat menanam gunakan baju khusus, masker dan pastikan tangan kamu bersih.

Tidak lupa mencuci tangan dengan sabun, supaya lebih bersih kamu juga bisa menyemprotkan alkohol 70 % ke tangan sebelum melakukan penanam bibit jamur harimau.

penanaman jamur
cyberspaceandtime.com

Proses Pemeliharaan

Pemeliharaan Jamur Harimau meliputi kegiatan penyiraman dan pengendalian hama dan penyakit. Proses penyiraman merupakan faktpr utama dan harus sangat diperhatikan karena akan berhubungan dengan kelembaban.

Kondisi baglog harus berada pada suhu dan kelembaban optimum yaitu 80 – 85 %. Kondisi ini dapat diperoleh dengan melakukan penyiraman pagi dan sore sebanyak 2 x sehari.

Lakukan penyiraman dengan menggunakan selang yang sudah ada nozzle nya agar air yang dikeluarkan menjadi butiran kecil, kemudian siram bagian atap serta lantai kumbungnya.

Sementara itu, untuk pengendalian hama dan penyakit, kamu harus rajin melakukan pengamatan pada setiap baglog. Hama dan penyakit yang menyerang disebut kontaminan bisa berupa serangga, bakteri dan jamur jenis lain.

Pengendalian sederhana dapat dilakukan dengan memisahkan baglog yang terkontaminasi dari baglog lainnya. Kemudian buang jauh dari lokasi kumbung jamur atau bisa juga dengan cara membongkar baglog, kemudian media dapat kembali disterilkan dengan cara direbus selama 7 – 8 jam.

Panen

Jamur Harimau dapat dipanen dalam jangka waktu 10 hari, Pemanen dapat dilakukan sebanyak 2 x. Namun pada musim hujan usia panen bisa lebih lama , mencapai 30 hari. Kondisi ini terjadi karena kelembaban pada musim hujan rendah sehingga proses perkembangan jamur terhambat.


Nah, cukup mudah bukan untuk dilakukan? gimana sobat PTD tertarik untuk budidaya jamur harimau?

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Budidaya Jamur Merang Tapi Masih Pemula? Ikuti 5 Tahap Ini

Penulis: Sulassky

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Sumber:

  • https://rejekinomplok.net/harga-jamur-susu-harimau/
  • https://ilmubudidaya.com/cara-budidaya-jamur-harimau
  • https://bobo.grid.id/read/08681501/jamur-susu-harimau-apa-manfaatnya-bagi-kesehatan?page=all
  • https://jakarta.tribunnews.com/2019/10/04/jamur-susu-harimau-dari-banten-menjadi-produk-ekspor-unggulan-ke-sejumlah-negara-asia
  • https://www.mekarmulya.desa.id/5-cara-budidaya-jamur-harimau-secara-tradisional-artikel-pertanian.html

Sumber gambar utama : www.senozeno.xyz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.