Ingin Ternak Kambing? Coba 6 Jenis Kambing Ini

Yuk coba ke 6 jenis kambing ini, yang mungkin dapat kamu jadikan sebagai hewan ternak. PTD akan menjelaskan secara ringkas keunggulan masing-masingnya.

Salah satu hewan ternak yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat adalah kambing. Usaha ini cukup menjanjikan, karena persaingan pasar belum sekuat sapi atau ayam. Terdapat 6 jenis kambing yang biasanya dibudidayakan olehnya masyarakat.

Jenis-jenis kambing tersebut memiliki keunggulan tersendiri, baik dagingnya, maupun susunya. Bahkan susu kambing memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu sapi.

6 Jenis Kambing

Adapun 6 jenis kambing yang bisa dibudidayakan, diantaranya adalah:

Baca Juga: Yuk, Kenali Potensi Ternak Kambing di Indonesia

Kambing Boer

Jenis kambing yang satu ini berasal dari Afrika Selatan, dan memiliki keunggulan pada dagingnya.

Ciri-ciri kambing ini yaitu berbadan lebar, dan panjang, namun ukuran kakinya pendek, dominan berbulu putih dan bagian kepala berwarna coklat. Selain itu, kambing ini memiliki telinga panjang yang menggantung ke bawah.

Pertumbuhan kambing boer cukup cepat, yaitu pada masa 3 bulan kambing ini sudah memiliki bobot 35-45 kg. Ketika umur kambing mencapai 2-3 tahun, maka bobot kambing jantan seberat 150 kg, sedangkan kambing betina sekitar 90 kg.

kambing boer
id.wikipedia.org

Kambing Kacang

Salah satu jenis kambing lokal yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia adalah kambing kacang. Kambing ini memiliki tubuh yang cukup mungil dibandingkan dengan jenis kambing lainnya.

Meskipun begitu, ketahanan tubuh kambing ini cukup kuat terhadap penyakit alam di daerah tropis. Ciri-ciri kambing kacang yaitu memiliki ukuran tanduk yang kecil dan pendek, memiliki janggut yang cukup panjang serta kedua telinganya berdiri tegak.

Untuk bobot badan kambing jantan sekitar 30 kg sedangkan kambing betina sekitar 25 kg. Kambing ini bersifat tahan banting serta tidak perlu perawatan yang ribet.

Ciri khas lain yang ada pada jenis kambing kacang ini yaitu berbulu tipis dengan warna hitam, putih, coklat, dan perpaduan tiga warna tersebut.

Untuk kambing jantan sendiri memiliki bulu yang tumbuh di sekitar leher, punggung, pundak, hingga ujung ekor kambing. Banyak orang yang ternak kambing ini dengan cara subsisten atau sampingan.

Kambing Jawa Randu

Jenis kambing jawa randu merupakan hasil persilangan dari kambing kacang dengan kambing peranakan etawa. Kambing ini menyerupai kambing kacang, namun ukuran tubuhnya sedikit lebih besar.

Meskipun tubuhnya tidak sebesar kambing peranakan etawa, namun kambing jawa randu ini mampu menghasilkan susu 1,5 liter perhari.

Kambing ini seringkali dijadikan sebagai hewan aqiqah atau qurban, dengan bobot kambing jantan ataupun betina sekitar 40 kg.

Baca Juga: Cara Membuat Pupuk Organik Urin Kambing, Untuk Hasil Tanam Maksimal

Kambing Saanen

Kambing yang berasal dari negara Swiss ini dikenal sebagai penghasil susu terbaik. Bahkan selama masa laktasi, kambing ini memproduksi susu hingga 740 kg.

Untuk membudidayakan kambing saanen, peternak biasanya menyilangkan kambing tersebut dengan kambing yang tahan iklim tropis. Karena kambing saanen kurang beradaptasi dengan keadaan iklim tropis.

Kambing Saanen
ternakpertama.com

Kambing Peranakan Etawa (PE)

Kambing peranakan etawa merupakan hasil dari persilangan antara jenis kambing jamnapari dengan jenis kambing lokal. Sehingga tak heran jika kambing ini dikenal dengan kambing etawa.

Banyak peternak yang membudidayakan jenis kambing ini, karena selain mendapatkan daging kambing, mereka juga bisa memanfaatkan susunya.

Kambing peranakan etawa jantan memiliki bobot 120 kg, Sedangkan untuk kambing betina memiliki bobot 80 kg. Bahkan untuk kambing jantan ras senduro bewarna putih memiliki bobot hingga 170 kg.

Kambing Etawa/Kambing Jamnapari

banyak masyarakat yang salah mengartikan jenis kambing etawa merupakan kambing peranakan etawa (PE), padahal kedua kambing tersebut tidak sejenis.

Sebenarnya, kambing etawa merupakan kambing jamnapari yang berasal dari wilayah Etawah, India. Jenis kambing yang satu ini dibawa oleh Hindia Belanda pada tahun 1930 dan oleh presiden Sukarno pada tahun 1947.

Pada masa Hindia-Belanda, kambing jamnapari ini dibudidayakan di Kaligesing, Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan pada masa Presiden Sukarno kambing ini dibudidayakan di Desa Senduro, Gunung Semeru, Jawa timur

Ciri khas kambing ini yaitu memiliki bobot yang cukup berat. Bobot kambing jantan sekitar 120 kg, sedangkan kambing betina mencapai 90 kg. Kambing ini mampu memproduksi susu sebanyak 2 liter perhari.


Itulah 6 jenis kambing yang biasanya dibudidayakan oleh para peternak. Bagaimana dengan kamu, tertarik untuk menternak jenis yang mana? semoga bermanfaat.

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Ini Dia Cara Membuat Pakan Alternatif Kambing Mudah Di Musim Kemarau

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Sumber:

  • https://alamtani.com/jenis-jenis-kambing/

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.