Kedelai biosoy digemari petani

Sebuah varietas kedelai bernama kedelai biosoy ini telah menjadi primadona bagi sebagian besar petani di sejumlah daerah Indonesia. Ya, namanya kedelai non-PRG atau non-GMO Biosoy 1 dan 2 yang merupakan varietas unggul baru. Varietas kedelai biosoy satu ini merupakan hasil pengembangan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Salah satu daerah yang mengembangkan kedelai varietas ini adalah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Uniknya untuk mengembangkan varietas kedelai unggul satu ini, pemerintah pun turut ambil bagian untuk mengembangkan kedelai ini.

Baca Juga : Ketahui 5 Syarat Tumbuh Kedelai Sebelum Membudidayakannya

“Biosoy memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan karena berbagai kelebihannya,” ujar Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Edhie Sudaryanto pada beberapa waktu lalu.

Edy berpendapat bahwa selama ini daerah Grobogan selalu menggunakan kedelai varietas lokal. Namun bukan berarti inovasi dan melihat peluang tidak dilakukan. Ia juga berpendapat bahwa kedelai Biosoy juga memiliki peluang untuk dikembangkan lagi.

Tidak hanya Edy, hal serupa juga disetujui oleh Ali Mukhtar selaku ahli penangkar benih kedelai. Ali mengaku bahwa ia mulai tertarik kepada kedelai Biosoy saat ia mengetahui bahwa ukuran bijinya lebih besar dari ukuran normal kedelai Grobogan. Tidak hanya itu, kedelai biosoy memiliki jumlah cabang dan polong yang lebih banyak. Untuk kekokohan batang juga lebih kuat sehingga tidak mudah rubuh dibanding kedelai biasa.

“Selama ini jumlah polong grobogan rata-rata 40 sampai 50 polong per rumpun. Tapi biosoy ini, di umur dua bulan bisa mencapai 70 sampai 80 polong per rumpun,” ujar Ali.

kedelai biosoy
Ilustrasi : Varietas kedelai biosoy mendapat respon positif dari berbagai daerah untuk dikembangkan

Kedelai Biosoy Dikembangkan di Berbagai Daerah

Banyaknya peminat kedelai satu ini membuat kedelai varietas ini dikembangkan di berbagai daerah. Adapun daerah yang mengembangkan kedelai biosoy ini adalah Yogyakarta, Kalimatan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Jambi, Jawa Timur, Bali dan Sulawesi Barat.

Dalam Facebook BPTP Yogyakarta sendiri, ternyata hasil pengembangan varietas Biosoy pada MT I 2019 menghasilkan 3,9 ton/ha. Sementara untuk Kalimantan Tengah sendiri menembus 3,2 ton/ha. Menarik sekali bukan?

Baca Juga : Apa Saja Fungsi & Sumber Vitamin pada Unggas?

Buat kamu yang belum tahu, Biosoy sendiri memiliki dua buah varietas yang berbeda. Yakni biosoy 1 dan biosoy 2. Untuk peluang penghasilan yang diperoleh dari varietas ini pun tidak sedikit. Biosoy 1 memiliki potensi 3,3ton/ha sedangkan biosoy 2 memiliki potensi 3,55ton/ha.

Buat kamu yang masih penasaran, secara umum, morfologis Biosoy 1 memiliki warna bunga dan warna hipokotil yang berbeda. Biosoy 1 warna bunganya putih dan warna hipokotilnya hijau, sedangkan Biosoy 2 warna bunga dan warna hipokotilnya ungu.

Dilansir dari Pilar Pertanian


Bagaimana? apakah kamu tertarik untuk mencoba varietas ini sobat PTD? Yuk berikan komentar kamu dibawah ya.

.

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.