Kenali PMK pada Sapi dan Cara Mengatasinya

Gambar 1 PMK pada sapi

Wabah PMK atau Penyakit mulut dan kuku belakangan ini menyebar di beberapa wilayah Indonesia. Penyakit ini menyerang hewan – hewan ternak terutama sapi. Beberapa daerah di pulau Jawa juga melaporkan kasus penyebaran PMK yang dialami pada hewan – hewan ternak masyarakatnya.

Yang mana diantaranya, Wabah PMK telah menyebar di 6 Kecamatan di Kabupaten Sampang, Madura, sebanyak 45 ekor hewan ternak di Kota Depok dan 328 hewan ternak positif terinfeksi PMK. Menurut World Organization for Animal Health, PMK ditandai dengan demam dan luka seperti melepuh pada lidah dan bibir, puting susu, maupun kuku hewan ternak.

 

Dilansir dari laman resmi Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, penyakit mulut dan kuku (PMK) merupakan jenis penyakit yang menyerang hewan berkuku belah atau genap seperti sapi, kerbau, domba, kambing, dan unta. PMK juga dapat menyerang hewan liar seperti gajah, antelope, bison, menjangan dan jerapah.

Baca Juga : Mengenal Penyakit Tungro pada Padi dan Cara Mengatasinya

Dan juga melalui agriculture.vic.gov.au, yang menyakan bahwa PMK umumnya tidak mematikan bagi hewan dewasa, tetapi dapat membunuh hewan muda dan menyebabkan kerugian yang cukup besar.

Berikut gejala PMK yang ditimbulkan pada sapi:

  1. Mengalami anoreksia (tidak nafsu makan)
  2. Keluar air liur yang berlebih
  3. Mengalami demam hingga 41 derajat celcius
  4. Penurunan produksi susu yang drastis
  5. Hewan lebih sering berbaring
  6. Luka pada kuku, hingga lepas
  7. Saliva menggantung, air liur berbusa
  8. Pembengkakan kelenjar submandibular
  9. Mengalami myocarditis dan abortus kematian pada hewan muda
  10. Kehilangan berat badan permanen, dan kehilangan kontrol panas

Berikut merupakan gejala yang timbul pada domba dan kambing:

  1. Lesi kurang terlihat, atau lesi pada kaki juga bisa terlihat
  2. Lesi pada sekitar gigi domba
  3. Kematian hewan muda
  4. Keluar air liur secara berlebih

Berikut merupakan penyebab penularan PMK yang bisa anda ketahui:

  1. Kontak langsung dengan hewan yang tertular melalui leleran hidung, droplet, maupun serpihan kulit.
  2. Kontak tidak langsung melalui vektor hidup yang terbawa oleh manusia.
  3. Sisa makanan atau sampah yang terkontaminasi produk hewan seperti daging dan tulang dari hewan tertular
  4. Kontak tidak langsung melalui vektor yang tidak hidup seperti terbawa mobil angkutan, peralatan, alas kendang, dan lain – lain
  5. Tersebar melalui udara, angin, dan daerah beriklim tropis.

Disamping penyebab penularan yang terjadi , peternak juga dapat melakukan pencegahan maupun penanganan PMK dengan menggunakan cara sebagai berikut :

  1. Pengobatan pada hewan yang terinfeksi
  • Memotong jaringan tubuh yang terinfeksi
  • Mengaplikasikan larutan cuprisulfat pada kaki yang terinfeksi
  • Melakukan injeksi intravena preparate sulfadinamine
  • Hewan yang terinfeksi harus dikarantina atau dipisah dengan hewan lain selama pengobatan
  1. Pencegahan untuk hewan sehat
  • Menjauhkan hewan yang terinfeksi dengan hewan yang sehat
  • Memberikan pakan yang cukup untuk meningkatkan sistem kekabalan tubuh hewan
  • Olesi larutan cuprisulfat setiap minggu

Mengingat besarnya dampak secara ekonomi dan kemungkinan yang dapat terjadi, kita perlu meningkatkan kewaspadaan. Kita juga membutuhkan kerja sama yang baik antara pemerintah pusat daerah, antarkementrian, organisasi profesi dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersungguh – sungguh mengendalikan dan menghadapi wabah PMK ini.

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di

Sumber :

  • http://dkpp.jabarprov.go.id/
  • https://www.undip.ac.id/post/24488/penyakit-mulut-dan-kuku-pada-hewan-ternak-dalam-pandangan-pakar-fpp-undip.html

Sumber gambar utama: unsplash.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.