Startup Sosial Petani Indonesia
Mau tau informasi mengenai manfaat sayur organik kalakai? Berikut Pak Tani Digital akan memberikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!
Tanaman Kalakai
Mengenal Tanaman Kalakai

Kalakai atau Stenochlaena palutris merupakan jenis tanaman sayur yang pernah menjadi idola generasi sebelumnya.
Tanaman jenis pakis atau paku-pakuan, termasuk dalam famili pteridaceae. Tanaman ini mudah beradaptasi dengan alam sehingga bisa tumbuh dimana saja.
Dan sangat mudah didapatkan, seperti di batang-batang pohon, kayu-kayu yang sudah lapuk maupun lahan kering.
Kalakai tumbuh subur di lahan bergambut karena intensitas air yang cukup banyak, sehingga meskipun tanaman ini di ambil terus.
Tidak akan pernah habis, karena selama ada lahan gambut dan digambut tersebut ada airnya, tanaman ini akan mudah hidup dan berkembang.
Masyarakat di Maluku sering mengambil pucuknya sebagai sayuran dan bagi warga Dayak Kalteng, sejak lama dipakai untuk obat penyakit Anemia
Serta bagi ibu yang menyusui bisa menambah banyak air susu sehingga sangat bermanfaat bagi ibu-ibu yang sedang menyusui anaknya.
Bagian tanaman yang dipanen adalah bagian pucuk atau ujung dengan panjang sekitar 15 cm karena bagian ini relatif lunak dan mudah dipatahkan, sedangkan bagian batang yang lebih bawah terksturnya lebih keras.
Meski sudah lama dikenal sebagai tanaman sayuran, namun tidak ada bayak yang tau begitu banyak manfaat tanaman ini untuk tubuh manusia karena belum banyak penelitian tentang khasiat kalakai.
Manfaat Kalakai

Baca juga: Perbedaan Sayur Hidroponik VS Organik
Sebuah laporan yang dibuat oleh Irawan et al (2003) menyebutkan, tanaman Kalakai mengandung Fe yang tinggi dan kaya vitamin C dan beta-karotin.
Secara garis besar terdapat 2 (dua) jenis kalakai, yakni kalakai merah dan kalakai hijau.
Kalakai yang berwarna merah sangat potensial untuk mengatasi penyakit anemia (kekurangan zat besi) yang mengandung
Fe yang tinggi (41,53 ppm), Cu (4,52 ppm), vitamin C (15,41 mg/100g), protein (2,36%), beta karoten (66,99 ppm), dan asam folat (11,30 ppm).
Selain sebagai obat tradisional penambah darah, Kalakai berdasarkan studi empirik, diketahui juga dipergunakan oleh masyarakat suku Dayak Kenyah untuk mengobati anemia, pereda demam, mengobati sakit kulit, serta sebagai obat awet muda.
Etnis Banjar di Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan dan Tengah juga menggunakan akar tumbuhan ini sebagai obat kuat (afrodisiak).
Di negara bagian Sarawak, Malaysia, tanaman ini disebut “Midin”. Disana tanaman ini populer di kalangan penduduk setempat.
Daun muda biasanya disajikan dengan tumisan bawang putih, udang kering, atau pasta udang.
Fakta Kandungan Kalakai
Fakta-fakta di atas juga terbukti dengan hasil penelitian dari Nur Andarwulan dan RH Fitri Fradilla dari South East Asia Food and Agricultural Science and Technology Center.
Institut Pertanian Bogor (IPB) Bogor, dalam buku Senyawa Fenolik pada Beberapa Sayuran Indigenous dari Indonesia (Penerbit Seafast Center IPB, 2012).
Dikutip dari seafast.ipb.ac.id, penelitian keduanya tentang kandungan asam fenolat pada 24 jenis sayuran indigenous Indonesia yang berasal dari Jawa. Salah satu di antaranya pakis sayur.
Senyawa polifenol yang ada di sayuran, buah-buahan, dan teh, menurut dua peneliti itu, dapat mencegah penyakit degeneratif.
Salah satu senyawa polifenol yang banyak terdapat pada sayuran, yaitu flavonoid dan asam fenolat.
Asam fenolat merupakan antioksidan yang sangat kuat dan memiliki aktivitas antibakteri, antivirus, antikarsinogenik, antiinflamasi, dan aktivitas vasodilatory.
Selain itu asam fenolat juga mempunyai peranan untuk melindungi dari kanker dan penyakit jantung.
Berdasarkan penelitian, pakis sayur terbukti memiliki senyawa fenol tinggi yakni 61,56mg/100 gr, dan merupakan sumber antioksidan yang tinggi.
Itulah informasi mengenai manfaat dari syuran organik kalakai. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!
Baca juga: Budidaya Hidroponik Organik Bisa Dilakukan dengan 5 Tahap Ini
Sumber: Beritabeta.com
Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di .
Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di