Klaim Kenaikan NTP Agustus 2019, Apa Kata BPS?

Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2019, menunjukkan bahwa terjadi kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 0,58%. Kenaikan ini diklaim dari angka 12,63 menjadi 103,43.

Kenaikan NTP yang terjadi disebabkan akibat naiknya Indeks Harga yang Diterima Petani (lt) sebesar 0,69% dibanding Indeks Harga yang Dibayar Petani (lb) sebesar 0,11%. Hal ini dituturkan oleh Suhariyanto selaku kepala BPS. Ia juga menyebutkan bahwa perolehan data didapat dari hasil pemantauan harga-harga yang ada di pedesaan di 33 provinsi Indonesia.

Baca Juga : Mengenal Arti Nilai Tukar Petani (NTP)

“Kenaikan NTP pada Agustus 2019 disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan pada indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian,” kata dia, di kantornya, Senin (2/9/2019).

Suhariyanto juga mengatakan bahwa kenaikan NTP pada bulan Agustus 2019 juga dipengaruhi oleh naiknya NTP di empat buah subsektor pertanian, yakni :

1. Subsektor Tanaman Holtikultura : 0,30%.
2. Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat : 0,43%.
3. Subsektor Peternakan : 0,97%.
4. Subsektor Perikanan : 0,43%.

“Sementara itu, Subsektor Pertanian merupakan satu-satunya subsektor yang mengalami penurunan NTP sebesar 0,43 persen,” ungkapnya.

Krisis Petani Muda
Foto : Kenaikan NTP menjadi salah satu tolak ukur petani sejahtera.

Kenaikan NTP Agustus 2019 Tertinggi di Banten

Pada periode Agustus 2019, Provinsi Banten mengalami kenaikan NTP tertinggi yaitu sebesar 1,29% dibandingkan provinsi lainnya. Sementara, penurunan NTP Terbesar terjadi di provinsi Jambi sebesar 1,53% dibandingkan provinsi lainnya.

“Pada Agustus 2019 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,09 persen, dengan kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran sandang. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Agustus 2019 sebesar 113,29 atau naik sebesar 0,54 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya,” tutupnya.

Baca Juga : Pengaruh Swasembada Pangan Indonesia di Tangan Petani Muda

Sebagai informasi, Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (lb).

Seperti kita ketahui bersama bahwa NTP adalah salah satu indikator untuk melihat kemampuan daya beli para petani di daerah pedesaan.

Selain itu NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun hasil dari biaya produksi. Dengan demikian, Semakin tinggi NTP, maka semakin kuat kemampuan daya beli para petani secara relatifnya.

Bagaimana menurut kamu sobat PTD? Apakah kenaikan NTP dapat kamu rasakan ditengah-tengah lingkungan?


Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di SINI.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di SINI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.