4 Kriteria Kendaraan Transporter untuk Distribusi Produk Pertanian

Berbicara mengenai distribusi produk pertanian tentu erat kaitannya dengan permintaan di pasar. Sebuah wilayah yang dihuni oleh masyarakat majemuk membutuhkan beragam produk pertanian untuk berbagai tujuan. Misalnya, untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Bisa juga dijual lagi dalam bisnis yang prospektif dan menjanjikan. Banyak yang membutuhkan produk pertanian sehingga pihak produsen, dalam hal ini, petani perlu dibantu oleh pengusaha untuk mendistribusikan produk pertanian yang mereka hasilkan.

Mungkin Anda akan bertanya, kenapa perlu melibatkan pengusaha dalam urusan ini? Apakah petani tidak bisa mendistribusikannya sendiri? Tentu saja petani bisa mendistribusikan produk pertaniannya sendiri tetapi kurang maksimal hasilnya. Lagipula, petani yang dalam arti orang-orang yang menggarap lahan pertanian belum tentu menguasai ilmu dan praktik distribusi produk pertanian.

Oleh karena itu, petani butuh pengusaha-pengusaha yang bisa turun langsung ke lapangan untuk mendistribusikan produk yang dihasilkan oleh petani. Produk-produk tersebut akan didistribusikan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Dengan kata lain, fungsi pengusaha yaitu sebagai distributor.

Sementara itu, mendistribusikan berbagai produk pertanian juga membutuhkan strategi yang jitu. Tujuannya bukan hanya untuk bisnis dan mencari banyak keuntungan saja, tetapi juga keterjangkauan masyarakat dalam mendapatkan dan menikmati beragam produk pertanian tersebut.

Nah, berbicara mengenai distribusi produk pertanian, tentu tidak lepas dari Transporter. Transporter adalah kendaraan yang berfungsi untuk mengangkut dan mendistribusikan produk pertanian dari produsen (petani) kepada konsumen atau pasar. Lalu, apa saja kriteria transporter yang seharusnya dipilih untuk bisa mengangkut produk pertanian lebih maksimal dan optimal? Berikut ini adalah beberapa kriterianya.

Efektif dan efisien

Contoh Transporter, Pengangkut Produk Pertanian
Sumber: Wikipedia

Inilah kriteria pertama yang harus ada. Efektif dapat diartikan sebagai mengangkut dan mendistribusikan produk pertanian secara maksimal. Dengan kata lain, kendaraan pengangkutnya diusahakan berukuran besar sehingga mampu mengangkut jumlah yang lebih banyak. Sekali angkut dan jalan, kendaraannya mampu membawa produk pertanian tertentu lebih banyak.

Sementara itu, transporter untuk distribusi produk pertanian juga harus efisien. Artinya, perlu dipertimbangkan jenis angkutannya yang berukuran besar tetapi tidak boros penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Dengan begitu, tidak banyak pengeluaran hanya untuk beli BBM. Jadi, efektifitas dan efisiensi benar-benar perlu dipertimbangkan dengan matang.

Fasilitas dan fitur kendaraan yang sesuai

Perlu Anda ketahui bahwa produk pertanian itu sangat banyak jenisnya. Tiap produk tentu mempunyai ciri dan karakteristik tersendiri. Nah, tiap karakteristik itulah yang bisa disesuaikan dengan pemilihan transporter. Misalnya, beberapa jenis sayuran atau buah yang dipetik langsung dari lahan pertanian perlu dijaga kesegarannya sehingga diperlukan alat pendingin supaya selalu segar dan tidak rusak. Transporternya perlu dipasang alat pendingin udara di dalamnya. Oleh karena itu, angkutannya juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan produk pertanian tertentu.

Keamanan dan kenyamanan transporter

Banyak moda angkutan seperti truk tronton atau truk box yang digunakan untuk mengangkut dan mendistribusikan produk pertanian kurang mampu menjaga kuantitas dan kualitasnya. Misalnya, truk mengangkut 10 ton beras untuk diantar kepada distributor di beberapa wilayah. Setelah sampai, ternyata karung-karung berasnya ada yang sobek karena di atas truk tidak aman.

Transporter untuk Distribusi Produk Pertanian
Sumber: Republika

Mungkin saat di perjalanan, ada orang iseng atau berniat jahat yang merobek beberapa karung beras untuk diambil. Hal seperti itu sebenarnya tak perlu terjadi jika pihak pengusaha atau distributor memilih angkutan yang benar-benar aman dan nyaman. Jadi, faktor keamanan dan kenyamanan memang harus diperhatikan sungguh-sungguh dalam proses distribusi produk pertanian.

Memilih sopir yang profesional dan berpengalaman

Transporter sudah ada dengan kualitas bagus. Namun, sayangnya, operator atau sopirnya belum ada sehingga sama saja tidak bisa difungsikan dan dijalankan. Oleh karena itu, perlu dicari operator transporter yang masuk kriteria profesional dan berpengalaman. Jangan memilih secara sembarangan dan asal-asalkan karena bisa berdampak mengecewakan.

Tujuan utamanya adalah mampu mengantarkan produk pertanian tanpa kurang sedikit pun, baik dari kuantitas maupun kualitasnya.


Itulah beberapa kriteria transporter yang seharusnya diperhatikan dalam proses distribusi produk pertanian.

Baca juga: 4 Tips Dalam Memilih Jasa Pengiriman Hasil Pertanian

Penulis: Arifin Totok


Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.