Harga Cabe Mahal? Coba 10 Langkah Mudah Budidaya Cabe Rawit Ini

Siapa yang tidak suka makanan pedas? Hampir sebagian besar masyarakat Indonesia menyukai makanan pedas. Oleh karena itu, tak heran jika budidaya cabe rawit sangat menguntungkan.

Namun akibat cuaca buruk, harga cabe saat ini terus mengalami kenaikan. Dilansir dari JawaPos, Oktober 2019, harga cabe rawit saat ini berada di angka Rp 46.500 per kilogram. Suplai yang menurun dari petani cabe rawit menjadi salah satu pemicunya.

Mahalnya harga cabe rawit membuat para ibu rumah tangga harus pintar-pintar mengatur keuangan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga.

Daripada membeli cabe yang harganya mahal, mengapa tidak coba menanamnya sendiri di rumah? Selain lebih hemat, budidaya cabe rawit di rumah juga sangat mudah dilakukan bahkan oleh para pemula sekalipun.

Cara Mudah Budidaya Cabe Rawit di Rumah

Menanam cabe rawit di rumah tidaklah sesulit yang dibayangkan. Asalkan Anda mengikuti tahap-tahapnya dengan baik dan melakukan perawatan secara teratur, maka cabe rawit dapat tumbuh subur dan berbuah maksimal sesuai harapan.

Lalu, apa saja tahap-tahap yang harus dilakukan? Ini dia penjelasannya.

Pengolahan Lahan Media Tanam

Sebelum menanam cabe rawit, Anda harus mengolah lahan terlebih dahulu. Namun, pengolahan lahan membutuhkan teknik yang tepat agar cabai yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal.

Beberapa tahap pengolahan lahan yang benar antara lain:

  • Bajak/cangkul lahan agar struktur tanah menjadi lebih gembur. Fungsi dari pembajakan/pencangkulan adalah untuk mengatur perputaran oksigen di dalam tanah serta membuang racun yang mengendap di tanah.
    .
    Selain itu, dengan menggemburkan tanah, akar-akar gulma yang berpotensi menggangu tanaman cabe dapat terangkat dan dihilangkan.
  • Cek PH tanah sebelum melakukan penanaman. PH tanah yang optimal untuk pertumbuhan cabe berada diatas angka 5. Jika nilai PH tanah kurang dari 5, itu menandakan bahwa tanah berada dalam kondisi asam.
    .
    Anda bisa menambahkan kapur dolomit pada lahan yang dibajak. Diamkan selama 1 minggu hingga kapur tercampur dengan tanah dan PH tanah menjadi netral.
  • Tambahkan pupuk kandang pada tanah yang telah dibajak dan diberi kapur. Fungsi penambahan pupuk kandang ini yaitu untuk menambah kandungan unsur hara pada tanah sehingga cabe dapat tumbuh dengan baik.
  • Biarkan selama seminggu, hingga pupuk meresap ke dalam tanah. Setelah itu, Anda sudah bisa menggunakan lahan untuk budidaya cabe rawit.

Baca Juga: Yuk, Ketahui Asal Usul Cabe Peter dan Cara Budidayanya

 

Pembuatan Bedengan

Pembuatan bedengan merupakan tahap lanjutan dari pengolahan lahan. Fungsi pembuatan bedengan yaitu agar cabe rawit yang ditanam di lahan dapat berkembang dengan baik.

Ukuran optimal untuk bedengan cabe yaitu lebar 1 meter dengan ketinggian 30 cm. sedangkan jarak antar bedengan yaitu sekitar 50-80 cm.

Anda juga perlu membuat parit buatan di tepi bedengan sebagai tempat mengalirnya air sehingga cabe tidak busuk akibat terendam air. Setelah bedengan jadi, tutup bagian atas bedengan dengan mulsa plastik dan buat lubang tanam pada mulsa dengan menggunakan kaleng.

Jarak antara lubang tanam sendiri yaitu sekitar 50-60 cm. Penutupan bedengan dengan mulsa dilakukan 1 minggu sebelum pemindahan benih ke lahan.

Pemilihan Benih Cabe Rawit Berkualitas

benih cabai rawit
Benih Cabe Rawit

Walaupun lahan sudah siap, hal itu akan sia-sia jika benih yang digunakan jelek. Oleh karena itu, sebelum memulai penanaman cabe rawit, pastikan benih yang Anda gunakan berkualitas.

Benih cabe berkualitas bisa didapatkan di toko-toko pertanian atau diambil langsung dari buah cabe.

Namun, jika Anda ingin mendapatkan benih cabe berkualitas langsung dari buah cabenya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain:

  • Benih harus diambil dari tanaman yang berbuah lebat, berusia 7 hingga 8 bulan, bebas hama penyakit, dan berasal dari buah yang besar.
  • Benih harus berasal dari buah cabai yang bersih mengkilap tanpa bintik, berasal dari tanaman yang subur, serta dipetik dari bagian bawah cabang tanaman.

Penyemaian Benih Cabe Rawit

Setelah mendapatkan benih berkualitas, Anda tidak bisa menanamnya langsung begitu saja.

Lakukan penyemaian terlebih dahulu hingga muncul helai daun. Cara penyemaian benih cabe rawit sangatlah mudah. Beberapa langkah yang harus dilakukan antara lain:

  • Siapkan polybag berukuran 5 x 10 cm.
  • Siapkan media semai yang terdiri dari campuran kompos, arang sekam, dan tanah dengan perbandingan 1:1:1.
  • Masukkan media kedalam polybag kurang lebih 3/4-nya.
  • Rendam benih cabe rawit kedalam air hangat selama kurang lebih 6 jam. Perendaman ini berfungsi untuk memecah dormansi benih dan memicu benih agar cepat berkecambah.
  • Setelah direndam, benih cabe ditanam kedalam media semai kurang lebih di kedalaman 0,5 cm.
  • Tutup kembali lubang tanam dengan tanah.

Setelah disemai, benih disiram secara berkala pagi dan sore hari hingga muncul daun. Proses penyiraman juga harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak benih.

Penanaman Benih Cabe Rawit ke Lahan

Setelah berusia 7 hari, benih biasanya sudah tumbuh dan mengeluarkan daun. Anda sudah bisa memindahkan benih ke lahan ketika cabe rawit berusia 1-1,5 bulan atau sudah memiliki 4-6 helai daun.

Proses pemindahannya juga harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman. Anda bisa membuat lubang tanam di lahan yang sesuai dengan ukuran akar dan besar tunas cabe untuk menjaga agar akar tidak terhimpit dan rusak ketika dipindahkan.

Tips agar cabe tidak layu ketika dipindahkan yaitu lakukan proses pemindahan ketika pagi atau sore hari saat matahari tidak terlalu terik. Saat itu, tanaman tidak melakukan proses fotosintesis sehingga aman ketika dipindahkan.

Baca Juga: Cara Mengendalikan Hama Lalat Buah pada Tanaman Cabai

Penyiraman

Setelah semua benih cabe dipindahkan ke lahan, langkah selanjutnya yaitu melakukan perawatan.

Salah satunya adalah penyiraman. Tanaman cabe sebenarnya tidak membutuhkan pengairan secara rutin. Hanya pada saat kemarau, ia membutuhkan suplai air yang cukup.

Untuk mencegah kekeringan pada cabai, Anda bisa membuat kucuran atau perendaman bedengan 2 minggu sekali untuk memberikan suplai air pada cabe. Namun, jika dirasa sulit, penyiraman rutin 2 kali sehari pagi dan sore juga tidak masalah asalkan kelembaban tanah tetap terjaga.

Tanaman Cabe Rawit

Penyiangan Gulma

Semakin dewasa tanaman, biasanya akan semakin banyak gulma yang tumbuh. Gulma sendiri sangat merugikan tanaman budidaya karena dapat mengambil unsur hara dan nutrisi di dalam tanah yang dibutuhkan oleh tanaman cabe.

 

Oleh karena itu, Anda bisa melakukan penyiangan untuk mengatasinya. Proses penyiangan bisa dilakukan dengan alat maupun dengan mencabutnya langsung hingga ke akar. Namun, jika menggunakan alat, Anda harus hati-hati agar tidak merusak akar cabe yang ditanam.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Kering Batang pada Tanaman Cabai

Pemupukan

Proses pemupukan dilakukan untuk menambah unsur hara sehingga cabe rawit dapat berkembang dengan baik. Pemupukan dilakukan setelah umur cabe memasuki usia kurang lebih 1 bulan dan telah dilakukan penyiangan sebelumnya.

Untuk jenis pupuknya, Anda bisa menggunakan pupuk organik cair maupun kompos. Untuk pupuk kompos, dosis yang optimal yaitu sekitar 500-700 gram untuk satu tanaman. Untuk pupuk organik cair, dosis yang optimal yaitu sekitar 100 ml untuk setiap tanaman.

Perempelan & Pemasangan Ajin

Proses perempelan yaitu proses pembuangan tunas-tunas yang tidak dibutuhkan. Biasanya semakin dewasa akan semakin banyak tunas baru yang tumbuh di bagian pangkal batang.

Agar nutrisinya optimal sampai ke buah, maka Anda harus membuang tunas-tunas tersebut.

Selain itu, pemasangan ajin bertujuan agar tanaman tidak roboh ketika diterpa angin. Pemasangan ajin ini juga bertujuan agar akar tanaman tidak rusak akibat gangguan alam.

Pemanenan

Cabe rawit sudah bisa dipanen ketika memasuki usia 6 bulan. Setelah itu, ketika memasuki usia 24 bulan, cabe sudah bisa dipanen sebanyak 15 hingga 18 kali. Proses pemanenan sebaiknya dilakukan saat pagi atau sore hari ketika matahari tidak begitu terik.

Anda bisa langsung memetik cabe rawit dari tangkainya ketika akan dipanen. Cabe berkualitas baik memiliki ciri-ciri badan yang ramping, mulus, namun memiliki isi yang padat dan tidak kopong.

Nilai jual cabe jenis ini lebih tinggi diabndingkan dengan cabe berukuran besar namun kopong di bagian dalamnya.


Menanam cabe rawit tidaklah sulit jika tahap-tahapnya dilakukan dengan benar. Budidaya cabe rawit sendiri tentu akan lebih menguntungkan karena Anda bisa mengambil cabe kapan pun sesuai kebutuhan tanpa harus merogoh kocek untuk membeli cabe yang harganya semakin melambung.

Selamat menanam! Semoga menginspirasi!

Baca Juga: Hanya 5 Langkah Menanam Cabai untuk Pemula

Penulis: Novita Awalia Rahmah

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Referensi:

  • https://radarsurabaya.jawapos.com/read/2019/10/12/160456/stok-berkurang-akibat-cuaca-buruk-harga-cabai-merangkak-naik
  • https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-cabe-rawit 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.