5 Langkah Membudidayakan Belut di Kolam Air Jernih

Belut adalah jenis ikan air tawar yang memiliki ciri khas tubuh memanjang dan hanya memiliki sirip punggung, mengandung lendir pada badannya, dan sangat licin ketika dipegang. Panjangnya berkisar antara 5 cm sampai 2 meter, tergantung dari spesiesnya. Membudidayakan belut bisa menjadi peluang bisnis yang besar.

Nah, bagi Anda yang ingin membudidayakan belut, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan kolam air jernih. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam membudidayakan belut di kolam jernih.

Membuat kolam buatan

Kolam terpal adalah media kolam yang sangat banyak diminati oleh para petani. Selain efisien dalam harga, kolam terpal juga sangat praktis karena bisa dipindah-pindah dan ramah lingkungan. Yang perlu Anda siapkan adalah 5 kolam terpal berukuran sedang yaitu 3 meter x 2 meter.

Kolam pertama digunakan untuk pembuahan benih belut yang akan dibudidayakan. Kolam kedua digunakan untuk pembesaran benih belut berukuran 1-2 cm, berdasarkan sortir menggunakan alat sortir, dengan kapasitas 500 ekor/m2.

Kolam ketiga digunakan untuk ukuran remaja berukuran 3-5 cm dengan kapasitas 250 ekor/m2. Kolam keempat digunakan untuk belut berukuran 5-8 cm hingga mencapai 15-20 cm dengan kapasitas 50 ekor/m2.

Kolam kelima digunakan untuk belut berukuran dewasa yaitu 15-20 cm hingga 30-40 cm dengan berkapasitas 25 ekor/m2.

Cara membuat di atas adalah cara untuk menghindari sifat kanibalisme ikan ketika sedang lapar. Jika dicampur semua ukuran pada media tanpa lumpur, dapat dipastikan belut yang berukuran kecil akan dimangsa oleh belut yang berukuran lebih besar.

 

Belut
Sumber: dictio.id

Baca juga: Probiotik, Solusi Peningkatan Kualitas Ikan yang Ramah Lingkungan

Mempersiapkan air

Air yang bersih dan jernih merupakan faktor utama pada sistem ini. Suhu harus berada pada kisaran 25-28 derajat celcius dan pH keasaman air 5-7. Air tidak mengandung zat – zat yang berbahaya. Jika menggunakan air PDAM, sebaiknya sebelum bibit dimasukan ke dalam kolam, air terlebih dahulu didiamkan selama 2-3 hari untuk menetralkan kandungan berbahaya dan kaporit dalam air.

Sirkulasi air juga mempengaruhi pertumbuhan belut. Berikan sirkulasi yang baik pada kolam seperti memberikan pompa air, inkubator, dan lain-lain. Jika tidak menggunakan alat bantu sirkulasi, maka air harus diganti setiap 2 atau 3 hari.

Memilih Bibit

Bibit juga merupakan faktor utama yang harus diperhatikan dalam budidaya belut. Dengan memilih bibit yang bagus, tentu akan menghasilkan hasil yang maksimal dan berkualitas. Pilihlah bibit yang panjangnya antara 5-7 cm dan memiliki ukuran seragam untuk menghindari sifat kanibalisme. Bibit yang dipilih antara lain tidak terluka atau lecet, bergerak lincah, dan tidak lemas saat dipegang.

Memberi Pakan

Pakan utama belut diberikan 2 kali dalam sehari dan untuk makanan alternatif bisa diberikan pelepah pisang beserta daun, ampas tahu, sosis rijek, dan lain-lain. Makanan utama belut terdiri dari cacing lor, dapnia, ikan guppi, kecebong, keong, ulat hongkong, bisa juga diberikan makanan kemasan seperti por.

Memanen

Pemanenan bisa dilakukan pada saat belut berumur 3,5 bulan sampai 4 bulan dengan panjang mencapai 30 – 40 cm dan berwarna coklat gelap. Cara pemanenan sendiri sangatlah mudah, Anda hanya perlu mengurangi debit air pada kolam kemudian setelah air surut, belutnya bisa diambil dengan serok atau alat lalin.


Itulah 5 langkah membudidayakan belut yang bisa Anda praktekkan. Sebelum belut dipasarkan, sebaiknya pilihlah belut yang memiliki ukuran layak, sama rata, dan berkualitas bagus. Untuk belut yang tidak sesuai dengan prosedur pemanenan, campurkan pada kolam lain yang memiliki ukuran sama.

Baca juga: Cara Beternak Ulat Hongkong Bagi Pemula

Sumber gambar utama: elnandar.com

Penulis: Irjaun Naim


Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.