Memelihara Anak Ayam yang berkualitas

Pemeliharaan Ayam Usia 1-2 Bulan

Persediaan Bibit

Peternak yang sudah pernah praktek langsung mengatakan bahwa pakan ayam tidak berpengaruh mengubah ayam berkualitas yang jelek menjadi bagus sehingga sejak awal pemeliharaan anak ayam harus memilih bibit unggul dari induk yang berpotensi memproduksi telur yang tinggi. Anak ayam yang sehat diperoleh dari telur-telur dari induk yang sehat.

 

Pengeraman

(sumber : alatkandang.wordpress.com)

 

Sampai anak ayam berusia 2 bulan, dapat diasuh secara alami oleh induknya atau menggunakan induk buatan (artificial brooding). Dalam pemeliharaan alami, induk ayam dapat mengasuh anak-anaknya sendiri maupun anak ayam lainnya. Ayam kampung dapat memelihara anak-anaknya dengan sangat baik, berkualitas  dan dapat memelihara sampai 10 ekor anak ayam serta tergantung dengan besar induk dan musimnya. Dengan cara alami seperti itu, akan dibutuhkan banyak induk ayam yang banyak sehingga tidak praktis untuk tujuan komersial. Untuk itu peternak melakukan induk buatan (artificial brooding) lebih efisien.

Baca Juga: Ingin Ternak Ayam Kampung? Kenali 3 Sistem Pemeliharaan Ini

Pembuatan Pengeraman Anak Ayam

Untuk suhunya dapat disesuaikan dengan usia anak ayam sebagai berikut :

  1. Umur 0-1 minggu suhu 37℃.
  2. Umur 1-2 minggu suhu 35℃.
  3. Umur 2-3 minggu suhu 33℃.
  4. Umur 3-4 minggu suhu 32℃.
  5. Umur 4-5 minggu suhu 28℃.
  6. Umur 5-6 minggu suhu 21℃.

Pemanas yang dipakai dapat berupa listrik dan uap air panas gas. Secara umum menggunakan kotak yang diberi pemanas lampu listrik 40 watt, 60 watt, atau 75 watt, tergantung ukuran brooder. Anak ayam dapat mengatur dirinya sendiri, jika mereka kedinginan  akan mendekat ke lampu dan sebaliknya.

 

Kapasitas brooder untuk per 1 m2-nya adalah 15 ekor dan anak ayam dapat menyebar jika kepanasan. Untuk alas brooder adalah lantai yang diberi serbuk kayu, damen yang dicincang atau sekam dengan tinggi permukaan 10-15 cm, semakin dalam akan semakin kering. Alas yang berupa kayu, damen atau sekam jangan dipindahkan ke tempat lain, namun pastikan agar tetap kering dan bebas jamur.

(sumber : ayamkita.com)

 

Ventilasi brooder juga harus serasih. Ventilasi ini berguna agar alas tetap kering dan dapat menghindarkan amoniak dan CO2. Usahakan agar angin tidak langsung dan tempat harus tertutup agar tidak ada tikus yang masuk. Setiap dua hari sekali anak-anak ayam juga dikeluarkan agar mendapat sinar matahari pagi dan terhindar dari rachitis.

 

Perawatan

Setelah anak ayam datang, peternak langsung masukkan ke dalam brooder. Tempat makanan diisi dan perhatikan anak-anak ayam mau makan atau tidak. Bersihkan dan isi ulang minumnya setiap hari. Perhatikan juga suhunya apakah anak-anak ayam tersebut kepanasan atau kedinginan. Usahakan agar anak-anak ayam tidak berdesakan dan tidak jenuh. dengan begitu anak ayam yang dihasilkan berkualitas baik.

Saat anak ayam berusia 4-6 minggu, perhatikan apakah anak-anak ayam itu memiliki gejala coccidiosis yang dapat dilihat dari bulunya yang lusuh atau kasar, sayapnya menggantung dan kotorannya berdarah. Saat anak ayam bersusia 6 minggu, sudah tidak diperlukan lagi pemanas karena bulunya sudah tumbuh sepenuhnya.

Pada umur 4-6 minggu, anak ayam mulai divaksinasi terhadap penyakit tetelo dan Diphteria, saat sudah berusia 7,5 bulan, selanjutnya meningkan ke fase kawanan.

 

Nah, itulah artikel mengenai langkah-langkah pemeliharaan anak ayam bagi peternak, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Mengenal Inseminasi Buatan Pada Ternak

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.