ayam kampung

Ayam kampung atau ayam buras atau golongan ayam bukan ras yang seringkali dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Tujuan melakukan ternak ayam kampung, yakni untuk diambil dagingnya. Meningkatnya kebutuhan pasar, ternak ayam kampung pun bisa jadi peluang usaha.

ayam kampung

Sumber: medium.com/@limcorp8/ini-dia-3-sistem-pemeliharaan-ayam-buras-di-indonesia-c5fde29e1bfe

Namun, sebelum melakukan ternak ayam kampung, Anda perlu mengenal 3 sistem pemeliharaannya. Sistem pemeliharaan untuk ayam bukan ras (ayam kampung) tidak semaju ayam ras, yaitu ayam layer atau ayam broiler.

3 Sistem Ternak Ayam Kampung

Pada dasarnya cara berternak ayam buras dilakukan secara tradisional, yakni ayam dibiarkan pada siang hari, serta dikandangkan menjelang malam hari. Terdapat 3 sistem ternak ayam kampung, diantaranya seperti berikut.

BACA JUGA: Budidaya Ayam Kampung dengan Modal Kecil? Begini Caranya
1. Ternak Ayam Sistem Umbaran

Untuk membudidayakan ayam kampung dengan sistem umbaran, Anda tidak memerlukan ketentuan khusus dalam bentuk kandang. Sehingga banyak orang mengatakan sistem kandang asalan. Namun, yang terpenting ialah ayam dapat terlindungi dari cuaca ekstrim serta perbuatan buruk manusia.

Aturan pada sistem umbaran yaitu ayam dilepaskan dan dibebaskan secara liar. Dimana ketika waktu pagi, ayam dilepaskan dan ketika menjelang sore ayam akan dimasukkan kedalam kandang.

Sistem ternak umbaran sangat cocok dilakukan oleh peternak yang tinggal di desa dan mempunyai pekarangan luas. Sistem umbaran juga sangat hemat untuk pemberian pakan serta melakukan perawatan harian. Karena ayam dapat mencari makanannya sendiri ketika berkeliaran.

Tetapi ada beberapa kelemahan dari sistem umbaran, yaitu ayam ternak memiliki produktivitas ternak yang rendah, serta perkawinan terjadi di lingkungan secara alami.

Ketika ayam betina bertelur, maka telurnya akan dierami sendiri sampai menetas, lalu merawat anak-anaknya. Sehingga, peternak hanya menyediakan tempat pengeraman yang baik untuk induk betina.

BACA JUGA: 5 Cara Beternak Ayam Kampung Bagi Pemula
2. Ternak Ayam Sistem Semi Intensif

Budidaya ayam sistem semi intensif dilakukan menggunakan kandang dengan tipe pekarangan. Tipe kandang ini dibuat di hamparan lahan dengan memagari sekeliling lahan, agar ayam tidak dapat keluar dari area kandang tersebut. Dalam area lahan tersebut, buatlah kandang tertutup sebagai tempat peristirahatan ayam dan berteduh ketika hujan.

Kandang pekarangan biasanya beralaskan tanah, serta ditumbuhi rerumputan hijau. Sesekali Anda perlu mencangkul tanah supaya tidak begitu padat. Dengan begitu ayam juga bisa mendapat pakan alami dari cacing.

Ternak ayam dengan sistem semi intensif dapat meningkatkan produktivitas ternak. Karena peternak sudah berorientasi pada keuntungan, sebagai pendapatan sampingan.

Perbedaan antara sistem umbaran dengan sistem semi intensif sendiri dapat dilihat dari bentuk kandang yang digunakan. Selain itu, pemeliharaan dengan sistem semi intensif lebih efisien karena produktivitas ternak bisa ditingkatkan.

BACA JUGA: Ini Dia 10 Alasan Beternak Ayam Kampung
3. Ternak Ayam Sistem Intensif

Budidaya ayam kampung dengan sistem intensif ditujukan agar produksi ternak lebih baik dan lebih berkualitas dari telur atau daging yang dihasilkan. Dimana saat ini peternakan ayam kampung di Indonesia sudah berkembang dengan pesat dan permintaan pasar domestik semakin meningkat.

Dengan begitu perkembangan sistem ternak ayam kampung hampir mirip dengan sistem ternak ayam ras. Dimana peternak lebih memaksimalkan pemeliharaan dan membatasi gerak dalam kandang.

Adapun perbedaan sistem intensif dengan sistem lainnya dilihat berdasarkan kandang yang digunakan, makanan, minum, hingga pembesaran usia panen. Hasil panen dari sistem intensif lebih efisien, karena sistem pertanahan ini membutuhkan biaya besar dibandingkan dengan sistem ternak lainnya.

BACA JUGA: 5 Tips Membeli Anak Ayam Kampung Unggulan

Itulah 3 sistem pemeliharaan untuk ternak ayam kampung yang harus Anda ketahui. Setiap sistem pemeliharaan tentu memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Dalam memilih ketiga sistem ini, Anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru lainnya? Langsung saja klik di sini.


Referensi:

sinauternak.com/3-macam-sistem-beternak-ayam-kampung/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.